
...Chapter 34....
Tepat di tengah malam jam 12.55, Vanya keluar entahlah untuk apa
“Hoahm, aku lapar banget, perasaan tadi udah makan banyak” -Vanya
“Semuanya sudah tidur”
“Tek Tek Tek”
“Hah? Apakah itu nasi goreng tek tek?, biasanya bang GS maksimal jam 9 malam, hm yauda deh beli aja ngunpet-ngumpet, eh tapi kan ini malem banget, aku juga takutan orangnya, hm gimana ya, t-tapi rasa lapar mengalahkan rasa takut!, sudahlah!” -Vanya
Vanya menuju asal suaranya
“Bang sstt bang!” Vanya berbisik dari pagar sekolah
“Eh iya..”
“Mau beli satu donk”
“Bole, tunggu bentar ya”
“Hm, tumben malem-malem gini masi jualan”
“Iya Non, soalnya tadi Abang jualan juga aga malem”
“Ouh”
“Ye, biasanya panggil dek bukan Nona”
“Y-ya, gapapa, ini Non nasinya, gratis deh”
“Apa?! Beneran bang?!, yauda makasi ya, aku balik dulu, takuttt, daaah bang!” -Vanya berlari kencang menuju kamarnya
Sedangkan Michelle yang dikamar..
“Uh?” Dia membuka matanya
“Dimana Vanya?!”
—•🌨
“Astaga aku takut bgtt” -Vanya menutup matanya sambil berlari
“Vanya?!”
“E-eh?!!!”
“Tenang ini aku”
“Oh Sammy Senpai, kamu ngapain malam-malam gini?” -Vanya
“Itu apa?”
“Hanya sebungkus nasi goreng”
“Oh”
“Kau sendiri? Ngapain?”
“Tadi kebangun”
“Ow, mau makan bareng ngga?”
“Boleh, dimana?”
“Disitu aja”
“Eh, rasanya agak berbeda, tapi lumayan lah” -Vanya
Sammy berfikir lagi tentang penjual nasi gorengnya
“Bagaimana menurutmu?”
__ADS_1
“Hah? Oh enak sih”
“Vanya”
“E-eh? Michelle?”
“Ah apa aku mengganggu?, aku akan kembali” -Michelle
“Tidak, tentu saja tidak, apa yang membuatmu terbangun?” -Vanya
“Hanya ingin tahu dimana kau”
“Oh begitu, ya sudah, lagian kita udah selesai makan, maaf ya”
“Yaudah Vanya! Michelle aku duluan, makasih nasinya, aku mau balik ke kamar” -Sammy
“Oke”
“Malam Michelle”
“Ya, kau duluan saja”
“Oh baiklah”
Michelle memandangi langit
Ting, notifikasi masuk ke hp nya
Tertulis “Hold On!” yang berarti “Tahan!”
Michelle membuang napasnya lalu masuk kamar da tidur
Terlihat seorang gadis berambut kuning memperhatikannya dengan tersenyum sinis
—•🌨
“Pagi ini kita akan ke istana” -Michael
“Baik!”
“Ya, seperti apa?!” -Soraya
“Aku ingin lihat!, sangat tidak sabar!” -Laura
Michelle, Vanya, Soraya, dan Laura bersama kakak mereka menunggang kudanya dan menuju sebuah tempat
“Ini adalah gerbang menuju istana kami” -Michelle
Sebuah gerbang perbatasan anatara kota dan hutan yang luas dengan limapuluh penjaga didepannya
Semuanya menunduk, Michelle dan yang lain pun ikut menunduk
“Baiklah ayo masuk” //gerbang dibuka
“Wah, besar sekali, apakah kita masi jauh?” -Laura
“Lumayan”
“Hm, oke, ayo kuda!” -Soraya
“Kalian mau balapan?” -Dovi
“Tentu, eh t-tapi kan aku tidak tahu jalannya!, hei tunggu!” -Sammy
“Hahahah”
“Cepat!”
“Woah, indah sekali pemandangannya, benar benar vibes fantasi!” -Lucas
“Kami menyukai alam” -Michael
__ADS_1
“Oh, pantas saja”
“Apakah itu kerajaannya?!”
“Ya, kita hampir sampai”
“Yosha!!!, ayo!”
“Michael! Kasian kudamu! Perlahan sedikit” -Sammy
“Hei kau curang!” -Dovi
“Hihihi”
“Selamat datang kembali T-Tuan muda, Nona”
-Para penjaga
“Silahkan masuk”
“Baik terimakasih”
“Wah istananya bagus sekali, benar-benar bersatu dengan alam!”
“Ya kau benar!”
“Anak-anak!” -Gabriella, ibunda Michael dan Michelle
“I-ibu..”
“Jadi kalian sudah saling tahu?, maaf ibu tidak cepat-cepat memberi tahu kalian..”
“Tak apa”
“Michael!” -Suara bergema
“A-ayah..?”
“Ayah mau kau menyelesaikan tugas ini, apa kau-”
“Tentu saja mampu!” -Suara Kanbe dari telepon
“Apa-apaan kau”
“M-maaf kak”
“Heh, kuserahkan padamu” -Leonard
“Ya, buktikan kalau kau ini-” -Kanbe
“Diam”
“Heeehhh”
“B-baik” -Michael
“Aku ikut!” -Michelle
“Tidak, kau nanti akan mempersulit kakakmu!” -Ayah
“T-tapi Ayah–”
“Kami juga ikut, lagian paman teman orangtua kami juga kan” -Dovi
“Ya!” -Semua mengangguk
“E-eh? Apapun yang kalian inginkan” -Leonard pasrah
“Eh, udah dulu, diminum dulu minumannya” -Gabriella
“B-baik tan- em Ratu..”
“Tante aja boleh kok..” -Gabriella
__ADS_1
“B-baik, tante..”
“Michelle..” -seorang laki-laki berambut cream dengan ketampanannya