
"You can call me stupid,
Then I would just smile at you"
Outro: wings - BTS
- RING MY BELL -
Alunan musik yang menenangkan, sayup-sayup terdengar dari tempat Bella berpaku. Teramat nyaman jika harus tertangkap ranah pendengaran gadis itu. Setidaknya Bella dapat melupakan sejenak pergumulan batinnya.
Pun binaran lembut Bella bergerak liar guna mengedarkan pandangannya diantara kolega bisnis ataupun teman sejawat keluarga Lee, yang sedang melangsungkan perbincangan hangat mereka. Melaksanakan kegiatan bertegur sapa dengan memanfaatkan berbagai kesempatan. Ada yang berdiri dengan menggenggam kaki gelas berisi cairan berwarna. Ada pula rekan-rekan yang tengah bergerumul di atas meja yang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara.
Namun agaknya aktivitas obrolan itu, tak mampu menggugah niatan Bella untuk membaur bersama kerumunan yang tertera. Kendati lebih memfokuskan pendaran maniknya menyusuri luasnya sekitar.
Bermodalkan informasi yang Bella dapatkan, agaknya tidak berpengaruh terhadap perkembangan atas pencarian gadis itu. Entah siapa gerangan yang membuat Bella nampak begitu risau.
"Tidak. Aku tidak minum", tolak Bella saat seorang waiter yang tengah menawarkan cocktail di atas tatakan nampan yang pria itu bawa, "Bawakan saja dua gelas air mineral!", Suruh gadis itu yang dibalas dengan kata "Baik, Nona", dari sang pelayan yang berkolaborasi dengan anggukan paham, lantas mengundurkan diri.
Sepasang jelaga Bella masih setia menyibukkan peredaran atensinya untuk menemukan dua sosok tamu khusus yang sengaja dirinya berikan kartu undangan pernikahannya tanpa sepengetahuan siapapun, terutama Yunki yang notabenenya sudah menjadi tulang punggungnya.
*Ah, omong kosong apa itu?!
Tulang punggung?
Astaga, yang benar saja*!
"Apa mereka tidak datang? Atau sudah pulang?", Terka Bella dengan segala kemungkinan yang terjadi, "Ah, tidak mungkin! Pasti Mami akan memaksa Jun untuk bertemu denganku dulu, sebelum mereka pergi", pikir gadis itu yang menginginkan sesuatu terjadi akan sama dengan perkiraannya.
"Hei, Rabella Kim! Kau ini berpikir apa?! Jangan harap mereka mau bertemu denganmu, setelah apa yang kau perbuat pada mereka!", Gumam Bella dengan nada ketus teruntuk dirinya sendiri, guna menyadarkan ilusinya agar tak berharap terlampau banyak.
Benar saja, ibu mana yang rela anaknya berurusan dengan gadis yang menyakiti hatinya?
Terlebih Bella tak melayangkan kepastian saat menyuarakan keputusan sepihak nya. Ingin sekali Bella merutuki pengharapannya yang terasa begitu tamak, menginginkan sesuatu hal berjalan sesuai kehendaknya. Itu sebabnya Bella ingin mencerca dan mencaci maki dirinya sendiri yang tak becus mengendalikan egonya—kau memang gadis bodoh!
Ah, sudahlah!—jangan mengharapkan hal yang muluk-muluk! Di atas langit masih ada angkasa yang lebih indah. Tidak baik berharap terlampau tinggi, jika pada akhirnya akan jatuh juga.
"Bella!"
Suara itu. Bella sangat mengenalnya lebih dari siapapun. Suara yang gadis itu rindukan, setelah sekian banyaknya periode yang mereka habiskan tanpa bercengkrama bersama sebagai ikatan darah.
"Mom?!", Kata Bella ditengah keterkejutannya, saat mengetahui orang yang dinantikan kehadirannya bisa memunculkan presensinya menghampiri sang putri.
"Congratulation my sweetheart. Astaga, lihatlah! Anak gadis Mommy sudah dewasa ternyata", sang bunda lantas memberi pelukan hangat untuk meluapkan kegembiraan melihat dunia kecilnya sudah menyandang sebagai menantu keluarga Lee—setelah wanita itu mendekat menghampiri pribadi yang mematung, tak menyangka.
Bella masih belum sepenuhnya menggenapkan pemahamannya terhadap kenyataan yang terjadi didepan mata kepalanya. Tak dapat dipercaya bahwa dirinya bisa melihat eksistensi ibu kandungnya sekarang.
Kabar yang Bella dapatkan dari kedua orang tuanya kemarin, tidak lain bahwa mereka tidak bisa menghadiri acara pernikahan putri mereka lantaran ada kendala dalam keberangkatannya—dengan kata lain perjalanan mereka ditunda sampai pada waktu yang belum bisa dipastikan.
__ADS_1
Bukan hanya karena persoalan penerbangan yang bermasalah. Pasalnya, hampir menghabiskan perhitungan bulan, kesehatan ayah Bella mengalami penurunan. Jadi, untuk memperkecil ukuran resiko yang tak diinginkan, sang ayah dirawat di salah satu rumah sakit milik keluarga yang berada di negara Donald Trump—di bawah naungan StarLA Group.
Usut punya usut, tuan Kim sempat bersitegang dengan sang putri lantaran bersikeras untuk menjalankan perawatan medis di luar negeri. Padahal kualifikasi StarLA Hospital di Seoul tak kalah dengan kualitas terbaik di luar—terlihat mumpuni dalam menangani pasien dengan masalah kesehatan.
"Daddy tidak ingin ada pihak yang menjatuhkan StarLA, jika ada yang tahu Daddy sedang tidak sehat"
Apakah hal itu penting?!—tidak, bukan itu!
Maksud Bella, bagaimana bisa sang ayah lebih memperhatikan kondisi perusahaan daripada mempertimbangkan kemungkinan yang terjadi, jika dirinya terlambat mendapat penanganan? Setuju tidak setuju, melihat bagaimana keseriusan melekat pada kalimat sang ayah saat itu. Bella dengan berat hati harus merelakan keegoisan ayahnya untuk dirinya jauh dari orang tuanya sementara waktu. Lantaran kala itu Bella tidak bisa mengikutsertakan raganya—ya, karena urusan jenjang pendidikan yang juga tidak bisa Bella tinggalkan seenak hatinya.
Dan, apa ini?! Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi? Bella mampu memeluk tubuh yang sudah lama tak bisa direngkuhnya itu, lantaran masalah jarak yang memisahkan antara anak dan ibu itu.
"How come Mommy is here? Shouldn't you guys arrive next week, right?", Tanya Bella penasaran apa gerangan yang menyebabkan terjadinya pergantian penerbangan atau entah apa yang mendasari semau hal ini.
Apapun alasannya, Bella bahagia. Teramat sangat bahagia. Entah bagaimana caranya Bella mengungkapkan perasaannya, yang jelas dengan memeluk sang mommy begitu erat saja sudah mendedikasikan bahwa dirinya memang bahagia sekarang ini.
Ah, mengingat jika dirinya menyebutkan kata 'kalian', Bella rasa ada yang kurang dari situasi ini, "Mom—?", Bella berkata.
Wanita berbusana modis itu hanya menguarkan kata "yeah?", sebagai pertanyaan akan panggilan sang buah cintanya.
Lantas pandangan keduanya saling bersirobok tanpa menggaungkan sepatah kata, sebelum Bella kembali bersuara, "where is Dad? why only Mom is here, and—"
"Selamat sore menjelang malam untuk tamu undangan yang menyempatkan waktu untuk menghadiri acara paling membahagiakan, terkhusus bagi saya pribadi—", Pidato lelaki bersetelan jas rapi itu dengan mikrofon yang bersarang digenggaman nya.
Astaga! Untuk kali kedua Bella dibuat takjub dengan sejuta gempita yang menguasai seluruh raganya. Saat dengungan sang ayah memenuhi setiap pendengar yang berada dalam satu kondisi.
Nyonya Kim hanya memahat senyum, lantas menyahut, "Just listen, honey!", Pinta sang ibu dengan jemarinya yang mengusuk lembut bahu belakang Bella. Seolah mengetahui apa yang akan diperbuat oleh sang suami.
Bella pun menuruti keinginan sang mommy, lantas menaruh seluruh atensi pada tuan Kim yang sekarang sudah menjadi konsumsi umum pun mata kamera menangkap momen yang sangat jarang terjadi itu.
Tentu saja. Siapa yang tak mengenal Kim Hyunki? Pria berkepala empat yang menjadi pewaris tunggal dari StarLA Group. Banyak pemberitaan media yang mengatakan bahwa kekayaan keluarga Kim tidak akan pernah sirna sampai tujuh turunan ke depan.
Yang menjadi pertanyaan terbesar bagi setiap individu yang hadir, tak lain hanyalah—ada hubungan khusus apa antara StarLA dengan Yniverse?
Motif. Kaitannya. Apa yang mendasari? Semua kata itu yang telah menjadi saksi atas keingintahuan semua pihak. Apa yang sebenarnya terjadi?
"Pertama-tama, izinkan saya memberikan salam terlebih dahulu sebelum saya melanjutkan", tuan Kim membungkukkan badannya sejemang lantas mencetak senyum setelahnya, "Baiklah. Sebelumnya terima kasih sudah meluangkan waktu, untuk mendengarkan ocehan tidak jelas saya ini", ucapnya langsung diserbu tawa oleh insan yang menangkap lelucon garingnya.
"Astaga, Daddy sangat memalukan!", Gerutu Bella menolak tertawa, "Mom, please stop Daddy! why does he have to be like that, huh ?! very embarrassing! oh my gosh!", Gerutunya sekali lagi.
"Hei!", Seru nyonya Kim dengan bisikan ketus.
Bella pun paham apa yang harus dirinya lakukan. Diam. Dan mendengarkan dengan seksama tanpa ada niatan mengajukan permohonan apapun, "Okay, I understand"
"Good girl", sang ibu menginterupsi dengan pujian.
Entahlah! Bella rasa itu bukanlah pujian, melainkan titah untuk dirinya membungkam mulutnya dan menjadi gadis baik untuk memperhatikan kelengkapan pidato sang daddy.
__ADS_1
"Tiada kata yang sempurna untuk mengungkapkan perasaan saya selaku orang tua pada saat ini, kecuali merasa bangga, terharu dan bahagia—", kini sorot bahagia Hyunki terarah pada gadis dalam rangkulan istrinya, Bella.
Tidak sampai disitu saja, serangkaian kalimat yang berdengung di setiap rungu pendengar.
"Saya merasa bangga karena telah sampai pada pelaksanaan tanggung jawab, menghantarkan anak saya kepada bentuk kehidupan baru. Kehidupan membentuk satu keluarga baru yang meneruskan generasi dan tradisi keluarga ini", Hyunki bernarasi dengan aura kewibawaan yang tak lepas dari peranannya.
Singkat cerita, perkenalan yang berlangsung secara mendadak tuan Kim hanyalah untuk menyampaikan dukungannya untuk sang putri dan dedikasinya terhadap pernikahan Bella.
Semua kepala yang berada dalam satu atap gedung itu, sontak dibuat terkejut bukan main saat tuan Tan memperkenalkan Rabella Kim sebagai putri kesayangannya untuk pertama kalinya di khalayak umum.
Tidak heran jika banyak sekali obrolan yang terdengar memuji, bagaimana keparipurnaan paras Bella didapatkan. Terjawab sudah siapa saja yang mewarisi wajah yang mengagumkan jika ditilik lebih mendalam.
Tak pelak membuat asal muasal dari mana Bella berasal, akhirnya terkuak kepermukaan. Bukan main. Tidak ada yang menyangka pun memperkirakan bahwa Bella merupakan keturunan dari keluarga yang sangat disegani oleh seantero jagat Seoul. Sekarang segelintir pihak mulai memahami alasan mengapa Lee Yunki meminang Rabella Kim.
Bukankah dalam perkara tersebut yang paling diuntungkan adalah Yniverse Group? Tentu saja. Melihat keluarga Lee yang berhasil menggaet salah satu keluarga paling berpengaruh di Korea Selatan. Melebihi kapasitas pencapaian yang Yniverse Group miliki sejauh ini. Bahkan perusahaan marga Lee itu jauh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan StarLA Group yang sudah lama merambah pasar global terkhusus Eropa.
Baiklah.
Mari meluruskan kesalahpahaman ini.
Pasti akan ada setumpuk pertanyaan, kenapa Bella merahasiakan identitas dirinya, untuk tidak dikonsumsi secara terbuka oleh publik, bukan?
Segalanya. Bella memiliki apapun yang didamba seluruh umat manusia. Lantas, kenapa dengan sombongnya gadis Kim itu hanya memperlihatkan sisi sederhananya?
Mari membuat alasan sederhana. sesederhana kehidupan yang ingin Bella jalani.
Ingin saja.
Apa asas yang Bella tuangkan dalam benaknya tersebut, sudah cukup menjadi dalih itu sendiri?
Sesimpel itu memang Bella ingin menjalani arus hidupnya. Tanpa hiruk pikuk cemoohan. Tidak ada hingar bingar kedengkian.
Ingin hidup dalam kedamaian. Itu poin pentingnya.
hidup bergelimang harta, bukanlah suatu hal yang harus dibanggakan.
Bodoh, memang. Anggaplah bahwa gadis itu telah menyia-nyiakan peluang hidup dalam keglamoran. Tapi sayangnya, rangkaian motivasi nan menginspirasi banyak pikirannya itu, Bella rangkum ketika Hyunki menjejalkan sejuta pengalaman hidupnya pada sang putri.
Ah, semoga dengan terkuaknya jati dirinya. Kehidupan Bella tak lantas menjadi pusat gunjingan media, terlebih tak ingin kacau balau.
Hanya dua hal yang Bella patrikan dalam doa pengharapannya, yaitu—
Hidup damai dan penuh ketenangan. Sekali lagi, hanya itu yang Bella semogakan.
Ya, semoga saja.
- RING MY BELL -
__ADS_1