ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 15. Kemenangan bukan segalanya


__ADS_3

...Chapter 15...


Tim Kucing bermain dengan sedikit lebih ribet daripada tim Anjing (Doggy)


“Sudahlah, tetap fokus!” -Zayn


Mereka bermain dan akhirnya masuk poin pertama dari tim Kucing.


“Prrttt, quarter pertama berakhir!”


“Bagaimana?” -Bankai


“Vanya, ada apa?” -Soraya


“Tidak, teman-teman, aku minta maaf soal tadi”


-Vanya


“Tak masalah, itu hal yang wajar” -Zayn


“Tapi, apa kau baik-baik saja?” -Laura


“Sepertinya tidak, maksudku–” -Vanya


“Adakan pergaintian pemain jika kau butuh istirahat”


-Clara


“Aku setuju” -Zayn


“Haruskah begitu, apakah benar tak apa?” -Vanya


“Tentu saja kami tidak akan keberatan” -Bankai


“Oke, terimakasih”


“Tunggu, aku juga ingin digantikan, bolehkah?”


-Vettel


“Ada apa?” -Zayn


“Aku ingin.. berfikir..”


“Terseraalah”


Laura dan Rendra masuk ke lapangan menggantikan Vanya dan Vettel.


Michelle melirik mereka berdua


—•🌨

__ADS_1


“Saya menghadap Raja, e, tuan, apakah ada yang ingin disampaikan pada saya?”


“Seperti yang kau tahu, tidak lama lagi, perang antara dua kerajaan, tidak, keluarga singa yang merupakan anggota dari 8 keluarga besar, akan segera tiba”


“Saya mengerti”


Tuan itu menghembuskan napasnya


“Siapkan pasukan dan strategi jika mereka menyerang dengan tiba-tiba” -Raja


“Satu lagi pengurus Hong, siapkan guru untuk melatih ketiga keturunanku, latihan untuk menjaga diri, terutama untuk keturunan pertamaku, kakak dari kedua adiknya” -Raja


“Baiklah tuan, akan saya lakukan, secepatnya”


“Latihan apa yang akan kukerjakan Ayah?”


*Seorang anak berumur 7 tahun


“Bela diri, kau harus sangat serius kali ini”


“Tuan kecil, mari ikut saya, untuk menemui guru baru tuan” -Hong


“Ya” -bersikap tegas, anak kecil yang sangat berwibawa dangan pakaian kerajaan.


—•🌨


“Quarter kedua akan segera dimualai, masuk!”


Prrrrrtttttt!


Rendra dan Laura melakukan Screen ke Gaeun


“Dua lawan satu, hm”


Michelle mem pass bola ke Zayn


Zayn bergerak dengan cepat dengan melakukan


Lay Up.


“Masuk!, 13-15” (13 tim Kucing)


“Huh!”


Kedua tim saling berebut skor, mencetak dengan waktu yang singkat, dan terkadang butuh beberapa menit.


Kei melakukan Lay Up persis seperti yang Zayn lakukan, Michelle mengamati gerakan Kei dan membiarkannya bebas.


Tim Kucing tertinggal cukup banyak skor (21-30)


“Prrrtttt time-out!”

__ADS_1


“Hanya beginikah kemampuan kalian?!” -Gaeun


Michelle tersenyum sinis.


Vettel mengamati bergerakan tim lawan dengan sangat teliti.


“Bagaimana?” -Soraya


“Sesuai rencana” -Bankai


“Hmph”


Vettel kembali masuk di quarter ke tiga, kali ini dia serius, Laura yang akan mundur.


“Lakukan persis seperti strategi yang kita buat” -Vettel


“Tentu saja, akan terasa lebih mudah jika kita kompak” -Zayn


“Mereka cukup bagus, tapi tidak terlalu bagus untuk mengalahkanku” -Kei


“Yah, tentu saja” -Dolly


“Hahaha”


“Padahal kita bermain dengan adil lhoh, tetap saja kalah” -Gaeun


“Quarter terakhir akan segera dimulai, harap untuk memasuki lapangan”


“Prrrttttt”


“Semangat!, menang bukan segalanya, bagaimana bisa menang jika kita tidak bekerja sama?, bagaimana mau senang jika menang tapi menang hanya untuk diri sendiri, kerja sama yang bagus akan membuat kita menang dengan senang, bersama-sama!” -Vettel


“Yosh!” Semua bersemangat


“Semangat yang bagus” -Sakurai, salah satu dari tim Doggy


“Wah, Vettel masuk lagi”


Vettel mengambil bola, operan ke Zayn, dihentikan oleh Dolly


Dolly mengoper ke Kei, dan masuk ke ring dengan mudah.


5 menit tersisa (25-33)


“Hanya tinggal 5 menit, semangat, Michelle Chann!”


-Laura berteriak seperti anak kecil


Michael yang ada disampingnya sampai terganggu oleh suaranya.


“Ah, maaf, hah?, ketua OSIS, aku sangat minta maaf, tapi aku harus menyemangati mereka!,

__ADS_1


SEMANGAAAT!” -Laura.


...End Chapter 15....


__ADS_2