
alex'( Maaf laura aku izin tak kembali ke kedai ada masalah sedikit dan aku baik baik saja jangan Khawatirkan aku.')
" aneh sekali tak biasanya dia begini " ucap Laura setelah membaca pesan Alex
" apa dia marah padaku.? aku salah apa padanya " saat Laura masih bingung dengan fikiranya Teddy datang .
" hay laura" sapa Teddy
" oh hay Ted apa yang membuat mu kemari .?" tanya Laura tak biasanya dia ke kedai miliknya
" apa kau sudah makan siang .?"
" belum "
" kau mau makan dengan ku .?" tanya Teddy
" a,, Alex sudah pulang dan aku hanya ber 3 dengan mereka dan mereka masih baru kurasa aku tidàk bisa " tolak Laura
" baiklah tunggu sebentar " Teddy keluar kedai dan tak kembali
" manusia aneh kenapa hari ini orang orang begitu aneh " Laura pergi ke mesinya dan membuat kopi untuknya dirinya sendiri karna Kedai lumayan sepi.
Tak beberapa lama Teddy kembali menenteng tas berisi makanan.
" untukmu " ucapnya
" untuk ku .? sebentar" Laura keluar dari tempat nya dan mendekati Teddy ia menyentuh jidat Teddy untuk memastikan keadaan pria itu
" aw aw apa ada yang salah dengan ku " ucap Teddy terheran heran
" kau tidak panas Ted kenapa kau begini "
" just why.? Laura"
" kau aneh Ted tak biasanya kau kemari dan membawa semua ini " ucap Laura
" aaaa ayo duduk dulu " Teddy menarik tangan Laura dan mengajaknya duduk di bangku yang tak jauh dari mereka berdua
" Laura aku berterima kasih padamu karna kau menyanyi kemarin di cafe ku Pelanggan ku begitu senang dan puas dengan penampilan mu " puji Teddy ia mengakui saat Laura bernyanyi kemarin banyak orang datang dan menanyakan dimana penyanyi itu.
" So..?"
"aku ingin mengajak mu bekerja sama bagaimana jika malam minggu ini kau datang ke cafe ku dan menyanyi di sana" bujuk Teddy
" aaaa kau kemari membawa makanan hanya untuk membeliku aaa pergilah Ted aku tak mau aku tak tertarik dengan tawaranmu " Laura beranjak bangun dari duduknya dan ingin pergi. Seketika Tangan Laura di tarik Teddy
" ayo lah Laura ku mohon aku berjanji akan mempromosikan kedaimu ya ya kumohon " bujuk Teddy
" Ted bukan kah kau berfikir kita mempunyai bisnis yang sama untuk apa aku datang ke cafe mu dan menyanyi di sana sedangkan aku juga bisa menyanyi di kedai ku jika ku mau sudahlah Ted aku tidak tertarik " tolak Laura
" kumohon Laura aku sudah janji dengan pelanggan ku bahwa minggu ini kau akan menyanyi kalau tidak pelanggan ku akan pergi dan aku akan bangkrut" ucap Teddy dengan nada lemah dan frustasi
" haaaah baiklah aku ku coba tapi hanya kali ini saja untuk minggu lainya aku tak mau " ucap Laura ia tak tega melihat temannya memelas seperti itu. Lagian itu tak susah siapa tahu ia bisa membawa pelanggan dari cafe Teddy Hahah
" benarkah laura benarkah "
" ya ya ya pergilah berikan makanan itu padaku " teddy menyerahkan tas tersebut dan Laura membukanya terdapat spageti dan juga pizza di sana .
" kau kaya dan punya banyak uang dan kau hanya mampu menyogok ku dengan ini saja ck ck ck pelit sekali kau ted"
" apa kau mau yang lain aku akan membelikan mu "
__ADS_1
" pergilah aku mau makan bye terima kasih untuk makanan nya" Laura kembali ke tempatnya dan memanggil Loly yang berada di belakang .
" Loly makanlah ini aku akan mengambilnya sedikit bagilah dengan Stifen " ucapnya
" a terima kasih kak " Loly berjalan kebelakang dan membawa tas itu
" terima kasih Laura kau memang sahabat terbaik ku " ucap teddy sembari mengedipkan sebelah matanya dan meninggalkan kedai kopi itu.
.
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 3 waktu Italy.
" Natan ayo kita segera pulang " Ayak Michele ia ingin segera sampai di kota dan tentu saja menemui Laura
" iya kak sebentar " Jhontan sedikit bingung dengan kakaknya akhir akhir ini ia sering tersenyum dan memegang ponsel . Di sepanjang perjalanan Michele selalu tersenyum Jhontan tambah bingung di buatnya .
Hampir 2 jam perjalanan Akhirnya mereka sampai di Mansion mewah itu .Michele segera masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri. Ia mengirim pesan pada Laura
Sepulang dari Kedai kepala Laura rasanya ingin pecah besok lusa adalah malam minggu dan ia sudah janji dengan Teddy . Ia segera mandi dan mengganti pakaiannya tubuhnya sangat lengket dengen keringat kedai sangat ramai ia sampai kewalahan di tambah lagi harus di tinggal Alex.
selesai mandi ia Lapar ia melihat kulkas dan lupa bahwa di belum belanja ia hanya makan spageti yang di berikan Teddy tadi siang .
Laura segera memakai celana panjangnya dan juga rajut ia pergi ke supermarket yang tidak jauh dari rumahnya. Lumayan lama ia memilih hingga ponselnya bergetar tertulis nama Michele disana hatinya sangat berdebar.
" hay Michele"
" hay laura dimana kau .?"
" dimana .?"
" di supermarket Xx"
" tunggu aku " ucap Michele dan teldon mati .
" wa what the " Laura bergidik ngeri dengan pria ini tapi entah mengapa ia senang dengan tingkah michele Jantungnya terus berdebar saat berdekatan dengan Michele ia memilih menunggu di tempat duduk dengan membawa troli karna tadi ia sudah berbelanja sedikit kebutuhanya.
Lumayan lama ia menunggu akhirnya Michele datang ia memakai kaos dan celana panjang .Kaos yang ia pakai berhasil mencetak bentuk tubuhnya yang atletis kaos lengan pendek yang memperlihatkan tato di tanganya dan otot kekarnya. sesaat Laura begitu terpana dengan wajah Michele.
" hay laura "
" ha ha hay" suara Laura gugup
" are you oke. laura.?"
" fine " tak ingin pingsan di tempat Laura memilih meninggalkan Michele . Michele hanya tersenyum dan mengikuti Laura.
" just wait laura " ucapnya sambil mendorong troli yang sudah pasti Laura pemiliknya. Mereka menelusuri lorong satu persatu dan mengambil barang yang telah di list oleh Laura. .
Laura dan Michele terlihat seperti sepasang suami istri yang sedang belanja bulanan saja. Setiap mata memandang mereka dengan iri.
Tibalah mereka di tempat sayur dan buah .
" kau sudah makan Michele.?" tanya Laura tapi matanya masih fokus memilih sayur
" belum "
__ADS_1
" baiklah kita cari sesuatu untuk di masak "
" kenapa kita tidak beli saja "
" berhemat jangan sia siakan uang kau tahu " ucap Laura sambil menodong Michele dengan Timun
" ok ok slow baby" Michele tersenyum
" aaa **!*" umpat laura tapi masih terdengar oleh Michele
setelah lebih dari 1 jam proses belanja berbelanja telah selesai Laura ingin membayarnya tapi Michele kekeuh untuk membayarnya Laura pun mengalah hitung hitung ia menghemat pengeluaran .
sesampainya di rumah Michele membantu Laura menata Belanjaan dan segala hal yang ia beli tadi. . selama di Italy Laura belum pernah mengajak seorang pria pun masuk ke rumahnya tapi entah hari ini ia berani membawa pria masuk ke rumahnya dengan tenang.
" tunggu di sini aku akan masak untukmu " ucap laura ia meninggalkan Michele di ruang tamu. Dan menuju ke dapur .
Rambut laura yang panjang ia cepol le atas memperlihatkan leher jenjangnya yang menawan kaos yang lumayan besar melekat di tubuhnya. Laura adalah tipe gadis yang sederhana dan Alakadarnya. Dengan Lincah Ia mulai bertempur dengan alat dan benda di dapur kecil miliknya
Karna bosan menunggu di ruang tamu Michele berjalan menuju Dapur dan mencium wangi yang sangat lezat . Michele memperhatikan Laura dari belakang dengan Takjub tak hanya cantik ia juga pandai memasak ia duduk di meja makan yang tak jauh dari dapur .Sesaat Michele terpesona dengan Tubuh Laura keringat yang keluar menambah kesexyan Laura rambutnya yang di cepol memperlihatkan leher jenjang miliknya ia adalah lelaki normal bohong bila ia tak terpesona dengan Laura. Michele menelan Salivanya dengan kasar
" kau masak apa laura .?" tanya Michele
" tunggulah kau akan suka " ucap Laura hanya melihat sekilas ,sambil memasak ia bersenandung lirih tapi suara itu masih terdengar oleh Michele.
" suara yang indah " batin michele
" kenap kau tak ambil kursus menyanyi atau lainya suara mu bagus "
" aah tidak aku terlalu sibuk mengelola kedai ku " jawab laura
" aaa seperti itu .kenapa kau tak membuat cafe saja ku lihat pelanggan mu lumayan banyak " tanya michele
" ya aku masih mengumpulkan uang Michele ,ya kau tahu lah uang hasil Kedai harus ku bagi bagi menyicil rumah,membayar kariawan ,menabung ,memenuhi kebutuhan ku kurasa sangat repot tapi aku punya keinginan merenovasi kedaiku " jawab laura
" aa seperti itu "
" taraa makanan sudah jadi " Laura menyuguhkan lumayan banyak piring berisi lauk pauk yang lumayan aneh di benak Michele pasalnya itu bukan makanan orang Eropa sepertinya.
" apa ini " michele menunjuk salah satu makanan
" aa ini tokppoki cobalah kau pasti suka " ucap Laura ia mengambil sumpit dan menyuapi Michele
" enak .?"
" aaa pedas sekali laura haaaaahh " ucap michele ia segera mengambil air putih dan menenguknya hingga habis tak tersisa.
" hey pelan pelan kau bisa tersedak ..maafkan aku ku kira kau suka pedas maafkan aku " ucap Laura Panik dan bersalah
" hahh pedas sekali laura " ucap Michele
"maafkan aku michele makan lah ini saja ini daging sapi lada hitam kau pasti suka " ucap Laura ia menyuapi Michele lagi
" waa ini sangat lezat laura " puji michele ia mengambil lauk ke dalam nasinya dan memakannya.
" oh God ini enak sekali kau pintar memasak rupanya "puji Michele
" a terima kasih " Mereka pun makan dengan tenang di selingi obrolan kecil
Bersambung
like
__ADS_1
komen