ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 19. Leo?!


__ADS_3

...Chapter 19...


Berjalan melewait serasnya hujan, bersama-sama, tentu saja tidak akan mengalahkan semangat mereka.


“Apakah ada yang kedinginan?” -Zayn


“Tidak, sungguh”


“Benarkah?, aku bahkan merasakan dingin” -Clara


“Tenanglah, kita sudah mau sampai” -Zayn


“Michelle?, bagaimana?, dari tadi kau diam saja”


-Vanya


“Uh?”


“Apa kau merasa dingin?” -Vanya


“Tidak sama sekali.” -Vanya


“Ah, benar juga, Michelle sangat menyukai air dan hawa dingin, jadi itu wajar” -Batin Vanya


“Sudah sampai”


“Kita bagi uangnya besok dengan Hanzo sekalian, sampai jumpa, semoga mimpi indah!” -Vettel


“Oke, sampai jumpa!”


Michelle masuk ke kamarnya dan langsung membersihkan badannya


“Drrrttt drrrtttt”


Michelle mengambil handphone nya dan sambil memegangi handuknya.


“Halo?, Nona, maaf, Tuan besar memerintahkan saya melatih Nona untuk latihan bela diri dan lain sebagainya, untuk pertahanan Nona di perang nantinya”


“Oh?”


“Kita bisa memulai latihannya besok setelah pulang sekolah di tempat yang Tuan besar sudah siapkan”


“Baiklah, tapi bagaimana jika aku undur latihannya menjadi besok lusa?!”


“Uhm, baik Nona, tidak apa-apa”


Mereka berbicara di telepon


—•🌨


*Bandara


“Hei, dimana Hanzo, lama sekali” -Rendra


“Sabarlah” -Vanya


“Wsshhhhh krrrrrrkk”


“Hei lihat, itu helikopter yang Hanzo naiki!” -Vanya

__ADS_1


“Iya benar”


“Hei teman-teman, apa kabar?!” -Hanzo


“Hanzo!” -Vanya


“Vanya terlihat sangat senang” -Laura


“Yah, begitulah”


“Silahkan Tuan, Nonya, dan Tuan muda”


-Pengurus keluarga Hayden


“Terimakasih”


“Maaf, kemarin aku tidak memberitahu kalian jika aku ingin pergi” -Hanzo


“Tak apa, tak masalah”


“Hai Om, Tante”


“Hai, wah, kalian sudah besar ya” -Ibu Hanzo


“Iya”


“Kalau begitu, saling bicaralah, semoga hari kalian menyenangkan” -Ayah Hanzo


“Tentu, terimakasih..”


Ibu dan Ayah Hanzo meninggalkan mereka dan berjalan menuju pintu keluar


“Benar, mereka adalah keturunan dari 8 keluarga besar”


“Dan, manakah keturunan dari pemimpin keluarga besar?, apakah dia ada disana tadi?”


“Sepertinya ada..” Ayah Hanzo melirik salah satu dari mereka


“Aku sudah membawa uangnya, kita akan membaginya kapan?” -Soraya


“Kita duduk disebelah sana dulu, baru kita membicarakannya supaya lebih nyaman” -Hanzo


“Oke”


Mereka berjalan menuju tempat duduk yang berada diluar bandara (elite)


Bandara itu hanya digunakan untuk penerbangan kedelapan keluarga besar.


“Nah, sekarang, bagaimana?” -Zayn


“Ya, bagaimana?”


“Satu juta satu orang”


“Apakah benar tidak apa-apa?!” -Hanzo


“Satu juta tidak seberapa dengan kekayaan keluarga kalian” -Rendra


“Yah, tapi, salah satu dari kalian ini kan miskin”

__ADS_1


Gaeun muncul secara tiba-tiba


“Siapa lagi kalau bukan Michelle!” -Dolly


“Wah, kalian jangan begitu..” -Kei


“Yah, bagaimana lagi, memang sudah kenyataannya” -Gaeun


“Hei! Jaga ucapan kalian!” -Laura


“Bocah tidak usah ikut campur!” -Kise


“Cih”


Vettel mengerutkan alisnya


“Sudahlah, ayo kita pergi, jangan teruskan lagi”


-Kei


“Okelah”


“Jangan tersinggung Michelle!, Michelle....Leo!?”


-Vanya


“Tunggu, aku tidak salah kan?” -Vanya


“Ah, sepertinya tidak” -Soraya


“Oh, jadi namanya Leo?, sepertinya dugaanku selama ini salah, ternyata dia hanya orang biasa, huh!” Ucap Kei dalam hati


“Leo ya?, keren sekali nama keluarganya” *Semuanya


“Keluarga Leo?, aku tidak pernah mendengarnya”


batin Vettel


“Sudahlah, lanjutkan lagi”


“Bagaimana?, sepakat ya?” -Bankai


“Ya, terimakasih semuanya, aku jadi merasa tidak enak” -Hanzo


“Tak apa, lagi pula, Soraya juga tidak ikut main kok”


-Clara


“Eeeh, mengapa jadi aku yang menjadi sasaran”


-Soraya


“Ya, siapa lagi, habisnya, aku juga tidak salah yakan?!” -Clara


“Siapa kata bilang?!...eeeh...aku membantu menyemangati..kok!” -Soraya bertele-tele


“Hahahahahah!”


...End Chapter 19....

__ADS_1


__ADS_2