RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
part 24


__ADS_3

Selesai mencari makanan dan membeli sedikit oleh oleh Michele dan Laura kembali ke rumah . Kini mereka berada di taman belakang yang menghadap langsung ke danau yang sangat besar sambil menghirup udara segar.


" aku bawakan kopi untukmu " Laura datang membawa secangkir kopi dan beberapa camilan menusul Michele yang duduk menghadap danau.


" terimakasih sayang " Michele memperbaiki duduknya lalu menyeruput kopi yang telah Laura buat.


" hemm enak " puji Michele


" dimana orang yang selalu ada bersama mu " Laura celingukan sebab setelah pulang dari hotel tak ada orang sama aekali di rumah itu kecuali mereka.


" a mungkin masih di perjalananan dia adik ku Laura "


" a benarkah tapi kenapa wajah kalian tidak mirip " sela laura


" ya karna dia di adopsi oleh mendiang ayahku "


" a begitu rupanya " ucap Laura sambil manggut manggut


" aaa michele bolehkah aku mengambil foto dengan mu " ucap Laura dengan ragu


" tentu " Michele mendekat ke arah Laura . Mereka pun berfoto dengan sangat mesra.


" aku mau kau berfoto dengan meminum kopi mu "


" baiklah " Michele mengambil kopinya dan berpose seakan sedang meminum kopi . Laura mengambil angel dari samping dan foto itu tampak misterius. Setelah mendapat foto yang bagus Laura mempostingnya di akun media sosial yang ia miliki.


" Michele "


"hem " Michele menoleh ke arah Laura dan menatapnya dengan lekat


"kenapa kau memilihku "


" ya karna kau beda dengan gadis lain "


" hanya itu saja" Laura belum puas dengan jawaban Michele


" banyak tapi aku memilih tidak memberi tahu mu laura "


" baiklah "


Tak berapa lama dari luar terdengar bunyi mobil . Jhonatan masuk ke dalam rumah .Dan mencari di mana kakak nya berada.


" kak " sapa Jhonatan


" kau sudah pulang dimana paman Simmo .?" Michele mengedarkan pandanganya mencari pamannya itu.


" sepertinya kita harus bicara "


" baiklah, Laura tidurlah aku akan berbicara sebentar dengan Natan " .Michele mengelus puncak kepala laura dengan lembut dan meninggalkanya sendiri.


Michele dan Jhonatan pergi ke ruangan kerja .


" ada apa Natan "

__ADS_1


" kak sepertinya kau harus berhati hati mulai sekarang dengan paman kurasa ia mengincar sesuatu darimu " ucap Jhontan


" kau bicara apa Natan aku sudah mengenalnya dari kecil bagaimana bis akau mencurigainya.?" ucap Michele ia seakan tidak percaya dengan ucapan Jhontan.


" baiklah jika memang kau tak percaya kak terserah kau saja tapi setidaknya kau harus tau ada ular di dalam rumahmu " Jhontan langsung pergi meninggalkan Michele dan masuk ke kamarnya.


Michele tahu betul bagaimana sifat adiknya itu . Ia tak akan pernah curiga dengan orang lain jika memang orang itu tidak berbahaya.


" apa yang sebenarnya terjadi" Michele memijat pangkal hidungnya. Kepalanya kini sangat pusing.


" aku harus mencari bukti tak ku biarkan tua bangka itu menyakiti keluarga ku atau jangan jangan dia terlibat atas pembunuhan papa lukasz dan mama Sandra " Jhontan lalu mengambil ponselnya dan menelfon orang di sana.


" halo telusuri kasus pembantaian keluarga Morrone secepatnya "


"...."


" aku tidak mau tahu kau harus mencarinya dan apakah paman Simmo terlibat dalam kasus ini sedikit apapun informasi yang kau punya cepat hubungi aku " Jhontan membanting ponselnya dan ngusap wajahnya dengan kasar.


" apa sebenarnya motif dia untuk menjodohkanya dengan Kak Mìchele." .


🦋


🦋


Kilau sinar matahari menerobos gorden kamar Laura. Ia mengerjabkan kedua matanya dan kaget dengan tangan besar yang menģalung di perutnya. Siapa lagi pemiliknya jika bukan Michele. Laura mencoba melepaskan tangan michele tapi sangat berat.


" Michele bangunlah ini sudah siang " Laura menepuk pipi Michele dengan lembut tapi sang empu tidak bergerak sedikitpun.


Deñgan sedikit tenaga Laura berhasil membebaskan dirinya dari tangan Michele. Ia segera membersihkan diri dan turun ke dapur membuat sarapan untuk mereka bertiga.


" hay " Laura menyapa pria blasteran korea itu . Tapi sayangnya Jhontan hanya diam dan langsung duduk di kursi meja makan .


" dimana kak Michele " tanya Jhontan dengan dingin


" dia masih tidur "


Tanpa Ba Bi bu Jhontan langsung naik ke kamar tempat Kakaknya tidur dan menutup pintu dengan keras.


" hah dia memiliki wajah yang sangat seram uuh astaga aku merinding " Laura bergidik dengan ngerinya . Tak ingin berlama lama ia segera menyelesaikan acara membuat sarapan yang telah tertunda. .


Tiga puluh menit kemudian Micele dan Jhontan telah turun kini Michele telah rapi dan sangat tampan dengan setelan kemejanya. Ia lalu menghampiri Laura yang sedang menata makanan di Meja dan mengecup kening laura dengan lembut.


" apa yang kau buat sayang.?" sambil mengecup Kening laura.


" apa yang kau lakukan Michele ada adikmu aku malu " Laura malu jika di lihat Jhontan dengan sorot matanya yang sangat tidak bersahabat.


" siapkan pesawat Natan kita pulang hari ini ,Kita sidah meninggalakn kantor cukup lama " tukas Michele sambil memakan sarapanya.


" ya " Natan menjawabnya dengan singkat


" dimana paman Simmo .?" Michee mengambil ponselnya dan mencari nomor paman Simmo . Belum sempat ia menelfon sang paman sudah berjalan masuk ke dalam rumah.


" halo selamat pagi semua" Sapa pria itu

__ADS_1


" dari mana saja paman ?" Tanya Michele penuh selidik


" aku tidur di Hotel Michele badan ku sangat lelah " Paman Simmo bergabung di meja makan dan ikut sarapan bersama.


" kapan kita pulang .?" tanya paman


" setelah sarapan selesai kita kembali ke Roma " tukas Michele.


Sementara Jhontan menatap Paman Simmo penuh kebencian karna sudah tidak tahan dan ingin membanting apapun yang ada di dekatnya Jhontan memilih pergi dan menyudahi sarapannya.


" aku akan ke bandara dan menyiapkan Pesawat permisi " Jhontan langsung pergi membawa tas yang ia bawa dan mobil.


" kenapa dengan anak itu bahkan sarapanya saja dimakan setengah" batin Laura


Michele dan paman simmo melihat Jhontan dengan heran tidak biasanya pria muda itu bersikap seperti itu.


" kau terlalu memanjakan nya Michele " ucap Paman simmo


" tidak paman mungkin ia sedang banyak masalah, Ayo sayang selesaikan sarapan mu dan berkemaslah " ucap Michele sambil melirik Laura.


Selesai sarapan Laura segera membersihkan Tempat makan masih tersisa sedikit Sandwich tanpa pikir panjang Laura memasukannya ke wadah bersih dan tertutup menaruhnya di dalam tas yang ia bawa. Ia ingin memberikannya pada Jhontan . Tak lupa ia juga membuatkan Kopi untuknya.


🦋


Ke tiga orang itu kini telah sampai di bandara.


" masuklah sayang aku akan mengangkat telfon sebentar " ucap Michele sambil mengelus pucuk kepala Laura dengan lembut.


Laura masuk ke pesawat dan melihat Jhontan yang duduk di tempatnya dengan menggunkan kaca mata hitam yang menambah ketampanan nya. Tidak di pungkiri memang Jhontan sangat tampan.


Laura duduk di seberang Jhonatan dengan tenang ia mengeluarkan kotak makan yang ia bawa dan juga kopi .Laura mentowel towel lengan Jhontan .


" ada apa " ketus Jhontan ia memperbaiki jasnya.


" kau belum makan,makanlah ini " Laura menyerahkan kotak itu.


" tidak mau aku tidak lapar " ketus Jhontan .


" ayolah kau akan sakit makanlah separuh saja jika kau tidak mau hargailah pemberian ku hem" ucap Laura sambil memberikan kotak itu sambil tersenyum.


Dengan terpaksa Jhontan menerima kotak otu dan membukanya Sandwich dengan saos tomat yang di bentuk wajah tersenyum. Untuk sesaat Jhontan tersenyum dengan kaku ia ingat saat ia sedang kesal dulu saat ia masih kecil Sarah sering membuatkanya sendwich yang di beri saos tersenyum.


Jhontan memakanya dengan pelan air matanya ingin jatuh saat itu juga. walau seorang laki laki tapi perasaan nya begitu halus tangannya bergetar sembari memasukkan roti itu ke mulutnya. Laura mempuk pundak Jhontan dengan lembut dan memberikan air mineral padanya..


" thanks Laura "


Laura tersenyum dengan hangat. Tidak kaget jika Michele menyukai gadis ini dia sangat Baik hati dan juga penyayang .Di balik kacamata hitamnya Jhontan memandang wajah Laura yang sangat tenang dan damai .


" catik " batinnya


🦋


🦋

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2