
...Chapter 20...
“Tuan muda, saya sudah berhasil menemukan data-data gadis itu, apakah masih ada yang harus saya lakukan?”
“Bagus, kau sekarang hanya bisa mendalami pemahamanmu dan lebih berhati-hatilah”
“Baik, tuan Muda...”
—•🌨
Musim dingin sudah berlangsung beberapa bulan, dan akan segera berakhir
Sekolah menyediakan sistem pelajaran baru, salah satunya perubahan siswa dalam satu kamar, yang dulunya satu orang per kamar, kini menjadi 4 orang
Selama musim dingin, pemerintah mengubah bentuk kamar di asrama dan melebarkannya, lalu memulai ajaran baru angkatan ke 6 dengan kamar 4 orang di asrama.
Michelle menjadi satu kamar dengan Vanya, Soraya, dan Laura, entah kebetulan acakan itu memang tepat atau tidak
Semua itu dilakukan agar murid-murid lebih mengenal satu sama lain, bekerjasama, dan lebih sosial, juga lebih seru...mungkin...
“Hoaam, aku masih mengantuk..” -Laura
“Michelle sudah membuat makanan untuk kita ya?”
-Soraya
“Hmm, sepertinya iya, lalu kemana dia?!” -Vanya
“Oh TIDAK! ternyata kita terlambat!” -Vanya
“Aduh, si buaya darat itu, kenapa tadi dia tidak membangunkan kita sih..” -Soraya
“Hyaahh, Soraya, cepatlah!” -Laura
—•🌨
“Nee-San?, apa itu kau?!”
Michelle menengok
“Leo senpai, kami sangat merindukanmu!”
*kedua anak kecil memeluk Michelle
“Leon, Leona?!”
“Ya! Kakak!”
__ADS_1
“Bagaimana kalian bisa ada disini?!” -Michelle
“Ayah menyuruh kamu untuk berlatih bersama kakak!” -Leona
“Apakah kita akan menemui Onii-Chan juga?”
*berbisik ke Leon
“Mungkin nanti”
“Bagaimana kabarmu kak?” -Leon
“Tidak buruk..”
“Kami tunggu kau sampai pulang sekolah, kami akan menunggu di...dimana?!” -Leona
“Bagaimana jika kita menunggu sambil berjalan-jalan saja, atau kita pergi ke SMA Paman Kambe dan mengagetinya?..” -Leona
“Ini sangat dingin, kau ingin berjalan-jalan?!!!” -Leon
“Lalu apa?, jika tidak, aku akan melakukan tuduhan palsu kepada Ibu!” -Leona
“Terserah...huuh, ada-ada saja” -Leon
“Kakak! Kau tidak boleh seperti itu” -Leona
“Ya yah..”
“Kakak! tunggu!” -Leona
“Uh?, bukankah itu...Leon dan Leona?!”
Michael yang melihat itu langsung terkejut
Michelle berjalan menuju kelasnya
“Kemarin, kenapa aku terus bergemetar?!, sampai sekarang, aku belum menemukan jawabannya..”
Ucap Michelle dalam hati
“Ketua OSIS, tanda “M”, Michael, Kakak..”
Michelle terus memikirkan itu
“Ma-af, sungguh, jangan pukuli aku lagi”
Michelle melirik arah suara tersebut datang
“Kau terus saja meminta maaf, bagaimana bisa kau terus meminta maaf atas kesalahan yang kau buat terus-menerus?!”
“Sungguh, aku, aku tidak sengaja..”
__ADS_1
“Lepaskan dia!”
“Michelle?!”
“Wah, kau, jangan sok jagoan deh!”
Kyle berlindung di belakang Michelle
Michelle menghindari pukulan mereka, dan tidak membalasnya.
“A-apa?!, huh, cukup bagus”
Michelle mengangkat kakinya secara tiba-tiba, seperti dia sedang menghindari sesuatu, dan mereka secara tiba-tiba pergi.
“Terimakasih, aku benar-benar berterimakasih!”
-Kyle
“Yah”
Michelle melihat Kyle dari belakang
—•🌨
“Nah anak-anak, latihan pertahanan hidup akan diselenggarakan setelah musim dingin nanti, tepatnya satu bulan lagi..” -Aurora Sensei
“Hei Michelle, kenapa kau tidak membangunkan kami tadi?!” -Soraya
“Aku sudah mencoba beberapa kali, lalu menyerah”
-Michelle
“Hehehe, maaf, mungkin kuping kami yang aga tersumbat..” -Vanya
“Kami?!, lu aja kali” -Soraya
“Ishhhh”
“Kita akan ke sebuah pulau tak berpenghuni yang lumayan jauh dari pantai..” sambung Mrs. Aurora
“Apakah itu menyeramkan?!” -Vanya
“Tidak” -Michelle
“Bagaimana jika banyak hantu?!” -Vanya
“Tentu saja, hantu ada dimana-mana” -Soraya
“Huuh, sial, jangan membuatku takut!” -Vanya
“Tidak-tidak” -Soraya
__ADS_1
...End Chapter 20....