RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Part 33


__ADS_3

Michele memutuskan untuk pulang ke mansionnya sebelum ke rumah sakit pikiranya sangat kacau saat ini tanganya terus mengepal dan giginya bergemeretak menandakan ia sangatlah marah hari ini. Ia menambah laju mobil mewah itu hingga sampai ke mansionya.


Michele segera masuk ke ruangan pribadinya mengambil alkohol dan menyesapnya dengan penuh ambisi ia terus menerus meneguk cairan berbau pengar itu sampai kepanya teramat sangat pusing.


Michele menangis sesengukan di sofa besar miliknya. Ia tak kuasa menahan tangis yang ia tahan sedari tadi bagaimanapun ia juga manusia biasa kehilangan orang kepercayaa serta orang terdekatnya membuat ia frustasi.


" bagaimana bisa ini semua terjadi padaku apa salahku terhadap dunia apa " seorang michele yang tegas dan selalu di takuti semua orang kini berada pada titik terendahnya.


Michele menengak allkohol itu hingga banyak botol berserakan di meja yang berada di depannya ia merasa dunia tak pernah adil terhadapnya.


🦋Di rumah sakit.


Laura ketiduran saat memainkan ponselnya Alice masuk sebab ingin memeriksa Jhontan .


" cepatlah sadar natan banyak orang yang sayang kepadamu termasuk aku " lihir Alice tak terasa bulir airmatanya mengalir begitu saja dari kedua matanya. Alice mengusapnya dengan kasar ketika ia ingin pergi tangan Jhontan meraihnya dengan cepat.


Jhontan sebenarnya sudah sadar sedari tadi dan melihat Laura yang tertidur pulas di sofa yang lumayan jauh dari tempatnya. Ia tak tega melihat kakak iparnya itu hingga ia mendengar Dokter Alice masuk ke ruanganya.


" maaf kau sudah sadar aku akan memeriksa anda " Alice segera melepaskan genggaman tangan Jhontan dan memeriksa pria itu.


" syukurlah tuan anda sudah melewati masa kritis jaga kesehatan anda walaupun anda sibuk luangkan waktu untuk beristirahat " tutur Dokter Alice


Jhontan terus mendengarkan alice dan memandang dokter muda itu lalu tersenyum ia menarik tangan Alice dan mendekatkan wajahnya.


Jhontan menghapus bekas air mata yang masih ada di pelupuk mata Alice.


" jangan pernah bersedih Alice kumohon " ucap jhontan.Dengan berani ia mendekatkan wajahnya ke arah dokter alice dan mencium bibir dokter itu dengan lembut.


Alice membelalakkan kedua matanya untuk sesaat ia menikmati kecupan Jhontan hingga ia terbuai ,Jhontan yang mendapatkan balasan terus memanggut Alice seorang meminta lebih dan lebih.


Jhontan menekan tengkuk Alice ingin memperdalam ciumanya mereka berdua terhanyut dalam ciuman pertama merekA . Hingga dering ponsel Laura membuyarkan mereka.


kringg,,,kringg,,


Laura mengambil ponselnya dan mengeser tombol hijau di sana bisa di pastikan nyawa Laura belum terkumpul saat ini


" emm ya ada apa ?" tukas Laura sambil memejamkan matatanya.


" maaf nona tuan Michele pulang lalu masuk ke dalam ruang pribadinya hingga saat ini belum keluar " ujar di seberang


" ha ya ya aku akan pulang sebentar " Laura mengerjabkan kedua matanya melihat sudah ada dokter Aluce dan natan yang sudah sadar.


Mereka mematung seakan telah ketahuan melakukan sesuatu. Laura mendekati jhontan


" kau sudah sadar syukurlah aku akan kembali nanti dokter alice aku titip natan ya " ujar Laura


" apa yang terjadi kak" tanya natan

__ADS_1


" kakak mu mungkin sedang ada masalah Pak Lee menelfonku bahwa kakak mu berada di ruanganya dan belum keluar sedari tadi membuat aku khawatir "


" mungkin dia sedang minum kakak cepatlah pulang sebelum ia menggila " jelas natan ia sangat faham sifat kakaknya itu


" hem baiklah cepatlah sembuh aku pergi dulu dokter saya permisi "


Laura berlari keluar ruangab dan memesan taxi online tak butuh waktu lama Taxi sudah menunggunya di depan rumah sakit.


Laura segera memberikan alamatnya dan pulang ke mansion.


" maaf bisa lebih cepat " tukas Laura kini oa sangat khawatir dengan keadaan michele


" baik" pak sopir menambah kecepatan kendaraan itu.


Mobil telah sampai di mansion penjaga membukakan pintu dan menyuruh mereka masuk. Selesai membayar Laura segera berlari masuk ke dalam rumah dan menemui pak Lee yang berdiri di depan kamar itu.


" dimana Michele " ucap Laura dengan nafas ter rnggah enggah


" ada di dalam nona ini kunci nya tuan mengunci diri di dalam sana anda bisa membukanya "


Laura segera membukanya dan masuk ke dalam ruangan itu bau alkohol bertebaran dimana mana. Laura mendapati Michele tengah memegang botol alkohol dan terus menengaknya hingga tandas lalu membuang botolnya dan mengambil lagi.


Laura mencoba mendekati suaminya dan duduk di sebelahnya.


" tenangkan dirimu " Laura merebut paksa botol alkohol yang michele pegang .


" apa kau mau mati " ucap Michele.


Deg


Laura begitu takut saat ini tapi jika ia tak melakukanya semua ini bahkan bisa lebih parah.


" silahkan jika kau tega membuhuh istrimu sendiri lakukan Michele " ujar Laura


" kau menantang ku ha " michele mengeluarkan senapanya dan mengarahkanya pada laura.


" kau mau keluar atau kau akan mati di sini " pinta Michele


Keringat dingin membanjiri tubuh laura ia begitu takut untuk berdiripun rasanya sangat sulit saat ini lututnya bergetar matanya mengeluarkan buliran airmata.


" kenapa kau menjadi seperti ini michele aku tahu kau menderita tapi kumohon jagan lakukan semua ini michele ini semua tidak akan mengobatimu tapi akan terus menghancurkan hidupmu bukankah kau yang mengatakan padaku untuk tetap kuat " ucap Laura


" ck siapa kau mengaturku berhentilah omong kosong dan pergilah dari hadapanku " jiwa iblis Michele seakan menyelimuti hati dan fikiranya bahkan ia tak menyadari siapa lawan bicaranya saat ini.


Michele telah siap menarik pelatuk dengan senyuman sentanya yang telah mengubah pola fikirnya.


Laura memejamkan kedua matanya ia hanya pasrah jika harus mati saat ini .

__ADS_1


Fabio berlari masuk ke ruangan itu dan menarik pistol itu hingga menembak perutnya.


dorrrrr..


" tu tuan " Fabio jatuh tergeletak di hadapan Michele


" aaaaaaaaaaaa" Laura berteriak dengan histeris


Michele mendapatkan kembali kesadarannya ia melihat Laura yang menutup telinganya dan melihat Fabio yang tergeletak bersimba darah di hadapanya dan pistol yang masih berada di tanganya.


Michele mengusap wajahnya dengan kasar ia keluar dan memanggil pak Lee menyuruhnya memanggil Ambulans


Tak butuh waktu yang lama Ambulans datang dan membawa Fabio.


Michele mendekati Laura dan memeluknya dengan erat Laura menangis sejadi jadinya ia memukul dada bidang Michele dengan keras tubuhnya bergetar dengan hebat .


" maafkan aku Laura maafkan aku " Michele mencium kepala Laura bertubi tubi ia terus menghawatirkan keadaan fabio yang kini tergeletak tak berdaya di IGD.


Dokter segera membawa fabio ke kamar operasi sebab pendarahan begitu hebat di perutnya dan peluru masih bersarang di perutnya .


Fabio kehilangan banyak darah kondisinya dalam keadaan begitu kritis.


Alice melihat kegaduhan yang terjadi di sana ia mendekat dan mendapati pasien yang rasanya ia lumayan kenal.


" segera lakukan operasi jika terlambat korban bisa meninggal keadaanya sangatlah kritis " ucap dokter Daniel


" alice ikut aku operasi "


" baik "


Setelah Laura cukup tenang dan menguasai situasi ia membuaka matanya dan melihat Michele yang memeluknya dengan erat ia juga melihat darah di depan meja .


" apa yang terjadi michele apa yang terjadi " ucap Laura sambil sesengukan


" akan ku jelaskan nanti sekarang ayo bersihkan dirimu dan kita kerumah sakit fabio terluka " ucap Michele


"laura Maafkan aku aku begitu kalut dalam masalah ini " ucap Michele


" dengar aku jangan kau pendam masalah yang kau miliki Michele ini akan menjadi Bumerang untuk dirimu sendiri kontrol dirimu kontrol amarah mu lihat karna ego mu orang lain terluka karna mu " tutur Laura


" ayo bersihkan dirimu kita ke rumah sakit bersama" Laura membawa michele ke kamar dan membersihkan diri mereka setelahnya mereka pergi ke rumah sakit menjenguk natan dan menunggu fabio.


🦋.


.


🦋Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2