RING MY BELL

RING MY BELL
2. A Brand New Day


__ADS_3

"Fear and dread


Will I be able to overcome them all?"


A brand new day - BTS


- RING MY BELL -


Dua papan kayu yang berukuran besar menjulang tinggi telah menyibakkan diri, guna membukakan jalan bagi pribadi yang menjadi sorotan utama dalam acara hari ini.


Membuat para hadirin yang datang nampak menghentikan laju kegiatan bincang-bincangnya, lantas teralihkan dengan ekspresi yang memproklamirkan rasa berdecak kagum pada sosok paripurna yang telah tersorot jelaganya masing-masing.


Seorang gadis yang terlihat begitu menawan dengan balutan gaun pengantin minimalis yang elegan dan berkelas, lantaran dirancang khusus oleh rumah mode ternama dikancah dunia fashion. Seolah gaun berbahan putih sutra yang berkerah boat polos, pun dipercantik dengan veil yang menjuntai kebawah dengan aksen bordir bunga, didukung pula dengan telapaknya yang merengkuh buket bunga nan cantik itu—yang digadang-gadang telah merogoh kocek begitu dalam. Tak salah jika mengundang anggapan bahwa gaun tersebut memang diciptakan untuk gadis yang sedang berusaha mengulas senyum penuh kebahagiaannya.


Dia lah Rabella Kim.


Bella pun melenggang dengan pembawaan yang begitu anggun. Melangkah pijak demi pijak menghampiri pengantin pria yang sedang menunggunya di atas altar dengan tuxedo berwarna putih, pun bagian kerah yang bernuansa hitam. Membungkus badan atletis Yunki yang disandingkan dengan dasi kupu-kupu yang menjerat lehernya pun aksesoris boutonniere yang bertengger manis pada saku jasnya—tak kalah dengan pesona yang terpancar dari sang tuan putri.


Jangan tinggalkan salah satu bagian yang menyuguhkan keindahannya! Dekorasi karangan bunga mawar putih yang mendominasi untuk menghiasi depan tangga altar dalam upacara pernikahan Bella dan Yunki hari ini.


Namun demikian tak berkontribusi apapun terhadap sang pemilik pagelaran—Bella dengan dunianya sendiri. Sangat disayangkan tatkala perasaan bahagia tak jua berlaku bagi pemeran utama dalam perhelatan acara penting itu. Helaan demi helaan telah berpusar mengitari mulut dan rongga hidung Bella, dengan hembusan pasrah bercampur frustasi. Pun gaun yang mengikat tubuhnya ini, seolah menjadi penunjang akan kenyataan pahit yang mengekang kebebasan Bella untuk melarikan diri dari pernikahan memuakkan ini.


Bisa dikatakan jika hari terbodoh sepanjang hidup Bella, telah datang menyambut nestapa yang menekan hidupnya kelak.


"**Mengejutkan, Yniverse group mengumumkan pernikahan Lee Yunki, dengan gadis yang belum diketahui identitasnya. Ini penjelasannya!"

__ADS_1


"Terbongkar! Sosok dibalik nama Rabella Kim, yang memiliki hubungan khusus dengan pewaris Yniverse Group.


"*Beredar, potret kekasih Rabella Kim yang dicampakkan. No. 4 mengejutkan!"


"3 tahun menjalani hubungan, Rabella Kim tega mencampakkan sang kekasih. Begini kisahnya***!"


Tentu saja. Perhelatan besar-besaran ini, tak akan luput dari perhatian para awak media. Banyak mata kamera yang menyorot kedua insan berbeda pandangan hidup itu, yang akan segera dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan.


Bella ingat betul. Bagaimana para penebar informasi mengedarkan hoax murahan tentang dirinya. Tatkala berada di bridal room, Bella menyempatkan diri untuk mengisi otaknya dengan pengetahuan—informasi mengenai pernikahannya. Dan mengesalkan bagi benak Bella, tatkala gadis itu menemukan segala macam kesalahan yang tertulis dalam topik berita.


Sang gadis nampak jelas menunjukkan raut gugupnya saat membawa telapaknya meniti hamparan masa depannya. Berulang kali menghembuskan karbondioksida dengan penuh penekanan guna menetralisir rasa gundah gulana nya.


Yang membuat kesal Bella menggondok saat dirinya mengingat informasi yang menjadi highlight di semua platform berita—Bukan tiga tapi dua tahun, bodoh!


Mereka hanya melebih-lebihkan informasi yang membuat pihak yang bersangkutan tidak terima—Bella satu-satunya pihak yang dirugikan atas tuduhan tersebut. Bermula dari peristiwa ini, gadis itu tidak akan lagi mempercayai bincangan gosip, lantaran keabsahan data yang perlu dipertanyakan.


Dimulai dari detik dimana hembusan berlalu, nampaknya pengantin wanita itu harus pasrah jika sekarang dan denting selanjutnya. Kehidupan yang dirinya emban sebagai menantu dari salah satu putra yang paling berpengaruh terhadap perekonomian Korea Selatan itu, tidak akan pernah ada lagi kata privasi. Bahkan keburukan yang terasa tak ada artinya pun, akan menjadi boomerang tersendiri baginya.


"Jadi dia gadis yang bernama Rabella Kim?"


Nampaknya kegiatan bisik berbisik sudah mulai jadi perbincangan di sudut kanan kursi tamu undangan. Jangan salahkan gadis yang dikatakan bernama Bella itu, jika gendang pendengarannya menangkap jernih percakapan yang dilakukan beberapa gadis yang Bella ketahui sebagai kerabat ataupun rekan bisnis keluarga Lee—bukan berbisik panggilannya, jika dilakukan secara tidak terkontrol akan volume yang sengaja dikeraskan.


"Iya, aku Rabella Kim! Kenapa memangnya?! Kalian pikir aku tidak mendengar suara keras kalian itu, begitu?! Bahkan semut yang tak sengaja lewat pun akan mendengarnya. Dasar!", Gerutu Bella yang bermonolog dengan kekesalan batinnya.


"Kurasa begitu. Lihatlah! Dia menggunakan parasnya untuk menjerat Yunki", ucap gadis yang lainnya dengan menatap horor kearah Bella—seperti tatapan kepada bakteri yang harus segera dibasmi.

__ADS_1


Ah, kalian mengatakan bahwa aku cantik?!


"Tidak heran jika Lee Yunki terpikat dengannya. Gadis itu memang cantik",—Tentu saja! Siapa dulu, Rabell...


"Hei! Kau ini bicara apa?!"—Ishh!, "Kau tidak lihat berita, bahwa gadis itu mencampakkan kekasihnya yang terjalin selama hampir empat tahun lamanya. Dan kau tahu apa artinya?"—dua tahun! Dua tahun, bodoh! Harus berapa kali kukatakan itu?! Kenapa semakin lama semakin banyak saja nominal yang mereka keluarkan?!


"Benarkah? Wuahh, sudah jelas jika gadis itu memang mengincar harta keluarga Lee",—Hah! Tutup mulutmu, Nona! Kau ini tidak tahu apapun, tetapi tetap saja menggunakan mulut besarmu itu! Kau hanya akan memperlambat penyesalan mu!


Demi puja dewa kera sakti, jika Bella tak dihadapan dengan acara sakral ini dirinya bersumpah akan menyumpal mulut gadis-gadis rumpi itu dengan kaos kakinya yang tak dicuci selama seminggu di rumah. Berani sekali mereka bergosip ria ditengah perjalanan Bella yang tak kunjung menghempas titik temu. Apa mereka sengaja? Jika iya, bukankah mereka lebih buruk dari gadis yang menjadi topik obrolan mereka?


Sudahlah, Bella! Kau akan jauh lebih bodoh jika meladeni pun membawa perasaanmu pada hal-hal yang dirasa kurang perlu untuk diperhatikan lebih mendalam.


Fokus! Perjalananmu sedikit lagi akan berakhir untuk memulai kehidupan barumu. Jangan terkecoh dengan sesuatu yang seharusnya kau abaikan, seperti kau mengabaikan lelaki yang telah menjadi separuh jiwamu.


Lelaki yang seharusnya kau perjuangkan, seperti kau memperjuangkannya selama lima tahun terakhir. Namun, kau malah bersikap acuh seperti tak pernah mengenalnya sebagai bagian dari perjalanan hidupmu, dan kau bahkan membuangnya dengan kalimat terakhirmu yang kau ketahui akan sangat melukai hati dan perasaannya.


Jun, maafkan kebodohan Bella!


Gadis dalam kekangan gaun pengantin itu menjuntai pengharapan, agar kau sedikit mengerti tentang keadaannya sekarang ini.


Ah, bagaimana dia bisa mengerti? Jika aku saja tak mampu mengungkap, alasan kenapa aku tiba-tiba memutuskan hubungan dengannya.


Ah, sudahlah!


Prioritas Bella sekarang hanyalah, menjerumuskan hidupnya tanpa tahu jurang nestapa mana yang senantiasa melambai padanya.

__ADS_1


- RING MY BELL -


__ADS_2