ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 32. Tugas Baru


__ADS_3

...Chapter 32...


Lucas dan yang lain memutuskan untuk membantu Laura dan teman-temannya sambil mengawasi mereka


“Ini hari terakhir lhoh”


“Makanya harus bisa dapat”


“Bantu cari tahu donk kak!” -Laura


“Y-ya Iya sabar donk!!!” -Lucas


“Hm”


“Sepertinya disana ada sesuatu...?” -Sammy


“Kita bisa mencoba melihatnya” -Lucas


“Kita harus menyeberang sungai ini?” -Vanya


“Tentu saja harus, kita kumpulkan kayu dulu” -Vino


“Ribet, tapi aku suka!” -Soraya


“Bantu aku mengikat ini Michelle!” -Vanya


“Huhf, akhirnya jadi juga” -Laura


“T-terus kita naik ini?, satu untuk semua?” -Soraya


“Kek Michelle aja satu untuk semua” -Vanya


“Hm”


“Iyalah” -Sammy


“Ayo naik, ini kuat kok!” -Dovi


Dengan perlahan mereka naik satu-persatu


“Eeh” -Laura berguncang


“Hey hati-hati” -Michael memeganginya


“I-iya”


“Sialan, perahunya bergoyang terus” -Vanya


“Makanya ini gakuatttt!” -Dovi


“Kuat-kuat, pegangan saja” -Sammy


“Pegangan apa coba?” -Soraya


“Pegangan pantat!, eeh ya pegangan tangan lah bego!” -Sammy


“Eh ngegas”


Vettel melihat Michelle

__ADS_1


“Oh iya, bagaimana kabar Yohan dan Nathan?, aku jarang bertemu mereka akhir-akhir ini, kalian kan dekat dengan mereka..?” -Vettel


“Ntahlah, mungkin baik-baik saja” -Vanya


“Kira-kira mengapa ayah Michelle bisa kejam begitu ya, padahal aku bertemu dia biasa-biasa saja, malah ramah” -batin Hanzo


“Cepat turun” -Bankai


“Iyadeh”


“Kira-kira sekerang kita harus kemana?” -Zayn


“Ikuti jejak anehnya tadi” -Lucas


“Hei Kyle cepat, tidak usah takut” -Soraya


“I-iya”


—•🌨


“Ya ampun, kita hanya dapat 1” -Dolly


“Ditambah kita kehilangan jejak mereka” -Gaeun


“Jangan banyak mengeluh, lanjutkan saja” -Kei


“Baik”


—•🌨


“Benarkah?, kemarin saya melihat tuan Hong masuk ke ruangan sejarah kerajaan, dan dia bilang ingin membersihkannya seperti biasa” -Prajurit


“Apa?!, kau melihatnya?!” -Prajurit


“Ada apa?!” -Raja


“Bagaimana Raja?, sebagian barang berharga juga telah dicuri -Prajurit


“Hm, kakak ipar, lebih baik kita segera mengambilnya, itu sangat berbahaya jika tidak segera diatasi!” -Kanbe


“Benar, tapi siapa yang akan mengambilnya, sertakan badanku juga belum pulih, dan istana juga makin hari makin terancam” -Leonard


“Aku harus pergi ke luar Negeri untuk menyelesaikan urusanku, bagaimana jika–” -Kanbe


“Jangan bilang kau ingin mengusulkan ini pada Michael!?” -Leonard


“E-eh, apa salahnya kalau dicoba?!” -Kanbe


“Aku tidak setuju!, memangnya dia bisa?!, dia berguna?!” -Leonard


“Aku yakin dia bisa” -Kanbe


“Tapi itu berbahaya!”


“Kau mengkhawatirkannya?”


“T-tidak!, yasudah cepat suruh dia”


“I-iya, baiklah”

__ADS_1


—•🌨


“Hey, akhirnya kita mendapatkannya, ayo kita balik”


-Soraya


“Beneran semudah ini?” -Sammy


“Entahlah, nyatanya kita dapat” -Dovi


“Yasudah”


Saat mereka hendak sampai ke seberang sungai..


“A-apa ini?!, tiba-tiba perahunya bergoyang!” -Zayn


“Apa itu?, anaconda?!!!” -Clara mengecilkan suaranya


“Hah?, s-sepertinya benar, semua pegangan” -Rendra


“O-oke”


Semuanya gemetaran


“Tetap tenang...” -Michael mengarahkan perahu


“Pemandangan yang luar biasa!” -Laura


“Sstt, diam!” -Lucas


“Aaaa!!!” Perahu bergoyang-goyang


“Hhkksss” -Kyle memegang erat tangan Zayn


“C-cepat sampai!!” -Vanya


“Lompat perlahan!!” -Dovi


“Hah, akhirnya, sampai”


“Sial, ada-ada aja”


“Cepat, keburu sore!, semua pasti sudah berkumpul!” -Bankai


“Pelan-pelan saja” -Vettel


Hari semakin sore, akhirnya mereka berkumpul dengan guru


“Apakah semuanya sudah berkumpul?!” -Guru


“Sudah”


“Sepuluh potongan peta berhasil diambil, 5 dari para OSIS, 2 dari kelompok Vettel, 2 dari kelompok Kei, dan 1 dari kelompok Yohan”


“Guru akan menghitung hasil kalian”


Semua kelompok yang tidak berhasil mendapatkan potongan peta tersebut bergemetar


“Terimakasih untuk hari ini!, silahkan naik kapal dan mandi”

__ADS_1


“B-baik!”


...End Chapter 32....


__ADS_2