ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 24. Depresi


__ADS_3

...Chapter 24...


Michelle berlari ke arahnya, dia panik, sangat panik, dia menendang satu persatu orang yang menghalangi jalannya


“Kakak!!!” Dia berteriak dengan sangat kencang hingga


Michael yang jatuh memandangnya dan lalu menutup matanya, setetes air keluar dari mata anak tampan itu, dan akhirnya dia tenggelam


Jika hanya tenggelam, mungkin dia bisa selamat karena dia bisa berenang, apalagi itu dangkal


Tapi bagaimana lagi, itu dipenuhi bebatuan yang sangat tajam yang membuat dirinya kesakitan karena jatuh, ditambah lagi..


“Arrrgghhhhhh!!!”


Kepalanya menancap di salah satu batu


Michelle merasakan sakit yang sangat dalam


Dia hanya bisa melihat kakaknya yang kesakitan


“Darah...” Mata Michelle tetap terbuka dan tidak berkedip, sampai dia tidak sadar.


Orang-orang segera menolongnya, tadi mereka tidak peduli karena mengurusi korban kecelakaan.


“Aarggghh” *air mulai bermasukan ke mulut Michael dan membuatnya tidak sadar.


“Michelle!” tiba-tiba Kambe datang dan memeluknya, Kambe kecil kelas 6 SD.


“Kakak...darah...kakak...darah...” Michelle mengalami depresi dan terus mengucapkan itu


“Tenanglah...” dia berusaha menenangkannya


“Buka mobilnya”


“B-baik tuan muda!”


Kambe menggendongnya ke mobil dan membawanya ke rumah sakit


Itu semua membuat Michelle mengalami depresi berat yang membuat ingatannya memburuk, sama juga dengan Michael


Bagaimana tidak depresi, orang yang diharapkannya, salah satu orang yang selalu bersamanya pergi begitu saja

__ADS_1


Keluarganya tidak pernah ada untuknya, kecuali kakaknya.


Kambe juga sedang sekolah ke luar Negeri, jadi dia tidak sempat untuk datang menjenguk Michelle


Dan pengurus Hong juga tidak akan bisa berbuat apa-apa karena dia hanya pengurus biasa.


“Jadi begitu ceritanya, aku hanya tahu seberapa, mungkin saja masih ada yang lain, aku menceritakan beberapa intinya saja ya” -Vanya


Vanya menceritakan tidak sampai bawah ya, dia hanya menceritakan inti-intinya saja, tidak dengan soal tuan Keluarganya yang tidak bisa menolongnya.


“Oh, oke, jadi begitu”


“Benar-benar malang ya”


“Jadi ketua OSIS kakaknya..”


“T-tunggu, kau bilang mereka selalu berbarengan, apa itu termasuk mandi dan tidur?!” -Laura


“A-apa?!, kenapa kau bisa berpikir begitu?!” -Soraya


“Ingat, mereka hanya adik kakak kok!” -Vanya


“Hmm, seperti kau dan kakakmu” -Zayn


—•🌨


“Aku harap semuanya baik-baik saja..” -Kambe


“Ya tuan, semoga saja..”


“Semoga tuan muda dan nona baik-baik saja, saya masih mengkhawatirkan kedua pihak jika kejadian itu membuat depresi mereka kambuh..” Ucap pengurus Hong dalam hati.


—•🌨


“Michael, apa kau tidak ingin menyapanya tadi?, atau mungkin memeluknya sebentar, kau sudah lama tidak–” -Vino mencoba bertanya


“Tidak.” -Michael


“Oh, maaf”


“Tidak apa-apa.”

__ADS_1


“Eh, bagaimana jika kita mencari sarapan dulu?, ha?, bagaimana?!” -Lucas


“Boleh, mari kita cari!” -Sammy


“Makan makananmu Michael, kalau tidak, aku yang akan menghabiskannya” -Sammy


“Habiskan saja”


“Eh, tunggu!, jangan pergi dulu!” -Sammy


“Lalu siapa yang akan bayar?!” -Lucas


“Sammy!, dia yang mempermainkannya dulu!” -Vino


“A-apa?!”


—•🌨


“Hm, Michelle, apa kau merasa lebih baik?”


-Vanya


“Ya”


“Baiklah, Mari kita pulang ke asrama, dan membuat proyek mainan terbaru!” -Laura


“Heeeh?” -Soraya


“Ya, benar!, akhir-akhir ini itu menjadi trending di dunia maya!” -Laura


“Hhh..”


“Hei, apa kita jadi mendaftar klub renang?” -Soraya


“Uh, sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya” -Vanya


“Ya, Michelle sedang tidur, dan suasana hati ketua OSIS mungkin senang tidak enak..” -Laura


“Baiklah, kita bahas setelah kemah nanti..” -Soraya


...End Chapter 24....

__ADS_1


__ADS_2