ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 11. Kesendirian adalah teman terbaikku...?


__ADS_3

...Chapter 11...


“Apa?!, P-paman Kambe?!” Kata Michelle dalam hati


Dia terkejut atas kehadiran pamannya itu.


“Ada apa Michelle?” -ClaraA


“Tak ada”


Orang yang Michelle sebut paman meliriknya sambil tersenyum sinis.


Michelle berjalan ke arah yang sepi


“Hei!, apa kau bilang tadi, pamanmu?!” -Dolly


Ya, Dolly, dia adalah salah satu dari gerombolan yang kemarin memotret Michelle.


“Hahaha!, sangat lucu!”


“Sepertinya dia sudah gila!, sampai-sampai, orang seperti Kambe-kun dia dipanggil paman?”


“Sungguh menyedihkan, halunya sangat lancar”


“Hahaha!”


Michelle pergi meninggalkan mereka laru pergi menuju kelas


“Dari mana saja kau?” -Vanya


“Iya, dari mana aja kamu Michelle?”


-Soraya, Yohan, Nathan


“Toilet”


“Ah, kurika kemana, yasudah”


Dihari selanjutnya,


“Hei kau!, kemarin, kau yang melaporkan kami sehingga akun kami hancur kan?, kami sudah tidak berkembang di media sosial lagi karena kau!”


“Ya!, kau harus diberi pelajaran!”


Mereka memukuli Michelle dan menyiramnya dengan air sepulang sekolah, mereka melakukan itu ditempat sepi secara terus-menerus selama seminggu


Tidak ada yang tau, karena Michelle menyembunyikan sesuatu


Tapi, ada seseorang yang mengetahui hal itu.


Hingga akhirnya, pada hari sabtu sepulang Sekolah,


“Plak!”


Pukulan itu terlihat sangat serius yang membuat pipi Michelle memar


Awalnya dia diam saja, tapi, setelah beberapa saat

__ADS_1


“Kesabaranku ada batasnya lhoh” -Michelle


“Lalu apa yang akan kau lakukan?!” Semua tertawa


Kise hendak memukulnya lagi, tapi...


“Cuma berani kroyokan, ya?!” Tiba-tiba seseorang datang sambil menahan pukulannya.


Disitu Michelle tidak terlihat takut atau marah, mukanya hanya datar saja, matanya seperti terlihat mengantuk


Sepertinya dia mengantuk gara-gara mendengar ocehan mereka.


“A-apa?!, Vettel?!!!”


“B-bagaimana bisa kau–” Semua ketakutan


“Kenapa?” -Vettel


“V-Vettel, aku tidak bermaksud–”


Vettel menaikkan satu alisnya


“Yasudah, kami pergi dulu!”


Mereka berlari dengan cepat sehingga salah satu dari mereka tersandung.


“Apa kau baik-baik saja?” -Vettel


“Ya”


“Sebenarnya, apa yang terjadi?” -Vettel


“Tidak ada”


“Jika ada masalah, katakan saja kepada teman-temanmu, mereka pasti akan mengerti dan membantumu” -Vettel


“Kesendirian adalah teman terbaikku..” -Michelle


“Jangan terus seperti itu, jangan meremehkan orang lain, kita manusia, adalah makhluk sosial, tanpa orang lain, kita tidak akan bisa terus hidup” -Vettel


Michelle terkejut, lalu menghembuskan nafasnya.


“Tapi–” -Michelle


“Ceritakan padaku saja jika kau belum siap, mungkin aku bisa membantumu” -Vettel


Disisi lain, Soraya dan yang lainnya sedang mengkhawatirkan Michelle.


“Aku sangat mengkhawatirkannya, dari kemarin setelah dia pergi dari toilet, dia bertingkah aneh”


-Vanya


“Iya, ada apa dengannya?” -Laura


“Ayo kita cari dia” -Soraya


—•🌨

__ADS_1


“Terimakasih Tuan, aku akan mencobanya”


“Cukup panggil aku Vettel, senang bisa membantu”


Michelle mengangguk.


Dia keluar gerbang, dia ingin membeli minuman di mesin otomatis di depan Asrama.


“Hei adikku, apa kabar?”


“Uh?” -Michelle menengok ke belakang


Dan ternyata...


“Paman Kambe?!”


“Kurasa panggilan kakak lebih pantas untukku, jadi, jangan panggil paman, aku ini belum tua, belum..pantas...”


“Yah, yah”


“Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?” -Kambe


“Baik”


“Syukurlah”


“Tunggu, ada apa dengan pipimu?!”


“Tidak, ini hanya bekas luka terkena minyak kemarin”


“Pintar sekali bohongnya..”


“Paman, bagaimana kau bisa bersekolah di SMA Galaxy?” -Michelle


“Apa menurutmu itu mustahil bagiku?” -Kambe


*Elegan sambil mengeluarkan banyak uang lalu meniupnya.


“Iya juga..” -Michelle


“Hmph”


“Kau kan baru murid baru, bagaimana bisa langsung menjadi ketua OSIS di SMA Galaxy?” -Michelle


“Sebenarnya, aku ini sudah 2 tahun sekolah di SMA Galaxy, tapi aku selalu menyembunyikan diriku, jadi..” -Kambe


“Aku mengerti”


“Kau sangat populer pa-kakak..” -Michelle


“Sudah pasti Michelle kuu” -Kambe


“Lebih baik aku tidak bicara seperti itu tadi..”


Paman Michelle ini, dia sangat elegan, kaya, dingin, pemarah tapi perhatian, dan sangat tampan dengan rambut coklat mengkilap.


...End Chapter 11....

__ADS_1


__ADS_2