ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 12. Saya mempercai anda!


__ADS_3

...Chapter 12...


“Lihat disana!” -Clara


“Apakah itu... Michelle!” -Vanya


“Iya!, buaya darat, kau dari mana saja?” -Soraya


“Siapa yang kau panggil buaya darat?” -Kambe berdiri dengan tegas.


“Ah, k-kau, Ketua OSIS SMA, kenapa anda bisa berada disini?” -Soraya


“Omg! Omg!” Batin Soraya sambil tersipu


“Ah, Michelle, kami dari tadi mencarimu, kami mengkhawatirkanmu” -Laura


“Maaf” -Michelle


“Bagaimana kau bisa bersama dengan kakak kelas?”


-Clara


“Aku–” -Michelle


“Oh, kenalkan, aku Kambe Ryouta, paman dari Michelle”


Kambe bersikap tegas dan terlihat sangat dingin sambil melirik mereka semua.


Laura melihat keatas


“Tinggi sekali..” -Kata mereka berbarengan


“HAH! APA?! PAMANNYA MICHELLE!?”


-Teriak mereka berbarengan lagi


“Apa Ibu dan Ayah Michelle nikah muda?” -Soraya


“Atau jangan-jangan, kakek Michelle mempuanyai banyak istri?” -Laura


Semuanya berbisik, pikiran negatif mulai muncul dikepala mereka.


Kambe menaikkan salah satu alisnya


“Oi”


“Ah, hehhehe”


“Maaf”


“Tuan muda, sebentar lagi meeting akan dimulai, jadi–” Kata seseorang dari telepon.

__ADS_1


“Oke, kalau begitu, aku pergi dulu, nikmati liburan kalian” Kambe berjalan meninggalkan Michelle dan yang lainnya


“Sampai jumpa!” Jawab mereka.


—•🌨


Di Sebuah tempat sunyi dengan bunga Sakura yang berguguran dari atas..


“Ada apa Tuan Muda memanggilku?”


Tanya seseorang


“Aku ingin bertanya padamu”


“Tentang apa Tuan?”


“Apa aku.. punya saudara kandung?”


*Membalikkan badan, dan ternyata dia..


“A-ah, itu..” *berkeringat


“Aku ingin kau mengatakan yang sejujurnya TN. Hong.. Aku memghormatimu” -Michael


“Maaf Tuan muda, saya–” -TN. Hong


“Tuan muda!, maaf mengganggu pembicaraan kalian, tapi, Tuan muda!, ada masalah!, dan meeting akan segera dimulai!” Teriak seseorang yang baru saja turun dari mobil.


“Maaf Tuan muda, Nyonya dan Tuan besar tidak mengizinkan saya untuk memberitahu Tuan muda, ada alasan tersembunyi nya Tuan,”


Ucap Tuan Hong dalam hati


“Saya sangat mengkhawatirkan kedua pihak jika saya memberitahukannya.” Sambungnya dalam hati.


“Oke!”


“Tuan Hong, saya mempercayai anda”


-Michael


—•🌨


“Ach, sakit..”


“Maaf, aku tidak sengaja”


“Tak apa, ah, ternyata Tuan muda dari keluarga


Zenda”


Ternyata mereka adalah Kei dan Vettel.

__ADS_1


“Ah, sakit sekali” Kei melirik Vettel


“Apa perlu aku obati?” -Vettel


“Uhm, jika anda tidak keberatan, t-tapi, saya bisa sendiri kok” -Kei


Vettel mengambil kapas dan membalutnya ke tangan Kei yang terluka.


“Ah, pelan-pelan..”


“Selesai”


“Ternyata kau perhatian juga, tuan muda Zenda”


Kei tersenyum.


Vettel hanya memasang wajah dingin.


—•🌨


“Hei kawan-kawan, apa kalian kesini sendiri dan tidak berencana mengajakku?”


“Bankai?!”


“Ya, ini aku”


“Katanya, besok lusa final basket akan diadakan, tapi aku masih tidak tahu apakah itu benar” -Bankai


“Wah, jika benar, kita bisa–” -Clara


“Ya!, kita bisa latihan basket besok” -Zayn


“Oh iya, aku baru saja bertemu dengan Hanzo dan dia bilang bahwa besok dia akan pergi ke Negara tetangga karena ada acara disana” -Bankai


“Benarkah?” -Vanya


“Dan katanya, dia akan disana cukup lama, sayang sekali, padahal dia sudah sembuh, dia juga memintaku untuk mengantarkan ucapan maafnya ke kalian semua” -Bankai


Semuanya terlihat murung.


“Ah!, tapi tidak usah sedih, kita bisa cari penggantinya” -Bankai


“Ya!, kita harus semangat, kita bisa mulai latihan besok, apa perlu kita menghubungi Vettel?” -Rendra


Lalu, tiba-tiba ada dua orang sedang berjalan menuju gang di sebelah tempat pembicaraan mereka.


“Tuan muda Zenda.....”


“Hah?” Mereka mendengar suara yang tidak asing


Laura berbalik, lalu terkejut...

__ADS_1


...End Chapter 12....


__ADS_2