
...Chapter 8...
“Ah, jadi aku tidak diajak ya” kata seseorang dari kejauhan ketika melihat mereka bersenang-senang
“Jgswsjgws” *suara Roller Coaster yang mulai memperlambat lajunya
“Huft, akhirnya selesai!” -Clara
“Seru sekalii!” -Zayn
“Ya!, kapan-kapan kita akan mencobanya lagi!” -Vanya
“Aah, tentu saja” Soraya berkeringat (😰)
“Benarkan Vettel?!” *Zayn dan Rendra menggoyang goyangkan kepala Vettel
“Hah hah hah!, umblk” -Vettel mual
“Ya Tuhan, ampuni hamba jika bersalah” batin Vettel (🙂🤲🏻)
Mereka berencana untuk langsung pulang ke Asrama, tapi, saat di tengah perjalanan,
“Huhm, bau durian!” -Soraya
“Ya! Baunya enak sekali, jadi ingin makan” -Clara
“Ya sudah, ayo kita beli!” -Laura
“Vettel yang traktir!” -Rendra
“Boleh!, Vettel kau yang traktir!” -Zayn
“Kenapa harus aku?!” batin Vettel (🙂)
“Kau mau durian Michelle?!” -Vanya
“Tidak, aku tidak menyukai durian” -Michelle
“Ah, benarkah?, kalau begitu ayo cobalah!” -Laura
“Ya! Kau harus coba!” -Clara
Kemudian mereka masuk ke toko durian tersebut
-Serba Durian-
Disitu, tokonya berbentuk durian, baru masuk baunya saja sudah durian, apalagi isinya, serba durian
“E’,” *bau durian yang menyengat membuat Michelle menutup hidung
“Kenapa?” -Zayn
__ADS_1
“Michelle, kau akan ikut kan?” -Vanya
“Eeh, aku tidak...” Michelle belum selesai bicara
“Michelle akan menunggu di luar bersamaku” Vettel menyaut
“Ah, ya” -Michelle kaget
“Aku akan menunggu disini saja” -Vettel
“Oh, sayang sekali, tapi okelah kalau gitu” jawab mereka
Vanya dan yang lainnya masuk ke dalam toko, dan memesan jus durian, buah durian, sup durian, dan lain-lain.
Sementara itu, Michelle dan Vettel duduk di kursi depan toko
Mereka hanya diam dan tidak saling bicara
Michelle melirik ke Vettel dan Vettel juga
“Ah, kau tidak suka durian atau...” -Michelle
“Atau apa?” -Vettel
“Kau sedang tidak enak badan bukan?!” -Michelle
“Ha?!” -Vettel terkejut
“Hah, iya, tadi malam aku agak demam” *Vettel pasrah
“Kau tahu?!” -Vettel
“Tingkahmu...” -Michelle
Vettel terdiam.
Di dalam toko...
“Nyem nyem nyem,” -Laura
“Rasanya....” -Rendra
“Ahh mantap!” -Soraya
Canda tawa penuh riang yang ada di dalam toko.
Tawa Vanya dan yang lainnya sampai terdengar dari luar toko
“Hm, Vettel!, uank?!” Zayn mengajukan tangan
“Tch,” Vettel mengurungkan tangannya
__ADS_1
“Hh!” Michelle tersenyum (menertawakan) tapi ekspresi biasa.
Vettel terkejut lalu ikut tersenyum sambil meliriknya.
“Terimakasih Vettel!” -Zayn
“Maapkeun kita yang no hev akhlaq” -Rendra
“Ya!, terimakasih dan maaf!” Sambung Vanya dan yang lainnya
“Hahaha” semua tertawa
Hari semakin larut,
“Sudah jam 6, sebaiknya kita pulang” -Vettel
“Iya, ya” jawab mereka
Mereka pulang bersama dengan perasaan gembira,
dan menuju ke asrama.
“Sampai jumpa besok!” -teriak Soraya kepada yang lainnya
“Ya!” -Jawab Rendra
Hari libur mingguan pun tiba
Michelle berjalan keluar asrama sekolah, dan berencana untuk keluar sekolah, mungkin jalan pagi.
Ia membuka pintu kamar lalu menaiki lift dan turun kebawah
“Klntngqq” *suara botol jatuh
“Uh?!” -Michelle cuek
“Oh jadi ini ya gadis yang katanya cantik” Tiba-tiba segerombolan orang datang menghampirinya.
“Kenapa orang seperti dia bisa masuk ke SMP Royal yang mewah dan hanya bisa di masuki oleh orang bangsawan dan kaya saja?!” Ucap salah satu perempuan yang bernama Kise.
“Dia hanya beruntung, karena nilainya tertinggi disekolah terbodoh, dan mempunyai sahabat yang kaya, itu saja” Ucap satu orang lainnya yang bernama Aura.
“Dan dia memanfaatkan kekayaan sahabatnya untuk menutupi kemiskinan dan kemaluannya”
Sahut gadis yang bernama Dolly.
“Dan lihat!, dia suka makan es batu, mungkin tidak punya uang untuk makan”
“Hahaha, murahan!” Tawa mereka.
Michelle hanya diam saja, dia cuek seperti biasanya.
__ADS_1
...End Chapter 8....