
...Chapter 30...
“Hei, kita harus melewati jembatan tua itu?!” -Vanya
“Tentu saja!” -Soraya
“Ehm, oke kalau kalian memaksa..”
“Hati-hati..” -Vettel
“Aku sangat takut” -Kyle
“Tidak apa-apa, ada kami disini..” -Zayn
“Coba kita pikirkan, kita akan perang sebentar lagi, apa mungkin itu peta petunjuk?” -Rendra
“Mengapa malah sampai perang?, memang sekolah kita tahu soal itu?” -Zayn
“T-tidak juga kali ya”
“Tunggu dulu, itu bisa jadi, jika itu benar, pasti petanya ada disekitar sini” -Vettel
“Benarkah?”
Mereka mencari di seluruh sudut dan berfikir
—•🌨
“Tuan Hong menghilang tepat setelah kebocoran strategi istana” Ucap salah satu penjaga
“Apa? Tuan Hong?” -Leonard
“Benar tuan”
“Aku akan menyelidiki ini bersama rekan-rekanku setelah ini” -Kanbe
“Baik tuan”
“Kalian harus tetap menjaga kemanan kerajaan” -Leonard
“B-baik Raja!”
—•🌨
Hari selanjutnya...
“Kemarin kita baru menemukan satu peta, kuharap kali ini lebih mudah” -Soraya
“Ya, aku juga berharap begitu” -Rendra
“Huft, perutku lapar sekali tau” -Vanya
“Ya, dari kemarin kita belum makan” Hanzo
“Kita dapat dua peta, kemarin satu peta dan hari ini satu peta” -Bankai
“Bagus sih dapat, tapi kita tersesat!!” -Zayn
“Kita mau cari makanan dimana jika kita sekarang ini tersesat?!” -Vettel
“Aku sangat takut” -Kyle
“Tenanglah, pasti seseorang akan menolong kita” -Zayn
__ADS_1
“Hari semakin gelap, kita baru menemukan satu peta, ditambah tersesat pula, huuh” -Laura
Air menetes tepat di mata Michelle
“Uh? Hujan?” -Michelle
“A-apa?, iya kau benar, aduh bagaimana ini, hujan tiba-tiba, tidak ada gua untuk berteduh” -Vanya
“Kita berteduh dibawah pohon besar itu saja” -Hanzo
“Sstt, dingin..” -Clara
“Ya, sangat dingin...” -Kyle
“Kyle, tenanglah, pasti sebentar lagi reda ko” -Zayn
Michelle melirik mereka bertiga
—•🌨
“Ssttt, jangan berisik, nanti kita bisa ketahuan” Kei
“Kamu sih” -Gaeun
“Hiiih!” -Dolly
“Sudah hentikan” -Kise
—•🌨
“Hujan turun, bagaimana kondisi mereka semua ya?” -Dovi
“Entahlah, aku juga sedikit khawatir” -Sammy
Michael terheran-heran dan mencoba untuk mencari tahu
“Hei Michael! Kau mau kemana? Ini hujan!” -Lucas
“Ketua..” -Sekretaris OSIS dan anggota lainnya
“Ck” -Dovi berlari menyusul Michael
“Hei, kalian apa-apaan?!” -Lucas
“Sial, ayo kita ikut” -Sammy
“Michael, tunggu!”
“Vanya?!” -Dovi
“Kakak..?!” -Vanya
“Bantuan tiba” -Zayn
“Kakak!” -Soraya
“Hei!” -Sammy
“Laura, kau baik-baik saja?” -Lucas
“Y-ya”
Dovi, Sammy, dan Lucas melepas jaketnya dan memakaikannya ke adik”nya
__ADS_1
“Semuanya, tenanglah, bantuan sudah datang, ayo ikut aku dan bawa payung ini” -Michael
“B-baik ketua!”
Semuanya mengikuti Michael dan berjalan menuju tenda OSIS
Michelle terdiam sambil melihat keadaan
“Ayo ikuti Michael” -Sammy
“Baik”
Mereka melihat ke belakang
“Hah? Michelle?, kenapa diam saja, ayo ikut?”
-Lucas
“Ikuti kakakmu” -Sammy
Lalu mereka berjalan menuju tenda juga
“Ya sudah, bareng Vanya sama aku saja?” -Dovi
“Ayo kemari Michelle” -Vanya melebarkan jaket kakakny untuk Michelle
“Y-ya, terimakasih”
—•🌨
“Ganteng doank, adenya ga diperhatiin” -Gaeun
“Hahaha!, sial aku tertawa!”
“Adik yang malang” -Kei
“Sksksk”
—•🌨
“Kuharap kalian tenang” -Sammy
“Hei kak, perutku sangat lapar” -Soraya
“Kalian boleh makan dulu, pasti kalian sangat lapar kan” -Sammy
“Hiiih!”
“Kemari dan ambillah” -Lucas
“Terimaksih ketua dan yang lain!”
“Maaf Ketua, sepertinya makanannya tidak cukup dan yang lain masih ingin minta tambah” -Seorang gadis yang termasuk anggota OSIS
“Yasudah berikan saja” -Michael
“T-tapi kau..?”
“Tidak masalah, berikan saja..”
“B-baik”
...End Chapter 30....
__ADS_1