
...Chapter 17...
“Wah, kalian tadi hebat sekali!” -Nathan
“Iya, benar!” -Yohan
“Terimakasih!”
“Tetap semamgat ya, kami ingin pulang, kami sudah ditunggu orang tua kami untuk makan malam malam ini, daaah!” -Yohan, Nathan.
“Prok, prok, prok”
“Selamat atas kemenangan kalian” -Kei
“Ya, selamat!”
“Kapan-kapan main lagi, dan kami yang akan menang selanjutnya” *Doggy
“Tentu saja” *catty
Michelle hendak pergi ke suatu tempat untuk menenangkan dirinya, tapi dia tahu jika timnya menang, pasti ada perayaan yang tidak boleh dilewatkan olehnya
Dia tidak ingin membuat suasana hati teman-temannya menjadi berubah dan kecewa.
“Wah, aku tidak percaya kita akan menang, untuk merayakannya, malam ini, kita akan bersenang-senang” -Bankai
“Restoran mana yang cocok?” -Soraya
“Apa?!, restoran?!, kita akan ke restoran?!” -Clara
“Tentu saja” -Zayn
“Ah, ya sudahlah”
“Michelle, katakan padaku jika kau tidak baik-baik saja” -Vanya berbisik
“Untuk sekarang, aku bisa bertanya hal yang sama kepadamu” -Michelle
“Eeeh?!”
*semua menengok ke Vanya
“Eeeh, ngga ada apa-apa, ngga ada apa-apa”
-Vanya mengibas-ngibaskan tangannya.
“Yeay!, kita menang!, aku sangat senang!” -Laura
“Ternyata, menang bersama tim lebih menyenangkan dari pada menang sendirian..ya?”
-Ucap Michelle dalam hati.
__ADS_1
Vettel menyenggolnya
“Huh?, bagaimana?” -Vettel tersenyum dan menaikkan satu alisnya
“Hm” -Michelle
“Yah, kita kalah” -Gaeun
“Mereka lumayan sih” -Dolly
“Tak apa, biarkan mereka bersenang-senang dulu”
-Kei
“Huh!”
—•🌨
“Yuhuuuuu, salad ini sangat enak!” -Soraya
“Tidak, ini hanya lumayan” -Soraya
“Oh ya, apa ada yang bisa berenang?” -Zayn
Mata Michelle langsung bersinar
Hatinya menjadi terbuka.
Semua terkejut
“Iya!, benar sekali!” -Vanya
“Kalian bisa berenang?!” -Bankai
“Tentu saja!, tapi..aku sedikit lupa, k-karna, aku sudah lama tidak berenang!” -Soraya menaik turunkan nada suaranya
“Makan makananmu, cerewetnya nanti” -Vanya
“Wah, seberapa hebat kalian berenang?” -Clara
“Aku menggunakan gaya kupu-kupu, lalu Vanya menggunakan gaya punggung, dan Michelle sering menggunakan gaya bebas terbaiknya!” -Soraya
“Wah, he at sekali!” -Zayn
“Ngomong-ngomong, apa kabar dengan club renang kita ya?” -Vanya
“Apa?!, kalian punya club?!” -Zayn
“Dulu waktu SD, kami masuk ke Club renang yang bernama Dholpinesse Swim Club, kami berhasil meraih medali emas di lomba renang estafet tingkat nasional” -Soraya
“Wah!, hebat sekali, aku jadi ingin berenang bersama kalian!” -Clara
__ADS_1
Tiba-tiba, Laura merasakan perasaan yang aneh
“Boleh saja” -Vanya
“Dholpinnese Swim Club!, aku pernah dengar tentang itu, dan menurutku, mereka yang berada di situ adalah anak-anak yang sangat hebat, club nya tidak pernah terkalahkan” -Rendra
“Tentu saja” -Soraya
“Apakah ada orang lain lagi yang bisa berenang?”
-Zayn
Bankai gemetaran
“Ada apa Bankai?!” -Clara
“Tidak..”
“Apa kau merasa takut dengan..air?” -Vettel
“Sial!, Vettel membaca pikiranku!” -Bankai menggerutu menangis dalam hati
“Uuuuh, benaaarrkaaah?!”
“Aikkk!?, huft, oke, aku mengaku” -Bankai
“Tapi, aku masih mempunyai kemampuan lain selain berenang, berenang itu tidak indah!” -Bankai
“Berenang itu indah, mulai dari lompatannya, itu sangat terlihat elegan, hihihi” -Laura
“Vettel, bagaimana denganmu?” -Zayn
“Aku tidak terlalu buruk maupun baik dalam berenang” -Vettel
“Hm”
“Oh ya, kita kan dapat 10 juta ni, masing-masing satu orang 1 juta yah” -Soraya
“Yhhuuu, dari tadi aku mengharapkan ini..”
-Soraya sangat gembira dalam hati
“Yah, yah”
“Eh, bagaimana dengan Hanzo?” -Laura
“Iya juga ya, sekarang, lakukan video call kepadanya!” -Clara
“Boleh juga tu, aku akan memberitahunya jika kita menang” -Zayn
Zayn dan yang lain mencoba melakukan panggilan ke Hanzo.
__ADS_1
...End Chapter 17....