RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Part 55


__ADS_3

Pagi ini tingkah Michele begitu aneh ia bolak balik ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi di perutnya hingga Laura bingung .


"sayang kau baik baik saja.?" Laura memijat tengkuk Michele dengan lembut mengoleskan minyak agar tubuh Michele hangat.


tapi belum ada lima menit Michele kembali ke kamar mandi dan pingsan di sana Laura beteriak melihat suaminya yang tergeletak di kamar mandi ia berlari ke bawah dan mencari pertolongan disana tepat sekali Jhonatan baru saja pulang joging.


"Natan tolong aku Michele pingsan" teriak Laura.


Jhontan segera berlari menaiki tangga dan mengangkat tubuh besar Michele ke ranjang ia sangat pucat


"apa yang terjadi" Suara Natan seolah meninggi membuat Laura takut


"a aku tidak tahu dia muntah muntah dan pingsan " Laura menangis melihat Jhontan yang membentak dirinya.


Jhonatan segera menelfon Alice dan menyuruhnya segera ke mansion.


Tak butuh waktu lama Alice sampai di mansion keluarga Morrone ia segera di antar naik oleh pelayan yang sudah menunggunya.


Alice memeriksa tubuh Michele dengan teliti .


"apa dia makan makanan yang bahaya sebelumnya.?" Alice menatap Laura yang terlihat terisak di samping ranjang.


"tidak dia bahkan tidak makan apapun setelah tadi malam dan aku tak tahu apapun" suara Laura tampak bergetar


"baiklah kita bawa saja ke rumah sakit ada alat yang lebih lengkap di sana" Alice mengemasi barang barangnya dan berbicara pada Jhontan.


Jhonatan mengangkat tubuh besar Michele di bantu beberapa pelayan dan memasukkanya ke rumah sakit mereka berangkat ke rumah sakit yang tidak jauh dari Mansion. Michele di masukkan ke dalam ruangan yang penuh dengan alat alat dokter dan juga tabung yang begitu besar.


Beberapa saat kemudian hasil pemeriksaan Michele telah keluar Alice menjelaskan bahwa tidak ada penyakit apapun di tubuh Michele karna dia termasuk orang yang sangat teliti soal makanan dan kesehatan


"lihatlah aku tidak menemukan penyakit apapun " Alice menatap tubuh Laura sesaat lalu mendekati wanita cantik yang masih menggunakan piayama tidur itu.

__ADS_1


"nona apa anda sudah datang bulan tanggal ini.?"


"a aku tidak yakin tapi sepertinya belum " Laura tertunduk malu dan menyembunyikan wajahnya.


"ah apa anda pusing atau sebagainya mual mungkin.?" imbuh Laura


"ti tidak "


"sepertinya aku tahu aku akan panggilkan teman ku dulu permisi" Laura keluar ruangan dengan senyum yang mengembang dan memanggil temannya yang merupakan dokter kandungan.


Laura mendekati ranjang Michele dan mengusap wajah pria itu dengan lembut ia melihat Michele dengan wajah pucat pasi beberapa hari ini yang membuatnya kasihan dan sekaligus bingung dengan apa yang suAminya itu perbuat ia selalu tak ingin jauh dari Laura dan langsung mual bila berdekatan dengan orang lain selain Laura.


"I'm Sorry " Laura mencium tangan Michele berkali kali bahkan ia sampai menangis . Michele tersadar dari pingsanya dan menyadari istrinya yang sesengukan menangis di bawah sana.


Michele bangun dari tidurnya dan duduk untuk menghilangkan pusing di kepalanya lalu menarik tubuh kecil Laura kepelukànya.


"siapa yang membuat mu menangis hem" Michele membelai wajah kecil Laura dengan jarinya.


Tak berapa lama Jhontan masuk bersama dokter Alice dan rekanya mereka sontak menutup mata dan membalik tubuh mereka melihat pemandangan yang membuat mata mereka berdenyut tidak karuan.


"aaa maafkaan kami lanjutkan kegiatan kalian " ucap Jhontan yang malu bukan main bagaimana bisa mereka berbuat seperti itu tidak melihat kondisi dan situasi .


"aku sudah selesai kalian boleh berbalik" ucap Michele ia melepas pelukanya dan mengelus kepala Laura membenarkan rambut istrinya yang berantakan.


" ada apa ini..? kenapa aku disini ?" Michele kebingungan dan menatap keselilingnya .


Jhontan mendekat dan menceritakan semua yang terjadi beberapa jam lalu Michele mengangguk penuh arti.


"Baiklah mari nona Laura ikut kami " Alice mendekati Laura tapi Michele langsung merengkuh tubuh Laura dengan posesif.


"mau kau bawa kemana istri ku tak akan ku biarkan siapapun menyentuhnya" bentak Michele yang berhasil membuat orang yang ada di sana berkeringat dingin.

__ADS_1


"Maaf tuan kita harus melakukan pemeriksaan agar tuan tahu apa penyakit anda ?" jelas Alice


" jika ada masalah dengan tubuh ku menagapa kau tidak memeriksa ku dan malah memeriksa Istriku ha tidak masuk akal dan sangat konyol." Michele tersenyum miring


"ayolah kak biarkan saja hanya butuh waktu lima menit tidak lama ayolah " Jhontan yang sudah jengah melihat kondisi itu memilih membuka suara.


Michele menatap wajah Laura lalu wanita itu mengangguk tanda setuju dengan berat hati Laura ia lepaskan dan meninggalkan mereka menuju kamar mandi.


Disana Alice memberikan wadah kecil dan sebuah tespack. Laura bukan wanita bodoh jadi ia hanya tersenyum lalu masuk ke dalam dan memasukkan alat itu ke urin miliknya lalu keluar dan memberikan alat tipis itu ke Alice.


Dua dokter muda itu lalu melihat alat itu dan tersenyum lebar penuh arti mereka keluar dan menuju tempat Michele Dan Jhontan berada.


" baiklah hasilnya sudah keluar selamat tuan Michele anda akan menjadi seorang ayah selamat" Ucap Alice.


Michele mengganga tidak percaya dan menatap Laura yang juga kebingungan di buatnya.


"a aku hamil" Laura menunjuk dirinya dengan jarinya


"ya anda kita akan melakuķan Usg untuk mengetahui usia kehamilan anda selamat nona" ujar teman Alice.


" sa sayang aku hamil" Laura menangis terhatu dan memeluk Michele yang masih terpaku dengan kenyataan ini . Ia lalu memeluk Laura dengan erat dan menciumi wajah Laura secara nertubi tubi hatinya begitu sangat bahagia saat ini .


"terima kasih Tuhan " Michele memeluk Laura dengan erat


🦋


🦋🦋


🦋🦋🦋


🦋Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2