
...Chapter 22...
“Leo?, seperti nama keluarga Michelle?” Ucap Laura dalam hati
“Leo?, apakah itu kakak Michelle ya?, kalau benar kami bisa bertanya dan berbincang dengannya”
*dalam hati Vanya
“Kaptennya pasti sangat tampan, Leo..?”
*Soraya dalam hati
“Kalo begitu, kita pamit dulu ya, ini sudah malam..”
Vanya bergegas lari menggandeng tangan teman-temannya
“Eih, Vanya, hati-hati” -Laura
“Iya, tenang saja”
“Mengapa kau berlari?, apa tidak bisa kita jalan dengan santay saja?!” -Soraya
“Yah, bisa”
“Aku baru tahu ternyata disekolah kita ada Klub Renang” -Laura
“Ya, sepertinya kolam itu berada di sebelah pojok sekolah, yah, sekolah kita sangat luas” -Soraya
“Benarkah?!, kenapa kau tidak memberitahukan itu kepada kami?!” -Vanya
“Eh, ya, kukira kalian sudah tahu” -Soraya
“Huh!, kami tidak akan terkejut jika kami tahu” -Vanya
“Bagaimana jika kita berenang lagi, berenang bersama seperti dulu” -Vanya
“Aku juga berharap seperti itu..” -Soraya
“Mari kita bergabung di klub renang sekolah, Dholpinnesse Club in Galaxy!” -Laura
“Boleh, kau mau kan Michelle!?” -Vanya
“Ya, kita akan lebih gampang masuk jika pemimpin itu adalah kakaknya Michelle” -Soraya
*Mata Michelle membesar (kaget)
“Ya mungkin, tapi kita juga tidak tahu, bahkan, aku belum pernah bertemu kakaknya di sekolah Galaxy”
-Vanya
“Wah, seperti apa kakaknya?” -Laura
__ADS_1
“Kira-kira, dia itu tinggi, dingin, bijaksana, mungkin sekarang dia kelas 3” -Vanya
“Sikapnya hampir menyamai ketua OSIS..” -Soraya
Itu membuat semuanya terkejut, bahkan Soraya yang mengatakannya ikut terkejut
“Apa?!, apa aku baru sadar?!, tidak-tunggu, Michael..” Ucap Vanya dalam hati
Muncul dipikiran Vanya
“Kak Michael..”
*Michelle waktu kecil dan memanggil seseorang
“Tadi bilang, namanya Leo?, sekarang sampai ketua OSIS Michael, jika digabung...Michael Leo?!”
*Soraya dalam hati
“Ada apa, kenapa menjadi hening??” -Laura
“Oh, ti-tidak ada”
“Michelle, dimana kakakmu sekarang?, dia sekolah dimana?, pasti di Galaxy juga kan?!” -Soraya
“Ya?”
“Ehm, kakak–”
“Ayo kita kembali ke asrama, nanti keburu dilihat kepala sekolah!” -Vanya
“Apa?!, tidak mungkin! aku tidak mau itu terjadi, pasti kau hanya menakut-nakuti kami kan!?” -Laura
“Lumayan hebat..” -Vanya
“Iiiihhh!”
—•🌨
“Hei Michael, kau belum tidur?!” -teman yang berada di kasur sebelahnya (Vino)
“Tidur-tidur, besok kita masih harus berlatih”
-teman yang tidur di kasur atas kasur Vino (Sammy)
“Ya, latihan kita sangat melelahkan, tidak seperti para adik cewe kita yang sangat membagongkan itu” -teman yang tidur di atas kasur Michael yaitu Lucas
__ADS_1
“Hmem ya, tapi mungkin adik Michael tidak semerepotkan itu, dia orang yang cukup pendiam dan dingin, sepertinya” -Vino
“Yah, kau benar, aku juga sudah tidak pernah bertemu lagi dengannya sejak Michael pindah” -Sammy
“Argh” Michael memegangi kepalanya, dia terlihat kesakitan
“Ntahlah, harusnya aku bertanya siapa namanya”
-Vino
“Dia adik yang imut bukan?, mungkin seusia adik kami” -Lucas
“Bicara apa kalian ini?!” -Michael
“Seperti yang kau dengar” -Sammy
“Sudahlah, cepat pejamkan mata kalian, dan jangan lupa pasang aku dimimpi kalian..xixi” -Lucas
“Itu tidak akan terjadi bahkan jika aku mencobanya”
-Sammy
“Mengapa kau ini, selalu saja bertingkah sombong” -Lucas
“Sifat bawaannya mungkin..” -Vino
“Jokes yak”
—•🌨
“Hh, aku lelah, seharian ini ada kejadian yang selalu berkaitan dengan Ketua OSIS..”
-Michelle berbicara dengan dirinya sendiri
“Vanya terlalu cepat berlari sehingga aku merasa lebih kedinginan..” -Laura
“Ya, akupun juga begitu” -Soraya
“Hehe, aku minta maaf, kalau begitu, aku akan mengusapkan minyak kayu putih ke badan kalian”
-Vanya
“Tidak perlu! Kami tidak suka baunya!” *berbarengan
“E’eh?, hhh, oke..”
“Tidurlah!, aku ngantuk, cuaca dingin cocok untuk tidur” -Laura
“Ya, selamat malam..”
...End Chapter 22....
__ADS_1