ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 14. Gagal


__ADS_3

...Chapter 14...


“Ini nona kecil, tuan kecil, silahkan dinikmati makanannya”


“Terimakasih”


Mereka memakan ramen yang sudah disediakan di meja makan


“Vanya, kenapa diam saja?, makanlah” -Clara


“Ya”


Michelle meliriknya.


“Aduh!”


“A-aku minta maaf”


“Gimana si, kalo jalan liat-liat dong!”


“Aku benar-benar tidak sengaja”


“Hiiih!, terus gimana ni, seragam aku kotor semua”


“Aku...”


“Uh? Kyle?” -Vanya


Ternyata, Kyle dan seseorang murid sedang berkelahi, ya bukan berkelahi sih..


Kyle mengelap baju murid yang kotor tadi, tapi malah bertambah kotor


“Hih!, gimana sih!, aaah!”


Si murid hendak membentaknya, tetapi dihentikan oleh Zayn


“Hentikan!”


“Tuan muda keluarga Vere!”


“Maaf, apa kau tidak dengar jika dia telah meminta maaf?” -Zayn


“Tentu saja, tapi...” -murid bernama Aura, salah satu dari gerombolan yang sama dengan Dolly.


“Aku meminta maaf atas namanya, aku akan memberimu coklat, hanya coklat sih” -Zayn


“Iih!, y-yasudahlah” -Aura


Aura pergi.


“Kau tidak apa-apa kan?” -Zayn


Kyle langsung berlari meninggalkan Zayn


“T-tunggu!” -Zayn

__ADS_1


“Huh”


Kyle berlari sambil menutup matanya, dan bersembunyi dibalik tembok kantin sambil memasang ekspresi terkejut, lega, dan... senang..?


“Ada apa tadi?” -Clara


“Tak ada, hanya masalah kecil” -Zayn


Clara terdiam.


“Ah, sudahlah, lupakan saja” -Zayn


“Ayo lanjutkan rencana strategi lagi” -Rendra


“Yoh”


Setelah selesai, mereka keluar kantin dan dikejutkan oleh gerombolan orang yang merupakan lawan mereka di final.


“Wah, kita bertemu lagi, jangan menyerah dulu ya!”


*Kise, salah satu dari heron plan yang membuat nama Michelle tercoret ternyata ikut dalam Tim Kei.


“Wah, bisa aja Kise”


Mereka hanya cuek lalu pergi


“Huh, sepertinya mereka tidak dapat menjawab..?”


-Gaeun


“Biarkan saja mereka bersenang-senang dulu” -Bankai


Hari semakin sore, Michelle mengganti pakaian dengan pakaian basketnya, lalu melakukan pemanasan dengan teman-temannya, mungkin teman tim maksudnya.


“Apakah kalian sudah siap?” -Vettel


“Tentu saja”


“Tanganku semakin gatal ingin bermain basket!” -Rendra


“Yasudah, latihan saja lagi sana” -Zayn


“Brrl”


“Final sebentar lagi akan dimulai, diharapkan untuk peserta yang belum hadir, segera datang!, sekali lagi..”


Peserta memasuki lapangan basket, berbaris..


“Tunjukkan kekuatan kalian!” -Gaeun tersenyum menantang


“Lihat sajaa..”


Prrrrrtttt, peluit berbunyi


Zayn mengambil bolanya, dia berlari dan melakukan dribbling, lalu operan ke Bankai

__ADS_1


Sayangnya bola itu berhasil ditangkap oleh Dolly


“Sayang sekali”


Dolly mengoper bolanya ke arah Kei, dia melakukan shot yang sangat dekat dengan ring.


“Satu skor untuk tim Anjing”


“Secepat itu?!” -Soraya


“Sangat mudah”


Gaeun mengambil bola, dia melakukan operan bolak-balik dengan Kei, dan ingin melakukan shot langsung.


“Jangan senang dulu” -Bankai muncul dengan cepat dan merebut bolanya


Operan dilakukan sesuai strategi dasar yang mereka buat


Michelle berlari memegang bola dengan dribbling spesialnya, melakukan Pivot melewati Kei.


“Hah?!, hm, lumayan..” -Kei


“Hanya gerakan dasar..” -Michelle


Michelle mengoper bolanya ke Vanya, Vanya ingin melakukan shot


Michelle meliriknya, dia merasa Vanya sedikit aneh


Dia melihat ada yang tidak beres,


“Tunggu, jangan lakukan shot, oper bolanya padaku!” -Michelle


Vettel dan yang lainnya terkejut.


Bahkan ketua OSIS Michael yang menonton juga sedikit kaget.


Vanya terlanjur melakukan shot, badannya bergetar, dan sayang sekali, shot nya meleset.


“Oh, sayang sekali, shot untuk poin pertama tim Kucing meleset”


“Ada apa?!” -Soraya


“Aku tidak mengerti” -Rendra


“Cukup bagus, tapi sayangnya, itu meleset” -Gaeun


Vanya terkejut, dia seperti gelisah.


Michelle menghampirinya


“Lakukan operan biasa saja, sampai quarter pertama selesai.”


“I-iya baik”


...End Chapter 14....

__ADS_1


__ADS_2