ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 18. Adil


__ADS_3

...Chapter 18...


“Oke, senang bisa bekerja sama denganmu tuan Leonard..”


Seseorang berbicara dengan orang lain, rambutnya sama seperti Hanzo, sepertinya dia adalah ayahnya.


“Tttt, ttt” *suara telepon masuk


“Uh?”


—•🌨


“Hanzo!, apa kabarmu?!” -Vanya


“Ah, aku baik-baik saja” -Hanzo


“Bagaimana dengan kalian semau?, apakah kalian sehat?” -Hanzo


“Tentu saja”


“Aku tadi sudah melihat pertandingan kalian, itu menakjubkan!, aku juga sempat melihat trik-trik lawan” -Hanzo


“Benarkah?, kami baru saja ingin memberitahumu”


-Zayn


“Dan, teman-teman, aku minta maaf, aku tidak bisa mengikuti final, aku juga keluar saat pertandingan pertama” -Hanzo


“Oh, tak apa, tak apa, tenang saja, kami tidak keberatan”


“Kita sudah mendapatkan hadiahnya, kita bagi ya” -Soraya


“Masing-masing 1 juta” -Soraya


“Bagi rata saja punyaku 1 juta untuk kalian, lagipula, aku tidak banyak ikut bermain” -Hanzo


“Hah?”


“Tidak papa, kita bagi rata saja, lagipula, kau juga masuk ke dalam tim, bermain, dan juga membantu membuat strategi” -Zayn


“Ya, dan itu tidak adil jika kau tidak kebagian hasil”


-Rendra


“Terimakasih, tapi aku–”


“Sudahlah, tak apa”

__ADS_1


“Omong-omong, kapan kau akan pulang?” -Vanya


Hanzo melihat Vanya


“Ah, sepertinya besok sudah bisa pulang, lagipun, ayahku sudah membicarakan tuntas rencana kerjasamanya dengan perusahaan kerajaan sebelah” -Hanzo


“Oke, semoga pulang dengan selamat, cepatlah pulang!”


Sebenarnya, di dunia itu, ada 8 kerajaan yang sekarang disebut keluarga besar, mereka memang jarang diketahui publik, karena misterius


Dan Hanzo, Vettel, Zayn, Rendra, Vanya, Soraya termasuk anggota keluarga besar tersebut.


Terdapat 2 pemimpin anatara keluarga besar, yaitu keluarga yang berdarah sama, tapi berbeda sifat, mereka seperti Es dan Api.


“Yasudahlah, kami tunggu kau besok setelah sekolah selesai dibandara”


“Tidak usah repot-repot, tapi terimaksih”


-Hanzo


Hanzo menutup telepon, ia berbalik ke belakang dan memandangi tuan Leonard (teman ayahnya) yang sedang berbicara dengan ayahnya


“Tunggu...” -Seketika Hanzo terkejut.


—•🌨


“Wah, turun hujan!”


“Habiskan makananmu dulu!” -Rendra


“Aku kekenyangan!” -Soraya


“Yasudahlah”


Hari semakin malam, tiba-tiba, mereka dikejutkan oleh suara petir menggeledar dan suara keras lainnya.


“Uh? Ada apa?!” -Semuanya ribut


Terlihat selumuran darah berceceran di sekitar situ


“Apakah ini sebuah kecelakaan?”


“Entahlah, aku masih belum bisa melihatnya, hujannya semakin deras”


“Ya”


“Prrrttt, prrtttt, dimohon untuk tenang, dan mohon maaf, jalan ini kami kami tutup sementara” -Polisi

__ADS_1


“Police line?”


Orang-orang mulai berjalan mundur


“Bagaimana jika kita pulang sekarang?, lawat jalan puntas saja” -Bankai


“Boleh si”


Mereka berjalan meninggalkan restoran dan menjauh dari kerumunan


Michelle sesekali menatap korban tersebut sambil mengedip-kedipkan matanya.


“Michelle, percepat sedikit langkahmu” -Soraya


“Tunggu, aku akan menyewa payung” -Vettel


Vettel berlari seseorang yang membawa banyak payung untuk disewa


“Hati-hati, nanti terpeleset”


Vettel kembali membawa 4 payung, dan 1 payung untuk 2 orang.


“Ini, ambil”


Mereka berebut mengambil payung


Vanya melirik Michelle yang memegag payungnya sendirian, sepertinya dia mengerti.


“Aku ingin sendiri juga” -Bankai


“Jangan egois!, cepat!, berbagi dengan Rendra!”


-Soraya


“Tapi–” -Bankai


Soraya melirik dengan tatapan menyeramkan


“Glek, oke”


“Hm, okelah, ayo, hati-hati ya” -Zayn


“Jangan berlari” -Clara


“Apa kalian tau?, aku masih belum percaya jika kita menang” -Soraya


“Bagaimana caranya agar kau percaya?, apakah kau tidak mendengar juri, wasit, dan ketua OSIS?!” -Vanya

__ADS_1


“Canda baperan...” -Soraya


...End Chapter 18....


__ADS_2