RESTA CON ME BABY..

RESTA CON ME BABY..
Penghianatan yang terlihat.


__ADS_3

Sinar mentari menyusup melalui celah celah gorden kamar Michele dua orang yang tengah terlelap terganggu suara teriakan serta ketukan pintu yang begitu keras dari pintu kamar mereka.


" tuan tuan " panggil seseorang di luar kamar.


" issshh apa sih ganggu aja" Laura bangun lalu berjalan membukakkan pintu untuk orang tersebut


" ada apa " suara serak khas orang bangun tidur laura masih setengah sadar.


" itu nyonya maaf menganggu Tuan natan pingsan " ujar fabio


" ha pingsan katamu ya ya aku akan turun sebentar " Laura masuk ke kekamarnya dan membangunkan michele.


" sayang bangun natan pingsan " laura menepuk pipi michele dengan pelan


" apa " michele terhentak dan langsung mengambil kaos dan juga celana jogerpantsnya lalu berlari turun ke bawah.


Ia berlari ke kamar jhontan di susul Laura yang masih menggunkan baju tidurnya.


" apa yang terjadi fabio" tukas michele ia mendekati adiknya dan menyentuh dahinya


" aw panas sekali cepat telfon dokter Alice " perintahnya


" baik " Fabio menelfon dokter alice dengan terburu buru hingga ia tersandung dan hidungnya menatap pojok meja yang mengakibatkan dia mimisan.


" aaaa sial " fabio mengambil tisu dan menyumpat hidungnya lalu menelfon dokter alice.


.


sekitar lima belas menit dokter alice datang dengan tergopoh gopoh ia bahkan terlihat barusaja bangun. Rasa khawatirnya terhadap Jhontan melebihi apapun.


Alice masuk ke kamar jhonatan sampai sampai ia mendorong tubuh besar Michele yang tengah duduk di samping jhontan.


Alice segera memeriksa denyut nadi hingga detak jantung Jhontan.


" detak jantungnya sangat lemah ia juga dehidrasi berat dan badannya saja sangatlah panas lihat kulitnya saja sampai pucat kita harus membawanya ke rumah sakit tuan " ucap Alice kondisi jhontan benar benar memprihatinkan


" kalau begitu ayo " Michele segera keluar dan menyuruh sopirnya menyiapkan mobil.


Michele masuk dan membopong tubuh jhontan memasukkanya ke dalam mobil di susul dokter alice.


" sayang kau bisa menusul aku nanti bersihkan dirimu dulu" michele mencium pucuk kepala laura lalu pergi dengan cepat.


Laura masuk ke dalam rumahnya ia melihat fabio dengan tisu penuh darah di kedua lubang hidungnya.


" aaaa apa yang kau lakukan " Laura berteriak melihat Fabio yang begitu aneh.


" maaf nyonya hidung ku terbentur meja aku mimisan"


" ayo aku obati kau terlalu ceroboh " Laura berjalan mengambil kapas di kotak P3k di lemari


" oleskan ini biasanya aku memakai ini jika mimisan " laura memberikan kapas yang telah di beri sedikit cairan obat . dengan patuhnya fabio memasukkan kapas itu ke hidungnya


Dan benar saja ia merasa darahnya sudah tidak menetes lagi.


" apa nyonya akan ke rumah sakit " tanya fabio


" ya tunggu aku aku akan mandi sebentar" Laura meninggalkan Fabio yang masih memegangi hidungnya dan pergi ke kamarnya


" pantas saja bos tergila gila dengan gadis itu dia baik cantik sexy lagi " gerutu fabio yang melihat Laura berjalan menaiki tangga menuju kamar..


.


.


Alice terus memandangi wajah jhontan yang pucat ia mengusap wajah Jhontan yang tegas itu tak terasa bulir air matanya terjatuh di pipi jhontan. Alice mengusapnya dengan segera.


Tak berselang lama mereka sampai di rumah sakit suster segera membawa Jhontan menuju ruangan UGD dan memeriksanya.


hampir lima belas menit baru alice dan suster lainya keluar.


" bagaimana alice apa adikku baik baik saja " michele langsung berdiri dan bertanya pada alice.


" dia sudah melewati masa kritisnya tuan dehidrasinya sangat parah sehingga cairan di dalam tubuhnya sangat sedikit berikan dia waktu untuk penyembuhan dia sudah dua kali seperti ini jika ini berlanjut nyawanya bisa terancam " jelas Alice.

__ADS_1


" bolehkah aku melihatnya .?"


" sebentar tuan kami akan memindahkan tuan jhonatan terlebih dahulu baru anda bisa menjenguk pasien "


" baiklah berikan yang terbaik untuk adikku" ada rasa bersalah di dalam diri Michele ia selalu menyusahkan adiknya itu.


" kasihan dia".


.🦋


🦋


Michele kini telah duduk di sofa menghadap tempat di mana jhontan terbaring sedari tadi jhontan belum sadarkan diri tubuhnya tertancap infus dan juga alat bantu pernafasan .


Michele mengusap wajahnya dengan kasar. Pintu terbuka Laura dan fabio masuk ke dalam.


" bagaimana keadaanya sayang .?" laura mendekat ke arah suaminya


" dia belum sadar laura dehidrasinya sangat parah aku salah menyuruh ia bekerja terlalu keras bahkan dulu aku sudah berjanji pada ibu untuk menjaga natan " tutur michele


" ini bukan salahmu michele " laura memeluk suaminya dan menenangkan nya.


" bos bangunlah aku akan memberikan mu kejutan " bisik fabio


" fabio bagaimana dengan anak cabang .?" michele menatap fabio


" kondisi sangat baik tuan tidak ada yang perlu di khawatirkan" ucap Fabio


" baiklah aku percaya padamu "


" em tuan apa anda tahu " ucap fabio tiba tiba ia ingin memberi tahukan apa yang ia temukan kemarin


" apa "


" ada yang ingin aku bicarakan " Fabio mengajak michele untuk keluar bersamanya.


" sayang sebentar aku akan kembali " ucap Michele


mereka berjalan ke arah taman yang lumayan jauh dari ruangan Jhonatan.


" tuan apalah anda tahu dalang di balik pembunuhan orang tua anda " ucap Fabio tanpa basa basi.


" Dave kan"


" maaf tuan aku ingin memberi tahumu tapi anda harus menerima nya dalang pembunuhan orang tua anda adalah paman anda sendiri paman simmo . Tuan jhontan pernah mengatakan pada anda kami terus menggali apa yang terjadi malam itu dan anda tahu siapa yang terakhir menelfon tuan Lukasz itu adalah paman Anda." jelas fabio


" tidak tidak mungkin "


" terserah anda mau percaya atau tidak tapi ini buktinya " fabio menyerahkan ponselnya yang berisi rekaman suara paman simmo saat ia menelfon Luca juga saat ia berada di pemakaman tuan lukasz kemarin.


" dia ingin membatalkan pernikahan anda dan nona Laura tapi Tuan jhontan menyuruh saya dan anak buah kami untuk menawan Paman anda saya menemukan jas berlumuran darah dan setelah kami melakukan tes ternyata itu darah ayah dan ibu anda "


jedarr


bagai tersambar petir di siang hari Michele langsung terduduk lemas di bangku taman itu tanganya meremat ponsel tipis itu .


" bagaimana bisa kalian menyembunyikan hal sebesar ini dariku " michele menatap fabio dengan kilatan amarahnya .


" sebab anda tidak akan percaya tuan '"


" ayo kita pergi ke rumah tua bangka itu kita habisi dia " Michele berjalan menuju mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sakit itu..


" kenapa mereka lama sekali " Laura mengusap ponsel tipisnya dan menelfon seseorang disana.


" halo dimana kalian sudah hampir satu jam kalian tidak kembali apa ada masalah ?"


[" maaf sayang aku ada urusan jika natan sudah siuman kabari aku "]


" baiklah berhati hatilah " sambungan telfon terputus


" aneh sekali kenapa tiba tiba pergi " laura memainkan ponselnya dan melihat jhontan yang sedari tadi belum sadar.


.

__ADS_1


.


🦋 Di rumah paman simmo


" aku harus segera pergi dari rumah ini kalau tidak aku akan mati " paman simmo segera mengemasi baju bajunya dan membawa pasportnya ia bergegas lari ke keluar rumah tapi naas Michele telah berdiri di depan pintunya.


" hay paman kemana paman akan pergi" michele berpura pura seakan tidak terjadi apa apa


" ah mi michele apa yang terjadi " paman simmo sampai berkeringat dingin di buatnya ucapanya pun terbata bata


" aku ingin mengunjungi paman sedari kemarin paman tidak datang ke mansion bahkan pernikahan ku " michele terus berjalan ke dalam dan membuat paman simmo terus mundur masuk ke dalam rumah.


" ah i itu michele paman sakit ya paman mu ini sakit " jawab paman simmo dengan gugup


" a seperti itu bagaimana jika kita ke rumah sakit aku takut jika harus kehilangan paman karna hanya pamanlah satu satunya keluarga ku " michele menegaskan kata keluarga di perkataanya.


" michele sebenarnya apa yang kau inginkan .?"


" tidak ada hanya aku heran saja bagaimana bisa seorang kakak membunuh adiknya sendiri karna adiknya tidak menyetujui keinginanya " Michele mengambil senapanya dan mengisinya dengan peluru.


" paman tahu bagaimana rasanya kehilangan orang tua bukan sebab kakek dan nenek juga meninggal saat ayah dan paman masih kecil . Tapi bagaimana bisa paman membunuh adik paman sendiri hanya karna ingin menguasai harta ayah ku . apakah kurang yang telah paman miliki selama ini bahkan ayahpun selalu membagi apapun yang ia miliki dengan paman dan ia selalu percaya apapun itu jika itu keluar dari mulut paman bisa bisanya paman berbuat seperti ini hah " Michele duduk di sofa yang menghadap langsung ke arah pamanya yang tengah berdiri bersandar tembok dengan ketakutan.


" ma maafkan paman michele paman tidak sengaja "


" tidak sengaja paman bilang bagaimana mungkin pembunuhan yang kau rancang secara sempurna kau bilang tidak sengaja bahkan sekarang kau ingin menjadikan ku bonekamu " tegas Michele sambil menatap pamanya dengan intens


pria tua itu berlari ke arah michele dan berlutut di depanya.


" maafkan paman michele maafkan aku " ucapnya sambil terus memohon


" paman tahukan aku tidak pernah suka dengan kebohongan apalagi penghianatan ah dan satu lagi apa paman ingat wine dan anggur ku yang di curi saat di turkey..? dan ternyata aku baru tahu dalang semua ini adalah engkau paman ku tersayang . Aku sungguh tidak menyangka menemukan ular berbisa di dalam keluargaku " michele terus memainkan senapanya


" michele dengarkan aku itu tidak seperti yang engkau fikirkan maafkan aku michele maafkan aku " paman simmo terus bersujud di kaki michele


" ucapkan selamat tinggal pada dunia yang fana ini paman aku yakin ayah dan ibu sangat kecewa melihat mu "


dorr..dorrr...dooorrr


tiga tembakan berdarang di jantung pria tua itu dan juga kepanya. Ia jatuh tergeletak dengan darah yang mengucur dari tubunya yang mulai menua.


Michele menangis mengingat apa yang terjadi pamanya yang selama ini ia percaya dan selalu berada di sisinya dimana pun ia berada bahkan tega menghianatinya secara terang terangan hal yang tidak bisa ia maafkan adalah bagaimana ia bisa dengan teganya membunuh kedua orang tuanya.


" bagaimana bisa paman kau tegA berbuat seperti ini " suara serak michele menggema di rumah besar itu.


setelah hampir satu jam berada di dalam rumah itu Michele akhienya keluar dengan noda darah di kaos yang ia pakai dan di kedua tanganya.


" fabio" panggil michele


" ya tuan " fabio berbalik dan melihat tuanya yang bersimba darah kaget dan ingin menjerit saja.


" urus mayat penghianat itu hapus semua data tentang dirinya dan hapus namanya dari keluarga Morrone aku tidak mau memiliki keluarga penghianat seperti dia " ujar michele


" baik tuan "


" baguslah aku akan pergi urus dia setidaknya beri dia pemakaman yang layak " ucap Michele sambil berjalan masuk ke dalam mobilnya.


" baik tuan "


" aku pergi "


Mobil Bmw keluaran terbaru itu meninggalakn pekarangan rumah Paman simmo dengan cepat .


Fabio masuk ke dalam rumah dan ia kaget melihat pria tua itu kini dalam kondisi yang sangat mengenaskan.


" ck bagaimana bisa seorang keluarga dekat bisa berbuat seperti ini sedangkan tuan Lukasz dan Tuan Michele begitu baik kepada setiap orang " Fabio mengambil ponselnya dan menelfon seseorang di sana.


🦋


🦋


🦋Bersambung...


mungkin di part ini ceritanya kurang menarik ku rasa tapi maaf aku sudah berusaha semaksimal mungkin aku mengikuti ide yang terlintas di kepalaku saja.

__ADS_1


terus dukung Author ya Raiders like dan komen di cerita aku


terima kasih semua 🥰


__ADS_2