RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Part 7


__ADS_3

Setelah melalui penerbangan yang sangat lama hampir 15 jam Laura sampai di bandara Korea selatan ia segera mencari taxi dan menuju rumah kakek dan neneknya di Busan di perjalanan ia hanya diam dan termenung.


kurang lebih tiga puluh menit Laura sampai di rumah kakek dan neneknya ia menyeret tasnya untuk masuk rasanya kakinya sangat lemas. Sanak saudara yang melihat Laura segera berlari dan memapah gadis cantik itu.


Air mata menetes tanpa kendali dari kedua mata indah nya. Kakek dan neneknya telah di kremasi oleh para saudara Laura ia hanya dapat melihat foto kedua orang yang telah membesarkanya dari ia kecil .


" kenapa nenek dan kakek meninggalkan ku " Laura menangis sejadi jadinya dunianya Runtuh dan hancur ia tak punya siapa siapa lagi di dunia ini ..


" sabar Laura sabar " ucap salah satu bibi Laura


" bagaiman ini bisa terjadi bibi, " tanya Laura


" kakek mu satu tahun ini menderita stoke dan tak ingin memberi tahu mu karna ia takut kau akan khawatir dengan keadaanya . Kemarin nenekmu sedang pergi ke dapur untuk mengambilkan sarapan kakekmu tapi ia terpeleset dan kepalanya terbentur meja dan mengeluarkan banyak darah ,


kakekmu yang mendengar suara di dapur ingin membantu nenekmu tapi rem kursi roda di kakinya terinjak dan dia jatuh di bawah tangga maafkan bibimu ini Laura maafkan aku" Bibi laura menangis tersedu sedu ia memang jarang mengontrol nenek dan kakek Laura karna ia juga mempunyai bayi kecil.


" sudahlah bi memang ini takdir ini juga salah Laura jika saja Laura tak meninggalkan kakek dan nenek pasti mereka masih hidup dan ada bersama kita hikss ...hiksss... hikss " tangis Laura bertambah pecah


"sudah lah ini memang takdir tidak ada yang perlu di salahkan sudah jangan menangis biarkan kakek dan nenek tenang di alam sana ayo Laura masuklah dan tenangkan dirimu masih ada ritual pemakaman yang harus kau ikuti " ucap salah satu paman Laura


Laura berjalan ke dalam rumah,rumah yang dulu penuh ke hangatan kini dingin dan seperti tiada kehidupan neneknya yang selalu menantinya pulang dan selalu memasak kan nya makanan favoritnya kini tiada lagi .


Laura sekilas melihat foto dimana ia kakek dan neneknya sedang berpose pada saat perayaan hari besar.


Lama sekali ia menatap foto itu hingga air mata membasahi kedua pipinya


" maafkan Laura nek , "sambil mengelus foto neneknya. Laura masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya kamar yang tertata rapi seperti terahir ia meninggalkan rumah itu ,ia segera berganti pakaian dengan Hanbok berwarna Hitam yang telah di siapkan bibi nya.


Acara berjalan dengan lancar. Setelah di bacakan doa doa Debu kremasi di bawa ke tempat yang telah di siapkan oleh pemerintah.


Laura kini berada di rumah sendirian rasanya sangat kacau tangis yang ia pendam selama satu hari ini kini tumpah di atas bantal itu.


Ia menangis sejadi jadinya batinya sangat hancur ia menangis sampai tertidur di kamar neneknya


DI ITALY


Waktu yang di berikan Michele telah selesai dalam waktu satu minggu Jhonatan berhasil mengumpulkan seluruh data yang ada di perumahan itu. .


tok tok tok..

__ADS_1


" masuk lah Natan "


" permisi tuan ini data yang anda minta tuan " ucap Jhonatan


" oke terima kasih " Michele yang masih berkukat dengan laptop di depanya sedikit melirik Jhonatan ia kaget bukan kepalang dandanan Jhonatan sangat berantakan ia memakai kaca mata yang tebal serta rambutnya seperti 7 hari tidak di bersihkan bajunya compang camping dan matanya sama dengan panda


" apa yang kau lakukan Natan kenapa dengan " Michele manggantung kata katanya ia menunjuk wajahnya


" aa saya belum mandi saya permisi " belum sempat Jhontan beranjak dari tempat ia berdiri ia pingsan dan membuat Michele panik ia memanggil Para pelayan dan membawanya ke kamar .


Saat masuk kamar Jhonatan semua orang sangat kaget banyak kertas bertebaran di mana mana dan gelas bekas kopi yang tertinggal di mana mana


" cepat baringkan dia dan bersihkan tempat ini " perintah Michele, Jhonatan sebenarnya pria yang sangat bersih dan rapi tapi apa yang terjadi denganya.


Michele segera memanggil dokter keluarga mereka untuk memeriksanya .


Selang beberpa menit dokter Alice datang ia adalah teman Michele saat sekolah dulu


" apa yang terjadi tuan Michele..?" tanya Alice


" entahlah tangani dia Alice " perintah Michele ia khawatir dengan keadaan Jhonatan bagaiman pun ia sudah menaganggap Natan seperti adiknya sendiri


" aku tak tahu Alice " ucap Michele


" dia dehidrasi berat dan kekurangan tidur kau jangan memperkerjakan dia seperti ini tuan ia bisa saja mati kau keterlaluan " Alice segera menyuntikan obat dan memberinya infus vitamin di tanganya.


Tak beberapa lama Lukasz dan Sandra masuk ke kamar Jhonatan, Mereka mendengar kegaduhan yang terjadi antara pelayan


" apa yang terjadi Michele " tanya Lukasz


" aku tak tahu ayah " Michele jujur


" oh tidak anak ku yang malang " Sandra menghampiri Jhonatan dan mengelus kepala anak laki laki itu dimatanya Michele dan Jhonatan hanya anak kecil yang sangat lemah


" apa yang terjadi Alice bagaimana keadaanya ..?" tanya Sandra bertubi tubi


" dia hanya kelelahan dan kekurangan cairan saja nyonya sudah ku suntik kan obat dan vitamin untuknya kita tunggu saja dia sadar " ucap Alice menenangkan Sandra


" Aku akan ke ruang kerjaku dulu ayah panggil aku jika terjadi sesuatu " Lukas menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Michele meninggalkan Kamar Jhonatan dan kembali ke ruang kerjanya ia menyambar kertas tebal berisi data data orang itu dan mulai membaca satu persatu nama di antara buku tebal itu


" pantas Natan sampai pingsan " Michele membolak balikan kertas kertas itu .


Tak beberapa lama Jhonatan sadar


" air air" Sandra mengambil gelas di nakas dan meminumkan Air pada Jhonatan


" minumlah nak pelan pelan " ucap Sandra. Inilah yang membuat Lukasz sangat mencintai Sandra ia pribadi yang baik dan tidak membeda bedakan mana anak angkat dan anak kandung.


" Aku lelah bu " ucap pelan Jhonatan


" istirahatlah nak lihat mata mu sampai hitam seperti ini hilang sudah ketampanan anak ibu " ucap Sandra tulus ia mengelus wajah Jhonatan dengan penuh kasih sayang .


" sayang biarkan Dia istirahat ayo kita keluar " ajak Lukasz .


" Dokter Alice tolong periksa anak ku sekali lagi " perintah Lukasz


" baik tuan " Alice segera memeriksa tubuh Jhonatan dengan hati hati


" detak jantung dan darahnya sudah normal tuan ini obat yang harus di minum tuan Jhonatan bila dia sudah bangun jika ada yang belum anda mengerti anda bisa menelfon saya kalau begitu saya permisi tuan,nyonya " ucap Alice


" aku akan mengantarmu " ucap Sandra mereka pun keluar dari kamar Jhonatan dan mengantarkan Alice sampai pintu utama


" entah pekerjaan apa yang di berikan Michele pada Natan sampai ia sakit seperti ini " ucap Sandra sedih


" sudahlah sayang dia pasti kelelahan bisakah kau membuatkan ku kopi " ucap Lukasz menenangkan istrinya


" baiklah " Sandra berjalan ke arah dapur dan membuatkan kopi untuk suaminya ..


BERSAMBUNG


like


komen


vote


thanks

__ADS_1


__ADS_2