
...Chapter 26...
“Selamat pagi nona, maaf mengganggu, hari ini adalah hari latihan nona, untuk hari terakhir ini, anda akan berlatih dengan tuan muda dan tuan juga nona kecil..” -Pelatih Gong
“Baik”
Michelle bersiap untuk latihannya, dia memakai sepatu juga jaketnya dan segera pergi ke tempat latihan
“Onee Chan, kami sudah menunggumu” -Leona
“Apa kalian baik-baik saja?, jangan lupa untuk selalu berbaikan!” -Leon bicara ke kedua kakaknya
“Tuan kecil bisa saja..” -Pelatih Gong
“Sekarang, mulai pemanasan ya”
Michael melihat Michelle berlatih, dia mengetes seberapa besar dia berubah sekarang, tapi sepertinya menurutnya sama sekali tidak ada yang berubah
“Wah, kakak memang selalu hebat!” -Leon dan Leona memuji kedua kakaknya
Walaupun Michael dan Michelle bukan kakak kandungnya, mereka tetap bahagia
Dan mereka sebenarnya adalah anak dari paman Michael dan Michelle yang sudah meninggal saat kecelakaan, beberapa terselamatkan, Leon dan Leona termasuknya
Setelah itu, mereka menjadi anak dari Ayah Michael Michelle dan diberi nama
“Caramu berkuda sambil memedang memang sangat bagus Tuan Muda..” -Pelatih Gong
“Apa itu teknik terbaru?” -Leon
“Ya, tapi, untuk kalian bertiga, saya mohon jangan meniru dulu, ini butuh latihan berat dan sangat berisiko” -Pelatih Gong
“Aku pasti bisa melakukannya!” -Michelle
“Tapi Nona–”
“Jangan bermimpi, egois!” -Michael
“Kau selalu memaksakan dirimu, itu membuatmu tidak akan bisa melakukannya” -Michael
“Karena aku ingin sehebat dirimu!” -Michelle
“Sudah, kakak!, hentikan!, kalian harus berbaikan!”
-Leon Leona
“Tuan, Nona..” pelatih Gong sedikit khawatir
—•🌨
“Kemana lagi si buaya darat itu?!, dia selalu saja menghilang” -Soraya
“Aduh, sangat kebiasaan” -Vanya
“Kita harus bersiap-siap untuk besok, nanti siang ada pertemuan kelas 1, ayolah, dimana dia” -Laura
“Aku akan mencoba meneleponnya saja, tidak usah mencarinya, nanti akan bertambah lama, Sensei bisa marah nanti, Laura telepon dia!” -Soraya
__ADS_1
“E?!” -Vanya
“Oke” -Laura
“Ah, tidak diangkat” -Laura
“Coba lagi!”
“Tidak bisa..”
“Lagi!”
“Nah, tersambung”
“Hei, hallo, Michelle?, apa kau disitu?”
“Hah, hah...ada apa?, berisik sekali..?”
“Eh, sepertinya bukan suara Michelle, eh, Michelle apa kau diculik!?” -Laura
“A-apa?!” -Vanya Soraya
“Suara cowok!” -Laura
“Dengarkan napas si cowo!” -Laura
“Hei?!” *telepon
“E’h, tunggu, sepertinya pernah dengar, hei!, itu kakaknya!” -Vanya
“A-apa?, kakaknya?!, hehhe, aku tidak tahu”
“Uh, maaf Senpai, apa bole bicara dengan Michelle?”
-Vanya
“Laura, ada apa?!” -Michelle
“Hei!, bagaimana kau bisa–” -Soraya
“Sudahlah!, lanjutkan nanti saja!, yang penting, kau sekarang cepat kembali, Sensei sudah memanggilku beberapa kali” -Vanya
“Baik”
—•🌨
Pelatih Gong kembali ke rumah dengan Leon dan Leona, tetapi Michelle dan kakaknya belum kembali
Situasi menjadi agak canggung dan acak-acakan
“Nii-San, aku–”
“Hmph!, kau sama sekali tidak berubah Michelle”
“Aku selalu melakukan apa yang kau katakan” -Michelle
“Tapi kau memakai cara yang salah” -Michael
__ADS_1
“Aku bisa melakukan semuanya sendiri!, aku ingin menjadi sepertimu, bahkan tanpa teman sekaligus!”
-Michelle
“Tapi aku tidak sama sepertimu!” -Michael
“Aku pasti bisa maju dengan bebas!” -Michelle
“Bagaimana kau akan menjadi bebas jika kau tidak menjadi dirimu sendiri!, dan kau tidak akan bisa maju jika kau terus melakukannya sendiri!” -Michael
“Aku tidak sepertimu, seperti apapun aku di kepalamu, aku tetaplah aku, dan aku selalu melakukan semuanya dengan teman-temanku, tidak sepertimu!” -Michael
“Aku pasti akan menjadi–” -Michelle
Michael mengambil lengan Michelle, lalu mendorongnya ke tembok
“Ah”
“Aku hanya ingin kau menjadi dirimu sendiri, jika kau tidak sanggup melakukan apa yang kulakukan, jangan paksakan diri, ini demi kebaikanmu!, perhatikan kondisimu!”
“Aku bisa melakukannya, aku akan menjadi hebat, tubuhku ini kuat!”
-Michelle
“Benar-benar keras kepala!” Michael mulai mengayunkan tangannya ke arah Michelle
“Ergh–”
“Tak” *jari tengah Michael meluncur ke jidat Michelle
“Erh..”
“Walaupun begitu, kau tetap adikku..”
Michael berbalik dan memegangi kepalanya
“Kakak..”
“Kukira pertemuanku dengan kakak menjadi sesuatu yang spesial, tapi ternyata tidak sesuai dengan harapanku” -Ucap Michelle dalam hati
Michael bisa saja terkejut
Gadis dingin sepertinya bisa menjadi lemah hanya dengan bertemu kakaknya
Keduanya membacakan topik yang sedikit tidak bisa dimengerti, tapi akhirnya itu berakhir dengan wajah Michelle yang sedikit murung.
—•🌨
“Disini!, Michelle!, disisni!”
“Oke, semua sudah berkumpul, besok, kita akan mulai latihannya, bagi menjadi 10 orang perkelompok, 5 perempuan dan 5 laki-laki”
“Bawa juga perlengkapan kalian, siapkan diri kalian untuk besok!”
“Terimakasih, sampai jumpa besok!”
...End Chapter 26....
__ADS_1