
...Chapter 23...
“Vanya!, Vanya!, Vanya...!”
“Uh?, hoahm, ada apa Michelle?!, pagi-pagi begini kau membangunkanku..”
“Ada yang mencarimu”
“Hah benarkah?”
Vanya berjalan membuka pintu
Ternyata mereka adalah Vino, Lucas, dan Sammy
“Hei!, adik!” -Vino
“Oh?!, Kakak?” -Vanya
“Apa?!, kau masih belum bangun?” -Vino
“Dimana yang lainnya?, mereka belum pada bangun ya?!” -Sammy
“Lauraaa!!!, ayo bangun!, dasar adik pemalas!”
-Lucas
“Whaaaa!, apa-apaan kau ini!, hah Kakak?!”
-Laura
“Kakak?!, mengapa kalian masuk ke lantai asrama putri, dan juga ini pagi-pagi, dan mengapa kalian–”
-Soraya
“Tutup mulutmu Soraya!, cuci muka dan keluar untuk lari pagi!” -Sammy
“Lari pagi di salju, wau primitif” *Semua memasang muka datar yang aneh
“Tadinya kami ingin mencari Michael, eh taunya dia sudah pergi keluar jalan-jalan sendirian di tengah dinginnya salju, huh, memang kebiasaan” -Lucas
“Y-yah, lupakan saja” -Sammy
“Bagaimana kalian bisa berada disini?!” -Vanya
“Memangnya masalah?!, kami ini sekumpulan OSIS yang ingin bertemu adik-adiknya, semua orang tahu siapa kami!” -Vino
“Yah, seperti itulah dia” -Sammy
“Eh, ngomong-ngomong, apa kau...Michelle?!”
-Lucas
“Benarkah?” -Vino, Sammy
“Eh, iya”
“Wah, sekarang kau sudah besar ya, sudah lama sekali”
“Sasudah, ayo kita mencari kakakmu” -Vino
“Why?, diamana kakaknya?!” -Soraya
“Maka dari itu, kita akan mencarinya” -Sammy
__ADS_1
“Eh, kalian mengenal kakakku?” -Michelle
“Eh, tentu saja, apa kau bercanda?, ternyata kau bisa bercanda juga ya”
“Tunggu, kita ingin ke makam kakakku?” -Michelle
“Apa?!!!!” *semua terkejut
“Apa maksudnya?” -Sammy berbisik ke Vino dan Lucas
“Apa kita salah orang?” -Lucas
“Tidak mungkin!” -Vino
“Oh, begini saja, kita cari Michael dulu ya”
-Sammy
“Oke”
“Huhuhuhjhhuhh, sangat dingin” -Laura
“Jaketmu kurang tebal, lain kali pakai punyaku”
-Lucas
“Bagaimana jika jaketmu bau kak?!” -Laura
“Apa?, ini tidak mungkin!” -Lucas
“Hahahaha”
“Sstt apa-apaan kau ini?!, mungkin saja mereka menyembunyikan sesuatu!” Vino berbisik
“Eh! Michael! Akhirnya kami menemukanmu!” -Vino
“Wah, ketua OSIS!”
“Lain kali jangan tinggalkan kami lagi!” -Lucas
“Michael, dia adikmu bukan?!” Sammy berbisik ke Michael
“A-apa?”
“Ting” *handpone Michael berbunyi
“Tuan muda, ini hasil tes dan biodata nya”
(Michelle Leo)
(3 Februari 2008)
(Gol darah...) dll
“A-apa?!!!” -Michael terkejut
“Ada apa?!” -Sammy
“T-tidak ada”
Kepala Michael kembali kesakitan
“Argh, aku..aku sudah ingat!” -Michael dalam hati
__ADS_1
Michelle melihat Michael dan terbayang-bayang akan kejadian masa lalunya, kepalanya merasa sedikit pusing, badannya merinding dan merasa mual
Dan secara tidak sadar...dia mengucapkan..
“Kakak..?”
“Arg, apa?” Michael yg kesakitan itu berbalik
Michelle mendekatinya
“K-kau..”
“Hah, sebenarnya ada apa sih” Vanya dan yang lainnya yang menonton ikut terkejut
“Kau kakak?, kau masih hidup?!” -Michelle
“Y-ya”
Mata Michelle berkaca kaca, dia tidak tahu harus senang atau sedih
“Bagaimana bisa dia menyadarinya?!” Ucap Michael dalam hati
“Bagaimana kabarmu?” -Michael
“Baik”
“Oh, ayo kita jalan-jalan saja” -Michael
“Benar dugaanku selama ini, tapi kukira ini akan menjadi pertemuan yang memuaskan, ternyata tidak, kakak masih sama seperti dulu, dia sesalu cuek dan tidak berperasaan” Ucap Michelle dalam hati
“Uh, sebenarnya ada apa sih?!” -Soraya
“Tidak ada”
“Apa?, kau baru saja bertemu adikmu, dan langsung meninggalkannya?!” -Vino
“Lalu mau diapakan lagi?!” -Michael
“Y-ya sudah ayo pergi cari tempat duduk dan menikmati sunrise!” -Lucas
“Baiklah”
Vino menelepon Kambe (paman Michael dan Michelle)
“Oh jadi begitu?” -Vino
“Ya”
“Oke, terimakasih Paman!” -Vino
“Bagaimana?” -Sammy
“Seperti yang kau dengar” -Vino
“Ternyata begitu, malang sekali, apa kita mengacaukannya?!” -Lucas
“Entahlah”
Jadi, Kanbe menceritakan kejadian masalalu dari yang Michelle ceritakan kepadanya.
“Yasudah, ini semua sudah terungkap sekarang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi” -Sammy
“Ya, kita hanya perlu menenangkan Michael” -Lucas
__ADS_1
...End Chapter 23....