
...Chapter 38...
Hari semakin larut, mereka terus memasuki hutan dan tiba di..
“Sedikit lagi sampai” -Vanya
“Ya, benar”
“Pengurus Hong?” -Michelle
Terlihat pengurus Hong yang terikat tali dan menggigit sebuah kertas
Mereka segera menyelamatkan Pengurus Hong, mengambil kertas nya
“Apa ini?”
“Ini-??!!!”
Semua terkejut
Pengurus Hong menggerakkan kepalanya yang menandakan “pergi sekarang!! lari!! cepat!!”
“Hah? Ada ap-?!” -Suara Jaegar terhenti
Semua yang berada disitu benar-benar terkejut karena cipratan darah yang mengenai mereka
Semua melihat ke belakang, dan benar saja-
Monster sebesar 7 meter berada di belakang mereka, terlihat Jaegar yang tewas di tangan monster tersebut, tewas dengan cara di patahkan kepalanya.
“J-jaeger?” -Michelle mengecilkan suara dan memasang tampang kosong
Michael yang melihat itu langsung menutup muka Michelle dan segera membawanya pergi sambil memberi kode ke Sammy dan yang lain
“Oh tidak lagi” -ucap pengurus Hong dalam hati
Sammy memegang tangan Vanya, Laura, dan Soraya lalu mengikuti Michael
Lucas dan Dovi menyelamatkan pengurus Hong perlahan
Moster itu mengarahkan mulutnya ke kepala Dovi yang sedang berusaha melepas tali Pengurus Hong
Semua terdiam dan menahan napasnya, lalu moster itu pergi
__ADS_1
“Astaga, hampir saja” -Batin Dovi
“Hah.., maaf me-” -Pengurus Hong
“Sst… cepat keluar dari sini” -Lucas
“Oke, perlahan saja”
—•❄️
“Hah..” -Michael menatap adiknya sambil mengusap darah yang berada di wajah dia sendiri
“Apa?” -Michael mencoba bertanya
“Jaeger..teman masa kecil kita..yang kau sebut Jin pengganggu..” -tatapan Michelle masih kosong
“Huh.., ya aku tau, tenanglah”
“T-tadi itu apa?!!!” -Sammy
Yang lain masih terlihat sedang membersihkan darah yang menempel di tubuh mereka dengan tatapan kosong
“Aku pernah dengar, itu adalah monster, bukan, sesuatu yang dibuat dari laboratorium milik Mercury Kingdom, dia memang tidak bisa melihat kita, tapi pendengarannya luar biasa.” -Michael
“Seram..”
“Pelan-pelan, maaf semuanya..” Pengurus Hong
“Jarak ke kudanya masih jauh ya” -Lucas
“Sebentar lagi kok”
Mereka berlari dengan cepat tapi perlahan-lahan
“Cepat naik kuda kalian, sepertinya makhluk itu sudah hilang” -Dovi
“Jika kudanya mengeluarkan suara, matilah kita” -Ucap Michael dalam hati dengan tenang
“Capatlah”
—•❄️
“Kyle!!”
“Tidak, Zayn ini berbahaya!!”
__ADS_1
“Tapi aku harus menyelamatkanmu!!”
“Kau tidak akan bisa menyelamatkanku!”
“Lalu untuk apa kau menghubungiku?!”
Zayn Sedikit melirik ke belakang
Tiba-tiba datang seseorang dari belakang membawa kayu lonjong dan memukulkannya ke kepala Zayn
“Sial kakiku tak bisa-”
Zayn terlambat, kakinya kambuh dan–
“Sudah kubilang Zayn…”
Kyle memasang muka sedih tapi perlahan dia tersenyum kecil
—•❄️
“Hati-hati saja, perhatikan sekeliling kalian” -Michael ikut menaiki kuda Michelle yang cukup besar, dia duduk dibelakang Michelle
“Dan kau, pegangan yang erat, gunakan penglihatanmu setajam mungkin” -Michael
“Baiklah” -Michelle
“Baiklah!”
Mereka mulai mengendalikan kudanya dan kuda itu berlari sejepat mungkin meninggalkan tempat itu
“Waktunya, terasa lebih lama . .” -Ucap Lucas dalam hati
“Akupun merasakannya” balas Michael, Dovi, dan Sammy dalam hati sambil sedikit bertatapan
Michelle bergetaran
“Ada apa?” -Michael
“T-tidak ada”
—•❄️
“Michelle!” -Vettel terbangun dari tidurnya
Akhir-akhir ini, Vettel sedikit sakit-sakit an, kondisi badannya memburuk, tapi dia tetap berusaha semnagat dan memperbaik kondisinya supaya terlihat sehat
__ADS_1
“Hah, panas sekali..” Vettel penuh keringat .
...End Chapter 38....