
...Chapter 27...
Musim dingin telah berakhir, itu artinya, ujian bertahan hidup dimulai
“Badanku masih pegal gara-gara main ski kemarin, Michelle menabrakku dengan sangat keras” -Laura
“Maaf”
“Hahaha, aku mengambil beberapa foto, lihat muka Laura yang akan jatuh!” -Soraya
“Jangan ngomong berbelit-belit!” -Vanya
—•🌨
“Hei, apakah kalian sudah menyiapkan barang-barangnya?” -Kei
“Sudah!, semuanya siap!” -Gaeun
“Ingat baik-baik semua yang kukatakan!” -Kei
“Ya, tak perlu mengingatkan..”
—•🌨
Didalam sebuah istana..
“Ayah, aku hanya–”
“Michael!, kau ini dari dulu tetap saja menjadi beban!”
“Tapi, aku sudah–”
“Ngeles mulu!, sebagai kakak, harusnya kau memberi contoh ke adikmu!, kakaknya saja payah, bagaimana dengan adiknya!?”
Mata Michael bergetar
“Pengawal!, robeki bajunya!”
“E-eh,”
“Cepat!”
“B-baik..”
“Ergh...”
“Baju tuan Muda sangat tebal, ini sangat sulit, pasti dia merasa terpukul dan sakit..” Pengawal berkata dalam hati
“Tuan Muda..” tuan Hong dalam hati
“Sudah!, biarkan dia pergi!, dia harus mengurusi acara sekolah terbarunya sebagai ketua OSIS!”
*seorang perempuan datang
“Ibu..” -Michael
__ADS_1
“Cepat!”
Michael mengambil baju di kamarnya dan menuju sekolah dengan menunggang kudanya bak seorang pangeran
Dan karena jarak anatra istana dan sekolah sangat jauh, dia mempercepat lari kudanya.
—•🌨
“Mengapa persaanku tidak enak..” ucap Michelle dalam hati
“Eh, Michelle, cepat, kita akan tertinggal”
-Vanya
“Oh, oke”
“Selamat pagi semua, bagaimana kabar kalian, semoga baik-baik saja”
“Baik”
“OSIS akan membantu kalian ketika ada masalah, dan OSIS juga ikut mengawasi”
“Wah, benarkah?, yey!”
“Lihat!, 4 tuan muda ada di OSIS!”
“Keren!, aku tidak sabar”
“Pura-pura butuh bantuan saja”
Seluruh murid ribut
“Kita bertemu kakak kita lagi..” -Soraya menggerutu
“Grrr!” Sammy melirik Soraya dengan tajam
“Eeeeh?!”
“Oke, ayo naik!”
Semua murid naik ke kapal dan menuju ke pulau tak berpenghuni
“Wah, keren sekali”
Saat semua murid menikmati suasana kamar dalam kapal, Michelle memilih untuk keluar kamar dan duduk di kursi tepi kapal sambil melihat air
Matanya berkilau penuh kesan, dia sangat menyukai air, dia bahkan ingin menceburkan diri kesitu tapi Vanya mengetahuinya dan menariknya
Setelah beberapa jam berlabuh, kapal akhirnya sampai di pulau tak berpenghuni
“Silahkan turun semuanya, mulailah tugas kalian ya, kita akan bermain menemukan 10 potongan peta yang tersembunyi disana, kumpulkan, tim paling banyak dapat akan diberi hadiah dan penghargaan!”
Ucap Guru baru mereka
“Wah, baik!”
__ADS_1
“Dimana yang lain?” -Soraya
“Itu mereka!”
“Hei!” -Zayn
“Oke, kalian boleh masuk ke hutan dan mencari tempat untuk tinggal dulu, ingat selalu membawa jam yang guru kasih, selalu berhati-hati, dan tempat tim juga tidak boleh berdekatan dengan tim lain!”
“Jaga sikap kalian anak-anak!, jika kalian terluka atau membutuhkan pertolongan, hampiri guru di tenda pinggir pantai!, selamat bersenang-senang”
—•🌨
“Bagaiman jika mereka gagal tuan?”
“Tidak, mereka tidak sebodoh yang kau bayangkan”
“Keponakanku pasti bisa melakukannya, Michael itu hebat!”
“Y-ya, kau benar tuan..”
—•🌨
“Ketua, bagaimana rencana kita sekarang?”
Tanya salah satu gadis anggota OSIS
“Tetap awasi dulu dan bantu yang benar-benar membutuhkan” -Michael
“B-baik Ketua..”
“Hei, apa kau akan mengawasi adikmu?”
-Lucas
“Entahlah, dia menyebalkan” -Sammy
“Yah, gimana lagi, nanti juga kita pasti bakal ketemu” -Vino
—•🌨
“Kita bangun tenda disisni saja” -Vanya
“Tempatnya lumayan lah, kita bisa mencari buah-buahan di sekitar sini” -Hanzo
“Ya, ayo bangun tendanya” -Vanya
“Baiklah, kita akan mulai mencari nanti sore setelah membangun tenda dan menata persiapan” -Zayn
“Apakah itu tidak terlalu gelap?” -Clara
“Justru itu, mungkin nanti akan tidak banyak murid yang mencari pada sore hari, mungkin saja mereka akan mencari besok pagi” -Vettel
“Masuk akal sih”
Ada 2 tenda besar yang cukup untuk 5 orang, 5 laki-laki dan tenda satunya 5 perempuan.
__ADS_1
...End Chapter 27....