RING MY BELL

RING MY BELL
27. Fake Love


__ADS_3

"That all my flaws would be hidden, In a dream that wouldn't come true, I grew a flower that couldn't bloom"


Fake Love - BTS


- RING MY BELL -


"Aku butuh penjelasanmu, Yunki!", Ketus Bella tanpa bergeming.


"Tentang?", Pancing Yunki masih menempatkan benaknya untuk tetap tenang.


Berbeda alur dengan Bella yang tak ingin menghormati apa itu sebuah kesabaran. Kurang sabar apa Bella, sampai dirinya berada dititik terendah dalam hidupnya jika dirinya tidak menjunjung tinggi nilai-nilai kesabaran?! Apa ia harus menangis darah untuk memperlihatkan kepada seluruh semesta, seberapa terpuruk jalan hidupnya saat ini?! Atau dirinya harus bertekuk lutut, memohon agar Yunki bisa menerimanya kembali, mengesampingkan perasaan masing-masing yang tidak saling terikat?!


Haruskah berakhir mengenaskan seperti ini kehidupan Bella?!


Semenjak laka maut yang merenggut jiwa orang tuanya—seperti itulah seluruh penjuru kota memasang pemahaman mereka. Jika tuan dan nyonya Kim melepas nyawanya atas kecelakaan yang melibatkan paradigma simpang siur. Bella tidak berniat menguatkan dugaannya, jikalau Yunki lah dalang dibalik semua kesengsaraan yang menggelayuti perjalanan hidupnya.


Tanpa sadar pun, Yunki telah membunuh Bella secara perlahan. Dengan melekatkan trauma yang lelaki Lee itu timpakan kepada Bella tanpa memperdulikan apa itu toleransi akan kemanusiaan.


Namun, melebihi kapasitas prakiraan yang bertengger manja dalam pikirannya. Bella jelas menyakini, jika Lee Yunki telah menyusun rencana untuk menyingkirkan satu persatu hambatannya untuk menguasai seluruh peradaban StarLA.


Bella jelas tidak bisa berkutik. Apapun yang ingin gadis itu buktikan, hanya akan menyulut bara api dalam rohaninya. Tak lagi ada kata salah maupun benar dalam catatan hidup Bella. Hanya ada cemoohan dari lidah orang-orang, atas tindakan yang sama sekali tak terpikirkan untuk Bella lakukan.


Maka dari itu, bertahannya Bella dalam nestapa yang menekan kebebasannya, tidak lain hanyalah Bella yang mengukuhkan tekadnya guna menemukan bukti-bukti untuk menjatuhkan Yunki dalam jurang paling dalam di atas bumi ini.


Tetapi alam tak mempermudah tekad Bella tercanangkan sesuai prosedur yang tersusun sedemikian rupa—*dan keparat ini yang menghancurkan semua rencana.


Shit*!


Bagaimana cara Bella untuk membuktikan kekeliruan yang tercermin dalam kecelakaan orang tuanya, jika dirinya akan dipersulit oleh perceraian sepihak Yunki?! Setidaknya dengan dirinya bertahan hidup dalam jerat kebejatan Yunki, dengan secercah keyakinan untuk melancarkan misinya. Menyamakan kedudukan Yunki dengan dirinya—hancur berkeping.


Bella tidak main-main!


Jangan kira, diamnya Bella hanya karena dirinya yang tak mampu mengungkap kebenaran. Bukan itu. Tentu bukan perkara putus harapan. Bella hanya tengah berhati-hati dalam memadukan rencananya atas tekadnya melihat kehancuran Yunki.


Namun...


Rencana yang digaungkan dengan semangat membara, harus tertunda dengan konotasi gagal berantakan. Tatkala Yunki mencurahkan keputusannya untuk memutus tali pernikahan mereka.


Sungguh, keparat Yunki!


Bella mengerjap tatkala mendengar deheman Yunki yang mengecai keheningan—menuntut penjelasan akan kehadiran Bella. Memaksa Bella meraup kesadaran, lantas merangkai jawaban penuh sarkasme,


"Tch... kau memang tidak tahu apapun atau hanya pura-pura tidak tahu, huh?!", Netra Bella pun menatap Yunki dengan pandangan nyalang, seraya menambahkan, "Tentu saja, tentang omong kosong yang kau bicarakan saat pers konfres tadi"


"Ah, itu—", Tukas Yunki mempertimbangkan setiap kata yang dirinya rangkai dalam benak.

__ADS_1


"Benar, 'itu'! Bukankah seharusnya kau berhutang penjelasan kepada ku?", Ujar Bella dengan jutaan kepercayaan diri.


Mendengar penuturan Bella yang terkesan ingin mendominasi perbincangan, membuat Yunki terkekeh samar, "Haruskah aku melakukannya?", Yunki bertanya balik penuh retorika.


*Melakukan apa, huh?!


Memperjelas omong kosongmu, atau melanjutkan gugatan yang dirimu ajukan ke pengadilan?


Pilih salah satu, bodoh*!


"Kurasa kau harus memanggil wanita itu kembali. Sepertinya hasratmu belum terlampiaskan dengan baik", saran Bella menjurus pada hal-hal yang iya-iya-iya.


"Apa yang kau maksud?!", Bingung Yunki.


"Maksudku, dia belum menidurkan junior dari ketegangan", sarkas Bella sengaja mengundang banyak amarah dari Yunki.


Tatkala intruksi gadis itu menyorot remeh kearah, dimana 'si kecil' yang dibicarakan Bella telah menyembul di balik balutan celana panjang Yunki.


"Tidak perlu dia! Bukankah kau yang seharusnya memanjakan dan menidurkannya?", Cergas Yunki membalikkan kail yang sengaja Bella kaitkan untuk memancing kemarahannya.


Berharap saja kau!!


"Haruskah?", Tawar Bella tanpa diduga pun tidak terbaca oleh perkiraan Yunki.


"Tentu, dengan senang hati", Yunki menyetujui, lantas melanjutkan, "Ah... kau tidak perlu cemas. Aku tidak akan mempermasalahkan jika kau mandul. Hal seperti itu tidak lagi berpengaruh untukku. Lagipula kita harus mencipta kenangan yang indah, sebelum benar-benar berpisah, bukan?", Ungkap lelaki Lee panjang lebar.


oh ayolah, apa dia serius*?!


Dengan bangganya, lelaki itu masih mengandalkan fakta murahan seperti itu hanya untuk menyudutkan posisi Bella.


Tentu.


Tentu saja Bella tak akan menggoyahkan komitmennya untuk menginjak apa yang menjadi kebanggaan Yunki selama ini—harga diri?


Oh, ayolah! Untuk hal yang satu itu, Bella memiliki setumpuk harga diri untuk dirinya jaga. Tak peduli disaat Bella tengah berhadapan dengan orang yang menasbihkan tahunnya sebagai suaminya sekalipun.


"Yunki, apa kau tahu satu kata yang cocok untuk dirimu sekarang? Kau ingin aku memberitahumu—", Bella menjeda tiga detik untuk memberi Yunki sedikit kesempatan membalas.


Namun tak kunjung diberi kata, lantas Bella berkata, "********! Kurasa kau tahu benar apa maksudku. Terlebih kau sangat pantas menyandang predikat itu. Sama halnya dengan wanita yang selama ini hanya menjadi pemuas nafsumu. Kalian sama-sama—", jelas Bella panjang lebar.


"********!!", Ketus Bella sekali lagi dengan intonasi menohok dinding harga diri Yunki.


"Persetan dengan apa yang kau maksud. Aku tidak peduli!", Maki Yunki tak mau ambil peduli, "Apa bedanya dengan dirimu?! Kau mandul dan akan tetap seperti itu faktanya! Tapi—"


Untaian menggantung Yunki sukses membuat Bella meraup rasa penasaran. Menatap lurus ke arah dimana sorot brengsek Yunki berpendar, "Skenario akan jauh berbeda, jika semua itu hanyalah omong kosong karena kau tidak ingin ku sentuh. Aku tidak akan tinggal diam, Rabella Lee!"

__ADS_1


Pupil Bella bergetar menahan panik. Tatkala ancaman Yunki berhasil menghantam dinding pertahanannya. Mencoba bernegosiasi dengan denyutnya agar tak berlebihan dalam menjalankan tugasnya.


"Kenapa?", Tanya Bella sesantai mungkin, "Apa kau ingin memiliki anak dariku? Kurasa tidak. Karena tujuanmu dari awal hanyalah kekuasaan bukan perasaan. Bukankah begitu, Tuan Lee?"


"Tentu... Tentu saja benar. Seratus untukmu"—sialan!, "Tapi aku tidak akan mempermasalahkan, jika kau ingin melakukan tugas mu sebagai istri untuk sekarang ini. Akan dengan senang hati aku membuatmu mendesah dibawahku"—brengsek memang!


Bella menengahi, "Kau tahu apa yang membuatku setuju dengan pernikahan konyol itu?", Bella menguntai kalimat tanya yang disambut buruk oleh tatapan Yunki.


"Membuatmu hancur. Dan disaksikan langsung oleh mata kepalaku sendiri, bagaimana kau menderita karena ulah tangan ini", ketus Bella dengan mempertunjukkan telapaknya dengan skenario mendramatisir keadaan.


Bella tahu jika reaksi Yunki akan sebengis ini menghadapi terjangan tutur sesalnya.


"Lalu—", Gantungan kalimat itu Yunki tekankan dengan kedua maniknya yang menikam tajam sorot tak gentar Bella, "—apa yang kau tunggu? Sudahkan kau menjalankan tugas mulia itu?", Bisik Yunki dengan nada sarkasme.


"Bisa menyingkir dariku?!", Usir Bella atas ketidaknyamanannya.


"Tidak, sebelum kau menidurkan junior",—jangan harap!


Selanjutnya yang Bella dapati, tentu saja Yunki yang sedang melukis seringaian disalah satu sudut bibir brengsek itu, "Aku tidak tahu sebelumnya, jika mengurungmu seperti ini akan membuat libidoku naik. Apa kita harus lebih sering melakukan hal seperti ini lagi kedepannya?"


Kita?—sejak kapan bibir keparat itu mengucap kata 'kita', untuk memanggil Bella dan dirinya?! Disini Bella yang tengah berlebihan dalam berhalusinasi ataukah Yunki yang terlampau brengsek?


Sebelum menjajaki tungkainya di kantor sang suami. Bella sudah mencantumkan ribuan serapahnya untuk diajukan kepada Yunki. Atau paling tidak telapak tangannya mampu memberi tanda kemurkaan Bella, di atas pipi sang suami. Menghajarnya akan jauh lebih baik daripada harus tak berdaya melawan permainan Yunki.


Bella tak pernah meninggalkan perkiraan dalam benaknya sebelumnya. Bahwasanya gadis itu akan berakhir terlindas pada kungkungan paksa Yunki. Baru kali pertama dirinya begitu lemah dihadapan Yunki. Bahkan pengalaman perdana, bagaimana jarak tak lagi menjadi penghalang bagi keduanya untuk saling meniti satu sama lain.


"Tidak, jangan lakukan!", Yunki membeku dengan bibir yang hampir menyentuh bongkahan bibir Bella.


Sudut birai Yunki membimbing untuk memahat senyum simpul, "A-apa yang kau lakukan?!", Gagap Bella yang sedikit goyah terhadap perlakuan Yunki yang terlampau menjengkelkan untuk ditindaklanjuti.


Jangan salah persepsi! Bella tak menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya telah termakan oleh jerat kepalsuan Yunki. Bahkan kesadaran masih setia berpihak pada Bella. Sadar jika Yunki tak akan mempan untuk menghanyutkan kewarasannya hanya agar pasrah pada permainannya.


Tapi...


Tapi.....


Apa yang Yunki lakukan selanjutnya, jauh dari tempat Bella menduga-duga, apa yang akan pemuda Lee itu perbuat padanya.


Dan, apa ini?!


Kelopak mata Bella membola lebar, tatkala bibirnya merasakan pagutan dari bibir Yunki. Tak ada sensasi apapun dalam diri Bella, atas perlakuan mendadak Yunki. Bella hanya diam tanpa menikmati, apa itu sebuah kepuasan. Jauh dari hal tersebut, Bella hanya merasa tidak peduli terlampau muak.


Bahkan penuturan Yunki selama detik berjalan. Lagi-lagi membuat saraf kejut Bella memuncak hingga peradaban tertinggi.


Nada seduktif Yunki setelah pergulatan bibir yang dirinya lepaskan untuk mengais oksigen mampu membekukan sel-sel tubuh Bella.

__ADS_1


"Bercinta dengan istri ku, apalagi?!",


- RING MY BELL -


__ADS_2