
...Chapter 33...
“Segar sekali” -Vanya
Michelle keluar dari ruangan dan menuju ujung kapal lalu duduk
“Kira-kira, bagaimana kabar yang ada di istana ya?”
Michelle bertanya tanya dalam hati
Lumba-lumba berloncatan disamping putri cantik itu
Michelle tersenyum dan berusaha meraihnya
Sangat senang ketika bisa menyentuh para lumba-lumba yang terlihat senang juga
“A-ah” Michelle hendak terpeleset
“Sepertinya istana sedang dalam masalah” -Michael memeganginya dengan tatapan tajam
“Kak-m, masalah?” -Michelle
“Guru baru itu, aku pernah melihatnya bersama paman Kanbe” -Michael
“Apa?”
—•🌨
“Raja, kami berhasil menemukan beberapa informasi”
“Diduga, saat kecelakaan tabrak lari terjadi, dan tepatnya korban adalah ayah dari tuan Hong”
“Ayah?, apa hubungannya?” -Leonard berpikir
—•⛈
“Leo-Chan!” -Laura
“Leo-Kun” -Lucas
“Sedang membicarakan apa?” -Laura
“Hei itu mungkin hal pribadi dasar kepo” -Lucas
“I-iya, jangan pukul lagi, huhuhu..” -Laura
“Hei Michael!” -Dovi
“Um, maaf ketua, saya ingin tanya, apakah kita bisa ikut Club renang nya?” -Soraya
“Boleh ya, boleh” -Vanya
“Ah iya, boleh kan?” -Laura
“Hei itu tidak sopan!” -Dovi
“Ya, dan apa-apaan kalian langsung ingin ikut begitu?!” -Sammy
“Ya, kami ingin melanjutkan bakat berenang kami juga” -Vanya
“Benarkah?”
__ADS_1
“Apakah boleh kami ikut?” -Laura
“Bagaimana?”
“Hm, boleh saja, tapi, jangan terlalu menganggapku sebagai pemimpin” -Michael
“Hm, seperti biasa, si Michael merasa dihormati berlebihan” -Sammy
“Baguslah ya, emg Leo Kun yang terbaik!” -Lucas
“Kenapa ikutan seneng?” -Dovi
“Gara-gara Michael uda mau nerima Laura, kalo ngga, gatau deh si Laura itu bakal diem nangisnya kapan” -Lucas
“Hahahah”
—•🌨
“Apa yang akan kau lakukan?!” -Hong
“Malangnya nasibmu Hong”
“Apa itu–” -Hong
“Ya kau benar, aku berhasil mencurinya lhoh, aku lebih pintar darimu”
“A-apa?!”
—•🌨
“Haduh cape juga ya” -Yohan
“Sangat, eh itu mereka!” -Nathan
“Yohan! Nathan!”
“Sudah lama kita tidak bermain bersama” -Nathan
“Kalian sih pake ngilang segala” -Soraya
“Ya ga gitu juga” -Yohan
“Eh yaudah mau ku traktir es krim?” -Yohan
“Tumben punya duit” -Soraya
“Hah?, apa?!!!” -Yohan
“Hahahahha”
—•🌨
“Michael latihanmu sudah selesai?” Tanya seseorang dari telepon
“Ya dan aku tau apa yang kau rencanakan” -Michael
“Apa?! Haduh keponakanku ini sangat cerdik”
“Kau bisa kesini bersama teman-temanmu besok?, ada rencana baru di istana”
“Baiklah paman”
__ADS_1
“Oke kututup” -Kanbe
“Ada apa?” -Dovi
“Paman Kanbe meminta kita untuk datang ke istana besok” -Michael
“Hm, oke”
“Mau bermain dulu?” -Sammy
“Kau menantang ku?”
“Tidak, aku hanya mengajakmu”
“Bolela bolela” -Lucas
“Ayo mulai” -Michael mengambil bola
“Tentu”
Hampir satu sekolah melihat mereka bermain, ya karena yang bermain para goodloking sih haha
“Sialan, kenapa para pangeran itu sangad-sangad...ahh” -Murid
“Hei kau kenapa?!” -Murid
“Ih, sialan, aku sebenernya aga ga suka, tapi ya udalah” -Kei
“Hehm”
“Eh lihat! Ketua OSIS bermain!” -Gaeun
“Mayan si gantengnya, tapi ya, kita permainkan dia, hahaha” -Kei
“Hadeh”
Hari semakin larut..
“Sudah! Aku capek!” -Sammy
“Hahahah”
“Kau payah kak!” -Soraya
“Kau mengejekku?!” -Sammy
“Apakah menurutmu itu pujian?”
“Pandai banget ngomongnya”
“Kalo engga, aku ga akan bicara sama kamu!”
“Sialan, adenya siapa sih?!”
“Adenya orang terpayah”
“Eh iya!, hmphh!, awas kau nanti, aku tidak akan membagi wortel padamu!”
“A-apa?!, tidak! Ampun kak! Maafkan aku!”
__ADS_1
“Hahahaha!”
...End Chapter 33....