
...Chapter 37...
“Kyle, kau tidak bermain dengan Soraya dan yang lain?” -Gwen
“T-tidak, sepertinya mereka ada urusan” -Kyle
“Ooh, ya sudah sini bermain dengan kami”
“Ya, ayo kemari dan bergabung”
“Hei, kami ikut juga” -Nathan
“Eh, silahkan”
“Kira-kira Michelle dan yang lain kemana ya?” -Yohan melamun
“Eh, putri Michelle!” -Yohan tersadar
“Ehm, entahlah, mungkin urusan kerajaan, tapi semoga dia baik-baik saja” -Nathan
“Ya, s-semoga saja..” -Kyle
—•❄️
“Selamat pagi semuanya, ini ni, kita udah bikinin sarapan spesial!” -Jaegar mencicipi kuah yang diaduk Michelle
“Hoahm, tidurku benar-benar nyenyak” -Laura
Mereka berada di padang rumput yang penuh dengan bunga, sangat indah.
“Hahha, sangat indah” -Laura
Soraya menarik tangan Michelle, Vanya, dan Laura
“E’eh”
“Kemariii”
“Ini indah, lihat mataharinya, huuu” -Soraya tertawa
Mereka berlari mengelilingi padang rumput sambil tersenyum
Michelle melihat ke arah mereka dan tersenyum kecil
“AJHAHAHHAH”
“OII!!! Makanannya ku habisakan!” -Sammy
“Hei!! Kau curang! Awas saja!” -Soraya
Jaeger kembali setelah buang air kecil
“HEH?! HABIS?!!!!”
“Eh-?!”
“Astaga, lupa sumpah” -Dovi
__ADS_1
“Makanannya siapa yang buat woi, huhuhuu” -Jaeger meneteskan air mata tertekan
Michelle menutup mata dan telinganya
Dan-
“HUWAAAA!!!” -Jaeger mengeluarkan suara yang cukup kencang
Semua meledak!!
Mereka semua berebut apel panggang yang tersisa
“Hei kau ini sudah besar!!” -Dovi
“Kau juga bodoh” -Sammy
“Kasihan Jaegar lho” -Lucas mengambil apelnya
“Woi kalian!!” -Laura
“HUWAAAA!!!” -Jaegar
Michael tidak sengaja tersenyum kecil, kecil sekali.
—•❄️
“Kau akan kerumah Michelle?” -Rendra
“Ya, nanti aku akan mengambil barang yang di tinggalkannya” -Vettel
“Oke”
Rumah tersebut ditinggali oleh Michelle dan kakak laki-lakinya.
—•❄️
Tampak segerombolan lelaki muda dengan tampilan yang aneh dan berbeda-beda
“Oh, Michael tidak dirumah Ya?” -Serra, laki-laki dengan tipe brandalan nya
“Y-ya, benar Tuan..” -Satpam rumah
“Michael o’on itu, ngilang mulu, makin lama makin caper ke cewek deh” -Sendo, laki-laki cerewet berambut keriting berwarna oren
“Alah, bilang aja lo iri” -Serra
“I-iya memang aku iri, sangat iri!!” -Sendo
“Hhhh”
“Awas nanti kalo ketemu bakal gue tagih utangnya”
“Emang dia utang apa?!”
“Baso”
“Kan itu lo yang traktir bodoh”
__ADS_1
“Y-ya gue u-dah bilang kok bakal gue tagih kalo g-gue lagi kere”
“Astaga, ntar dia pasti kasih lebih kok, tenang gue belain lu, ya..kita bagi 2 yekan” -Serra
“Hhuhhh” -Sen, *laki-laki dengan rambut lemas berwarna abu tua, dia mengangkat tangan ke jidatnya.
—•❄️
“Haccu!” -Michael tiba-tiba bersin
“AHAHA lucu sekali kau” -Sammy
“Ada apa?” -Dovi
“Tidak, seperti ada yang sedang membucarakanku” -Michael meraba raba hidung mancungnya
“Iyalah, kan penggemar Michael Chwan banyak” -Lucas
“Huh”
“Hadeh, udah, aku capek” -Soraya
“Hahah, s-sama” -Laura
“Kita akan berangkat kapan?” -Vanya
“Setelah Jaegar selesai makan” -Dovi
“Okey”
—•❄️
“Tunggu sebentar” -Zayn
“Oh, ya” -Clara
“Zayn..”
“Ya Kyle? Ada apa?” -
“Kyle?!” -Clara
“B-bisakah kau kemari?, a-aku butuh-”
(Panggilan Terputus)
“K-KYLE?!!”
“Eh-, Clara, aku ada keperluan sebentar, nanti aku balik kok” -Zayn
“Eh?!!, T-tapi- Zayn-!?” -Clara
Zayn lari meninggalkan Clara
Clara hanya bisa terdiam sambil menggenggam tangannya
“Michelle, aku tau kau tau soal ini..”
__ADS_1
Clara menundukkan kepalanya dan memasang muka penuh harapan.
...End Chapter 37....