ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 13. Fast Hand


__ADS_3

...Chapter 13...


“Bukankah itu Vettel?”


Semua terkejut


“Vettel!, kau sedang apa bersamanya?!” -Zayn lari menghampiri Vettel.


“Wah, ada tuan muda keluarga Vere” Kei tersenyum


Vettel terdiam, dari tadi dia cuek, bahkan saat diajak berbicara dengan Kei


“Vettel hanya membantu menyembuhkan lukaku saja, aku harap lukaku cepat sembuh, benar, kan?”


“Cih!” -Zayn


“Sudahlah, Vettel, ayo ikut bersama kami” -Rendra


Rendra dan yang lainnya menuju tempat latihan dan meninggalkan Kei.


Zayn melirik Vettel


“Vettel, apa kau menyembunyikan sesuatu?” -Zayn


“Tidak, benar apa yang dikatakan Kei tadi” -Vettel


“Aku mempercayaimu” -Zayn


Rendra menceritakan semuanya kepada Vettel tentang basket dan Hanzo, tidak lama kemudian, Vettel mengerti.


“Kalau begitu, ayo kita latihan” -Zayn


“Ayo!”


“Pikirkan strategi dasar, dan strategi kecemasannya”


-Vettel


“Ambil bolanya, lakukan dribbling, operan, passing tersembunyi, alihkan perhatian, shot!” -Vettel


“Intinya begitu dulu, latihan, dan lakukan yang terbaik” -Zayn


“Baiklah, tapi bagaimana jika gagal?!” -Laura


“Jika gagal, coba lakukan shot jarak jauh” -Zayn


“Vettel, kami mengandalkanmu”


“Jika gagal, cobalah untuk berfikir positif, kita harus siap menagkap bolanya, memulai strategi baru”


-Rendra

__ADS_1


“Bermain fast hand!”


—•🌨


“Selamat pagi anak-anak, kita akan memulai pelajaran hari ini, tapi, Sensei akan memberitahu, jika tahun depan, setelah kompetisi renang, setelah musim dingin,”


“kita akan menjalani latihan bertahan hidup untuk SMA nanti, supaya kalian tidak kewalahan saat menjalani ujian bertahan hidup di SMA”


-Mrs Aurora


“Wah!, bertahan hidup, pasti keren sekali!” -Soraya


“Michelle pasti akan suka!, benarkan?” Vanya menggoda Michelle


“Tentu”


Selesai sekolah, Michelle dan yang lainnya berlatih bermain bola basket, Michelle sempat melamun beberapa saat.


“Bagus Michelle, ayo lakukan lagi” -Vanya


“Michelle?!” -Zayn


“Uh, ya” -Michelle


Vettel meliriknya.


“Besok final, aku harap, kita serius, melakukan yang terbaik” -Zayn


—•🌨


“Tok tok tok”


Michelle membukakan pintu


“T-tu, e, Vettel!?”


“Ya, aku ingin membicarakan sesuatu padamu” -Vettel


“Maukah kau...”


Mereka membicarakan sesuatu, dan Michelle setuju.


“Kruyuk, kkrrrk” *suara dari perut


“Baiklah, kau belum sarapan bukan?” -Michelle


“Eh, kebetulan, belum.” -Vettel


“Ini, aku membuatnya tadi, kebetulan juga aku membuat dua” -Michelle


Michelle memberikan roti buatannya ke Vettel sambil menaikkan satu alis

__ADS_1


“Cobalah”


“Hm”


“Aku tidak tahu apakah ini enak bagimu, tapi aku hanya makan seadanya” -Michelle


“Sangat enak, kau pandai dalam memasak, hm” -Vettel


“Biasa saja” -Michelle


Vettel hanya tersenyum.


Mereka berjalan menuju ke kelas masing-masing


Dari kejauhan..


“Cih, tidak adil, gadis biasa sepertinya bisa mempermainkan aku dan mencoba mencari perhatian ke tuan muda keluarga Zenda, harusnya dia ngaca donk!”


“Terimakasih atas kerjasama dan rotimu, nona..”


-Vettel tersenyum


Mata Michelle membesar (😳🌸)


Michelle membalasnya dengan senyuman kecil.


“Hei Michelle, kau sedano apa, ayo masuk”


-Soraya


“Ah, iya” -Michelle terkejut


Tetapi, Soraya tidak melihat Vettel karena dia langsung pergi dengan cepat.


“Nanti yang menggantikan Hanzo, Bankai, boleh juga” -Soraya


Muka Vanya terlihat biasa saja, dan sempat terdiam beberapa saat.


Pelajaran matematika telah selesai,


“Belikan aku hamburger”


“Tidak, uangku sudah mau habis”


Tawa riang para murid yang sedang istirahat


Tim basket berkumpul di kantin sekolah saat istirahat sambil membicarakan tentang final nanti sore.


“Bu, saya pesan ramen nya sembilan ya” -Laura


“Oke nona, secepatnya akan kami antar”

__ADS_1


...End Chapter 13....


__ADS_2