ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 4. Peluru Pahit


__ADS_3

...Chapter 4...


“Hmph!, melakukan!, tidak berguna!”


Batin Kei sambil memasang muka merenggut.


“Eh, itu bukannya kembaran Kei, haha dia sangat lucu, dia sangat payah, bisa main tidak ya, hahaha” -bisik para penonton.


Zayn hanya sedikit melirik


“Mereka para penonton hanya tau ghibah, seperti emak-emak saja” -batinnya.


Setelah itu pertandingan antara tim Musang VS tim Hamster pun dimulai, mereka bermain dengan jujur, jadi tidak ada masalah sama sekali, pertandingannya berakhir lancar dan dimenangkan oleh tim


Hamster.


“Lalu, giliran tim Kucing VS tim Marmut!, bermainlah dengan adil!” -ucap juri


“Hm” Michael yang sedang menonton sambil mengerutkan alis, mukanya sedingin es.


“Semangat!, kita pasti akan menang!” Vanya memberi semangat


“Ingat Strategi kita!” Laura menambah


“Hmph, tentu saja!” Jawab mereka


Vanya yang membawa bola, dia melakukan dribbling, lalu mengoper ke Hanzo


Mereka melakukan itu dengan sangat baik.


Semua anggota tim kucing berhasil memasukkan 1 bola ke lawan, tapi sayangnya, di menit terakhir, ada yang mencoba mencelakai Michelle menggunakan peluru bius,


Wush \~Vettel melirik


tapi malah Hanzo yang kena.


“Prttttt!, pertandingan selesai!” Wasit meniup peluit

__ADS_1


Lalu mereka pergi ke tempat sepi, tidak jauh, tapi setidaknya tidak terlihat oleh penonton.


“Oh, Hanzo, apa kau baik-baik saja” tanya Vanya


“Aku... sedikit sakit..”


“Ap.. apa yang terjadi” batin Michelle


“Siapa yang berani mencelakai Michelle” batin Vettel


“Bawa Hanzo untuk istirahat, nanti biar digantikan oleh tim cadangan” \~Vettel tegas


“Baik!” Jawab mereka.


“Hanzo main cukup baik, tapi terpaksa di gantikan” batin Michelle


“Aku tau tadi ada yang sengaja mencelakaiku, aku berusaha menghindar, tetapi malah mengenai


Hanzo” sambungnya lagi.


Kei dan teman satu timnya segera memasuki lapangan, lalu pertandingan dimulai


Pertama terlihat baik-baik saja, dan akhirnya kedudukan mereka seri


“Hmph!, kau pikir tim kalian bisa menang?!”


Ucap Kei sambil mengecilkan volume suaranya


Mungkin takut di dengar, haha:).


Saat tim lawan akan memasukkan bola ke dalam ring, tiba-tiba ada peluru yang sama dari arah yang sama, peluru itu mengenai murid yang ingin memasukkan bola ke dalam ring.


“Apa lagi ini” Vanya kesal


Michelle melirik ke arah dimana dan dari mana peluru itu datang


“Kei..” batin Vettel.

__ADS_1


Obatnya masih belum bereaksi, tapi setelah 5 detik, sesuatu terjadi, murid tersebut kejang-kejang lalu tertidur, dan bolanya tidak jadi masuk ring


“Oh tidak, sayang sekali, bolanya tidak jadi masuk, dan salah satu anggota jatuh, sepertinya, pertandingan akan segera berakhir” kata Juri


Michael melirik.


Lalu, Kei tersenyum, dia mengambil bolanya lalu memasukkannya ke dalam ring, dan akhirnya pertandingan selesai dengan tim Anjing sebagai pemenang.


“Apa-apaan ini, wasitnya bener-bener aneh” Soraya merasa kesal


“Ya, pasti terjadi sesuatu” Jawab Rendra


“Apa seperti itu?!” \~Soraya


“Kurang lebih” \~Rendra


“Siapa yang akan menjadi tim cadangan?!” tanya Vanya


“Biar aku saja” Jawab Bankai


Vettel mengerutkan alis.


“Ehm, bagaimana menurut kalian?!” tanya Zayn


“Bukan apa-apa jika dia tidak membuat masalah dan tetap bersikap optimis” balas Michelle


“Ya, aku setuju dengan Michelle” Vettel menambah


“Oke aja si” Jawab mereka.


Bankai merasa sedikit kesal dengan perkataan Michelle, ya, itu seperti menyindir


Tapi, emosi Bankai juga sedikit terobati karena sekarang dia yang menggantikan Hanzo.


“Michelle, aku semakin kagum padamu” batin Bankai sambil tersenyum ke arah Michelle.


...End Chapter 4....

__ADS_1


__ADS_2