
...Chapter 29...
Sore hari..
“Tunggu, kita angkut tenda lagi?!” -Laura
“Iya lah, kita akan mencari petanya” -Vanya
“Y-yah”
—•🌨
“Tuan besar, tugas saya sudah selesai, apakah ada tugas lain?”
“Tentu saja!, kau tak boleh lengah!” -Raja di kerjaan Singa merah
“Siapkan lebih banyak prajurit!, uji mereka dengan ujian berat!, karena tidak lama lagi perang besar akan dimulai, Hmph!”
“B-baik tuan! Segera saya laksanakan!”
“Hmph, tunggu saja kau, Leonard...”
—•🌨
Di dalam perjalanan tengah hutan..
“Kei, bagaimana cara mencuci otak ketua OSIS?”
-Gaeun
“Aku masih belum memikirkannya” -Kei
“Permainan baru ya, itu menyenangkan” -Kise
“Tentu saja..”
“Yah, kita akan mengerjai cogan kali ini, haha”
-Dolly
“Hmph” Kei tersenyum.
—•🌨
“Ee, Leo-Chan, apa kita bisa berhenti sebentar?”
-Laura
“Tidak” -Soraya
“Yee, aku bertanya kepada Michelle” -Laura
“Sebentar lagi kok, sepertinya di sekitar sini” -Clara
“Oh, oghey, sebentar lagi lho”
—•🌨
“Sttt, diam dulu, sepertinya ada yang melangkah”
-Kei
“Hah?”
“Hei!” -Gaeun berteriak
__ADS_1
“Ah!” -Laura
“Hah?, wah, kebetulan sekali ya” -Kei
“Kalian..” -Zayn
“Hmph, huh?, Kyle?!” -Kei
Kyle bersembunyi di balik tubuh Clara sambil ketakutan
“Wah, kau sangat memalukan lho Kyle” -Gaeun
“Huh, kembaran sialan!” -Kei
“Jangan menghalangi kami!” -Dolly
“Siapa juga yang ingin menghalangi kalian, melihat muka kalian saja rasanya mau muntah” -Soraya
“Wah, sudah pinter ngomong ya?” -Kise
“Kyle, awas kau kalau macam-macam!, ayo pergi semuanya!” -Kei
Kyle ketakutan
“Hmph, ya ayo”
“Sialan, mengapa kita bertemu mereka terus sih”
-Rendra
“Entahlah, mungkin tak–” -Vanya
“Takdir apaan weh” -Soraya
“Hmph”
—•🌨
“Apa rencanamu selanjutnya?” Leonard
“Aku sudah memerintahkan dan memberi kode untuk Michael dan yang lain, mungkin petanya bisa memberi petunjuk bagi kita” -Kanbe
“Hm, Michael...” -Leonard
“Ayolah kakak, dia pasti bisa kok..” -Kanbe
Leonard hanya meliriknya
“T-tuan, diduga, ada kebocoran strategi” -Salah satu pengurus istana
“Apa?!”
—•🌨
“Kyle, tidak usah takut..” -Laura
“Sudahlah, ayo kita lanjutkan, oh iya, Kyle, tidak usah dibawa perasaan ya” -Zayn
Clara meliriki Zayn
“Tempat ini sangat sepi ya” -Vanya
“Tentu saja karena ini hutan” -Soraya
“Isshh”
__ADS_1
Tiba-tiba Michelle memikirkan keadaan kerajaan dan berfikir untuk mencari sesuatu, dia berfikir ini berkaitan dengan urusan keluarganya
“Uhm, teman-teman, coba kita kesana” -Michelle
“Hah?, tempat sepi itu?, yang benar saja?” -Vanya
“Mungkin dia tau sesuatu?” -Vettel
“Okelah”
“Beneran disini?” -Zayn
“Aku tidak tahu” -Michelle
“Haah?, apa-apaan kau ini?” -Bankai
“Kita lihat saja..” -Hanzo
*Dari semak-semak
“Kei, lihat mereka!” -Gaeun
“Mereka menuju sana! Ayo kita juga cari tahu!” -Kise
“Jangan dulu, kita bisa ketahuan, nanti saja kita pikirkan”
“Oke”
—•🌨
“Michael, sepertinya kau tahu sesuatu, apa kau juga ingin mencari peta itu?” -Vino
“Tidak ada salahnya kalau kita juga ikut mencari sambil mengawasi” -Sammy
“Bagaimana Leocchi?” -Lucas
“Hm, semuanya? bagaimana?” -Michael
“Kita ikut ketua..”
“Ya, kami ikut saja”
“Itu tidak masalah..”
—•🌨
“Hei, ayo cepat, jika mereka menulusuri sekitar situ, kita akan menelusuri yang sebelah sana, karena tempatnya juga lumayan” -Kei
“Lumayan apa maksudmu?!” -Gaeun
“Lumayan aneh yang ada” -Dolly
“Mengapa kita tidak mengikuti mereka” -Gaeun
“Kita akan mudah tertangkap tau” -Kise
“Yah, oke deh”
“Apa!, peta pertama sudah ketemu!” -Dolly
“Semudah ini?” -Gaeun
“Lihat!, mengapa petanya..” -Kei merebut dan melihat petanya
...End Chapter 29....
__ADS_1