ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 25. Kehidupan gelap


__ADS_3

...Chapter 25...


“Michelle!, mau kemana kau?!” -Laura


“Laura, biarkan dia pergi, mungkin itu akan membuat hatinya tenang” -Vanya


“Uhh”


—•🌨


“Sial!, mengapa aku baru menyadarinya sekarang?!”


“Ibu dan Ayah, apakah mereka setidak suka itu padaku dan kakak?!”


Michelle berbicara di pinggir jembatan sambil memandang lautan


Dia terdiam dan terus memandangi lautan es dengan sunrise di depannya


“Sudah lama aku tidak berenang” Ucapnya


—•🌨


“A-apa?!, mereka adalah kakak beradik?!” -Kei


“Iya benar Kei!” -Kise


“Ya, tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, benar-benar tidak sengaja sampai aku keterusan..” -Dolly


“Jika ketua OSIS tahu apa yang kita perbuat pada adiknya itu, apa yang akan dia lakukan?!” -Kei


“Tapi tenang Kei, sepertinya kakaknya tidak menyukainya, mungkin kita bisa mencuci otak kakaknya itu” -Gaeun


“H-hem, benar juga, hmph!”


Kyle meliriknya dengan wajah muram.


—•🌨


“Kak, kami pamit ingin menyusul Michelle, semoga harimu menyenangkan!” -Vanya


“Oke, baiklah” -Vino


“Selamat tinggal ketua OSIS!” -Laura


“Idih, bahkan kakaknya tidak diberi ucapan selamat tinggal!” -Lucas


“Hahahaha!”

__ADS_1


“Ngomong-ngomong..”


“Soraya!” -Rendra


“Eh, itu Rendra dan yang lain!” -Soraya


“Sudah lama tidak bertemu!”


“Ya, lama sekali”


“Eh, dimana Michelle?” -Vettel


“Dia..”


“Bukankah itu dia?” -Zayn


“Jangan kesitu, biarkan dia menenangkan diri dulu!”


-Laura


“Oh, memangnya ada apa?, apa kalian bertengkar?”


-Hanzo


“Tidak, kami hanya–”


“Apa ini tidak masalah?” -Soraya


“Kami akan selalu ada untuk kalian, kita kan berteman, 1 menanggung masalah, yang lain juga harus!, berat dipikul bersama dan di–” -Rendra


“Ngomong yang bener!” -Zayn


“Eh, tapi kan Michelle yang punya masalah, hh”


-Soraya


“Ya, intinya pada kami apa yang terjadi!” -Rendra


“Oke”


“Ya, sebenarnya kami juga ingin mengetahuinya, kau juga sudah berjanji tadi, kau menguping sendirian!”


-Laura


“Eh, hehehe, baiklah..”


“Jadi begini, aku mendengar dari kakakku saat ditelepon tadi...”

__ADS_1


Vanya menceritakan semuanya dan masalalu Michelle


Ceritanya...


Pada suatu hari...wkwk


Waktu kecil, Michael dan Michelle memang kurang kasih sayang keluarga, dan ayahnya memberi mereka latihan berat yaitu bertahan hidup di sebuah rumah kecil di tengah hutan yang lebat


“Hah?!”


“Dengarkan dulu!”


Rumah berisikan dapur kecil, 1 kamar mandi, 1 kamar tidur, dan sebuah ruangan yang sangat kecil yang biasanya digunakan untuk bermain mereka.


Mereka harus mandiri dan membayar semua kebutuhan hidup sendiri, ayahnya hanya membayar sekolah saja, itu tidak termasuk uang saku dll.


Karena Michael dan Michelle juga harus memenuhi kebutuhan harian mereka, mereka harus membuat makanan untuk dijual demi memenuhi kebutuhan.


Setiap harinya, mereka membuat onigiri yang akhirnya dijual di sekolah mereka, di kantin, atau ke teman-teman mereka.


Dan untung itu berjalan dengan lancar, mereka menabung uang untuk membeli pakaian dan kebutuhan lainnya.


Setiap hari, mereka selalu latihan bersama, Michael yang melatih Michelle


Mereka selalu berenang bersama jika hari mulai sore, tapi walaupun selalu bersama, mereka tidak terlalu dekat, Michael selalu dingin kepada Michelle.


Ujian itu diberi target selama tiga tahun, ujian itu dimulai sejak Michael kelas 2 SD, dan Michelle masih sekolah kanak-kanak tingkat B


Tapi itu hanya berlangsung selama 2 tahun, tepatnya sekarang, saat Michael kelas 3 SD dan Michelle kelas 1 SD, karena..


Suatu hari karena Michelle bosan hanya di kehidupan yang gelap itu dia memutuskan untuk pergi berjalan-jalan ke samping jembatan tanpa meminta izin kakaknya


Michelle memandangi sungai dangkal, ukuran lulut orang dewasa tapi sungai itu besar dan berkilau.


Dia melamun sekejap, menikmati cerahnya kehidupan, karena dia jarang masuk ke kehidupan yang cerah.


Sampai kakaknya menemukannya dan hendak mengajaknya pulang


Tapi tiba-tiba, ada sebuah kecelakaan kendaraan dan salah satu kendaraan membuat Michelle terdorong ke lubang jembatan yang baru saja diperbarui


Kakinya berada sangat dekat dengan lautan, dia ingin terjatuh tapi Michael dengan sekejap mendorongnya dengan sangat kuat


Itu membuat Michelle terdorong melewati lubang yang dibangun tadi, tapi itu juga membuat Michael terdorong ke jatuh ke sungai dangkal yang dipenuhi batu-batu tajam


Jika Michael menghindar, itu sama saja karena lubang itu akan roboh, dia tidak bisa apa-apa lagi karena jembatan itu dipenuhi oleh orang-orang yang membuatnya tidak bisa menghindar


Dan akhirnya dia terjatuh dari atas jembatan yang sangat tinggi.

__ADS_1


...End Chapter 25....


__ADS_2