
Acara mandi pasangan suami istri itu telah selesai . Laura menyiapkan baju untuk suaminya ia berencana anak ke rumah sakit siang ini dan mempir di kedai miliknya.
" sayang aku akan ke kantor siang ini ada rapat akhir bulan " Ucap Michele yang telah rapi dengan stelan Jasnya yang rapi .
" ya aku juga akan ke rumah sakit membawa pesanan Natan " ucap Laura sambil memakaikan dasi pada suaminya.
" sedikit menunduklah sayang aku tidak sampai" gerutu Laura.
" baiklah baiklah " Bukanya menunduk Michele justru mengangkat tubuh mungil Laura Tak jarang ia meremas dengan gemas bokong milik laura.
" sudah tampan sekali suamiku ini " ucap Laura sambil mengusap jambang milik Michele.
Cup.cup.cup.
Michele mencium seluruh inci wajah Laura dengan penuh kasih sayang.
" dan selamanya akan menjadi milik mu laura " ujar Michele.
" baiklah turunkan aku kita bisa telat jika seperti ini " Michele mengikuti perinta istrinya dan mereka turun untuk sarapan dan makan siang . ck perkasa sekali kalean berdua
Mereka sarapan dengan tenang dan haanya ada dentingan suara sendok yng saling beradu
" em sayang bolehkah aku mengunjungi kedai sebentar aku ingin melihat anak anak " ucap Laura
" em baiklah tunggu aku aku akan menjemput mu nanti selesai rapat sebelum aku menjemput mu jangan keluar tetaplah di rumah sakit kita akan bersama mengunjungi Kedai mu itu " jelas Michele.
" baiklah "
Michele dan Laura berangkat bersama dengan di antar sopir pribadi mereka sebelum ke kantor Michele mengantar Laura hingga rumah sakit hingga masuk ke kamar adik adiknya. posesif sekali anda bapak ga bakalan ada yang berani nyentuh istri anda lagian.
" sudahlah berangkatlah aku akan baik baik saja di sini ada Ajudan mu kan " ucap Laura meyakinkan Michele sebab sudah hampir satu jam tapi ia tak ingin pergi dari dirinya.
" ayolah laura aku khawatir padamu " rengek Michele ia selalu khawatir saat ini dimana pun ia selalu khawatir dengan keluarganya.
" aku baik baik saja sayang ayolah kau hampir telat tinggal tiga puluh menit lagi kau adalah pemimpin beri contoh baik pada bawahan mu oke mengerti " jelas Laura
" baiklah tapi ingat kataku "
" jangan pergi jangan tinggalakn tempat ini sebelum aku datang " ucap mereka secara bersamaan
Laura sampai muak mendengarkanya.
" baiklah aku pergi " Michele menghampiri Laura dan mencium kening Laura dalam waktu yang cukup lama.
" aku pergi "
'' ya ya pergilah " Laura mendorong tubuh besar Michele hingga pintu dan menutupnya..
Tidak ada pilihan lain Michele pun pergi dari rumah sakit itu dan menuju kantor miliknya.
.
.💮
Michele sekilas memandang gedung pencakar langit Miliknya itu lalu berjalan masuk dengan angkuh . Seluruh kariawan menunduk memberi salam . Lexy asisten pribadinya juga sudah ada di sana menyambut tuanya itu.
Mereka segera naik ke lantai para Ceo dengan menggunakan Lift pribadi milik Atasan
__ADS_1
" apa kau lihat betapa tampan dan gagahnya dia " puji kariawan perempuan di sana
" ck ingatlah dia sudah punya istri dan lebih cantik darimu " sindir pegawai lainya.
" ck kau ini menikmati milik orng lain tidak salah kau tahu ck aku iri sekali tapi aku sadar bahkan wajahku saja tidak ada apa apanya di banding istrinya " gerutu wanita itu.
.
Ting.
Lift berbunyi tanda mereka sudah sampai di lantai yang di tuju. Michele segera keluar dan masuk ke ruanganya. Dan duduk di kursi kebanggannya dengan melipat kakinya.
" ayo Lexy cepat atur rapatnya " peeintah Michele
" baik tuan ini ada beberapa berkas yang perlu anda tanda tangani" ucap Lexy.
" hm"
Lexy keluar ruangan dan Michele kini sibuk dengan berkas di tanganya lama tidak datang ke kantor membuat otaknya sedikit error tak jarang ia menyugar rambutnya untuk menghilangakn pusing nya.
" hah inilah resiko jika anda sering melimpahkan urusan ke kesertaris anda bapak " pov author *xixixxi
tok tok tok*.
"masuk"
" tuan rapat sudah siap anda bisa ke ruangan sekarang " ucap Lexy
" oke ayo pergi " Michele membawa berkasnya dan menuju ruang rapat dengan Para direksi.
Rapat berlangsung dengan menegangkan tak jarang Michele berteriak dan memarahi bawahanya karna di rasa terlalu lalai dan lelet dalam mengerjakan sesuatu.
" apa ini hah apa kalian kira karna aku tidak pernah ke kantor kalian bisa seenaknya bekerja dan berleha leha .Aku membayar kalian bukan untuk mengerjakan hal bodoh seperti ini dan salah dan lihat terakhir aku ke kantor tubuh kalian masih bersih dan rapi sekarang lihat perut kalian semua besar apa kalian kurang menerima bayaran dari kantor ku hingga kalian memakan uang perusahaan " tegas Michele ia sudah tidak tahan lagi.
"lexy berikan laporanya "
" ini adalah data orang yang berani berhianat dengan ku apa kalian ingat aku sangat tidak suka di hianati" ucap Michele sambil berjalan mendekati bawahanya
" jangan main main dengan ku jika kalian masih ingin hidup " ucapnya sambil merendahkan suaranya.
Membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu gemetar dan mengeluarkan keringat dingin di seluruh tubuhnya mereka ingat betul satu tahun lalu .Michele membuat salah satu kepala Direksi mengalami depresi yang luar biasa dan akhirnya dia mati bunuh diri saat rapat .
" ma maafkan kami tuan " ucap serempak orang yang berada di dalam ruangan itu.
" a lexy pecat semua yang berkalitan dengan pengelapan uang ini dan suruh mereka ganti rugi atas apa yang mereka buat dan a satu lagi boikot mereka dari seluruh perusahaan yang bekerja sama dengan kita " Michele keluar dari ruangan itu dan membanting pintunya dengan keras hingga kaca di jendela sampai pecah..
Membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu ketakutan setengah mati.
" sudah ku katakan bekerjalah dengan jujur jika sudah seperti ini kalian bisa apa dan total keseluruhan rugi perusahaan 495 triliun bagilah dengan sama rata seluruh orang yang berada di berkas ini" Lexy melemparkan berkas itu.
" dan nikmati hidup kalian " Lexy keluar meninggalkan ruangan.
Seketika ruangan itu menjadi gaduh beberapa kariawan yang tidak terlibat memilih keluar dari ruangan itu dan bersujud syukur di depan pintu rapat sementara yang terkena masalah seperti orang gila berteriak dan saling menyalahkan satu sama lain.bukan hanya kerugian yang mereka trima tpi boikot yang Michele berikan akan menyusahkan hidup mereka.
sebab sudah jelas mereka tidak akan di terima di seluruh perusahaan yang berada di Negara itu dan juga negara lain sampai akhir hayat mereka.
itulah fungsi jujur sebenernya. Menerima seadanya dan jangan kebanyakan gaya 😉
__ADS_1
Rapat ini tidak sesuai yang di rencanakan Michele ia akan lembur di kantor karna ini sangat berantakan dan keluar daer garis. Michele memilih meninjau sendiri laporan itu dan mengganti kariawan di sana dengan orang dari anak cabang lain yang sudah bekerja bersamanya belasan tahun.
.
Laura terus memandang ke arah pintu ini sudah sore jam menunjukkan pukul lima tapi Michele belum menampakkan hidungnya.
Laura menelfon michele berkali kali tali tidak ada di sana.
" mungkinkah dia sibuk " batin Laura
Ia berjalan ke ruangan Fabio dan pria itu tengah tertidur begitu juga dengan Jhontan dia juga tidur.
Karna Bosan Laura keluar dan menemui pria berjas dan berkaca mata hitam itu lalu duduk di sebelah mereka.
Tanpa aba aba mereka langsung berdiri dengan serempak.
" ayolah aku tidak akan mengigit kalian duduklah aku tahu kalian lelah " Laura menatap pria itu yang masih berdiri di tempat mereka.
" baiklah jika kalian tidak mau duduk aku hanya bosan atau akan ku laporkan Michele jika kalian tidak menurut padaku " ucap Laura.
Akhirnya para pria itu duduk di kursi yang sama dengan Laura.
" apa kalian tidak bosan .?" tanya Laura.
" siap tidak nyonya" jawab mereka serempak.
"ayolah santai saja disini hanya ada kau dan kalian jangan terlalu formal dengan ku aku jadi ngeri " dengus Laura.
" maaf nona kami hanya menjalankan tugas" jawab salah satu dari mereka.
" baiklah baiklah apa kalian mau kopi .?" tanya Laura tapi penjaga itu masih diam dan diam tampa fikir panjang ia segera memesan kopi lewat online dan menunggunya .
Tak butuh waktu lama pengantar kopi pun datang dan memberikanya pada Laura.
" ini berbagilah dan minumlah "
Untuk sesaat mereka sedikit kikuk di sisi lain mereka takut jika Michele tahu bisa habis mereka.
" kalian tidak mau " tanya Laura.
" kami takut nyonya jika anda seperti ini kami bisa di hukum " ucapnya.
" ck tidak akan aku yang menyuruh kalian cepat atau aku yang akan menghukum kalian " tegas Laura ia sudah sangat jengkel dengan sikap para bodyguard itu yang terlalu monoton menurutnya.
Dengan patuh ajudan itu membagi kopi mereka dan meminumnya.
" terima kasih nona " ucap mereka.
" ya santai saja."
mereka pun minum kopi bersama terkadang berbicara dan bercanda bersama layaknya teman. Sejenak Laura bisa menghilangkan Kebosanannya menunggu michele yang tak kunjung datang.
💮
💮💮
💮💮💮 **Bersambung ..
__ADS_1
jangan lupa like and komen**