ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 2. Tim Basket


__ADS_3

...CHAPTER 2...


“Kamar nomor 130 lantai 3” tulisan yang ada di card yang di pegang oleh Michelle


Ya, itu adalah kamar miliknya


Di dalam kamar murid di Asrama tersebut terdapat 1 kasur, kamar mandi dengan fasilitas yang bagus, meja belajar, AC, almari, kulkas, kompor, dll, itu sudah seperti rumah bagi para murid, para murid juga dilatih mandiri di situ.


“Huft, lumayan capek juga ya”


Michelle berbicara sambil menatap langit-langit atap kamar tidur


Seketika dia teringat dengan perkataan ketua OSIS


“Saya, sebagai perwakilan dari para Senior,


Michael..”


“Haish, lupakan saja” batinnya


Lalu dia mengambil sebuah kertas dari sakunya


yang tertulis nomor dan email Vanya dan Soraya.


Tadi sebelum pulang, Vanya dan Soraya memberi kertas yang tertulis nomor dan email mereka


“Hubungi kami jika membutuhkan sesuatu” Kata Vanya


“Ya!, kami pasti dengan senang hati membantu”


Soraya menambah


...🌇🌇🌇...


...Keesokan Harinya...


“Seger banget” -batin Michelle saat air mengalir dari Shower membasahi tubuhnya


Setelah selesai, dia sarapan roti panggang yang baru saja ia buat


Ya, para murid bisa membuat sarapan sendiri, atau makan di kantin Sekolah


Lalu, ia bergegas menuju sekolah

__ADS_1


“Pagi Michelle!” Sapa Vanya


“Hm” Jawab Michelle singkat


“Hai, nanti kita berangkat bareng ke tempat latihan Basket nya ya” Tiba-tiba Soraya datang


Sore itu pun tiba, Michelle, Vanya, dan Soraya


berangkat bersama menuju tempat latihan yang


sudah ditentukan


Setelah sampai, mereka bertiga masuk, dan ada 10 orang di sana yang akan ikut latihan, sebagian adalah tim cadangan


“Hai, akhirnya kalian sampai juga” Sapa salah satu murid kelas D


“Di sini ada banyak orang dan mereka terdiri dari


kelas A, B, C, dan D”


“Kita belum saling mengenal, ada baiknya kalau kita memberi tahu nama masing-masing”


“Boleh” Jawab mereka


“Namaku Laura Jessie dari kelas D, panggil aku


Laura” salah seorang yang kemarin juga mengajak Michelle, Vanya, dan Soraya mengikuti basket.



“Aku Zayn Vere, dari kelas A, panggil aku Zayn”


Zayn, adalah laki-laki tampan sekaligus pintar, dengan rambut berwarna abu-abu.


“Aku Vettel Zenda dari kelas A, panggil aku Vettel”


Vettel, dengan rambut berwarna hitam yang membuatnya menjadi seorang murid yang sangat tampan, ,baik, dingin, bijaksana.


“Aku Hanzo Hayden dari kelas A, panggil aku Hanzo”


Hanzo, dia cuek, tampan, pintar dalam olahraga, dan rambutnya berwarna merah.


“Aku, orang tertampan dari kelas C, Bankai Voltra, panggil aku.. Bankai”

__ADS_1


-sok elegan, sambil mengibaskan rambutnya


Ya, seperti itulah Bankai, cukup digemari banyak wanita, dan rambut berwarna putih.


“Aku Rendra Renata dari kelas C, panggil aku


Rendra”


Orang pendiam, tampan, sedikit aneh, dan, mungkin bisa dibilang tipe cowok humoris dengan rambut berwarna kuning.


Lalu Michelle, Vanya, dan Soraya juga memperkenalkan diri mereka, setelah itu...


“Hmm, jadi ini Michelle, lumayan!”


batin Bankai


Vettel, Zayn, Hanzo, dan Rendra hanya sedikit melirik ke arah Michelle


“Jadi ini bebas, kalian boleh pilih menjadi tim utama atau cadangan, tapi nanti jika ada kemampuan dari salah seorang anggota tim yang naik atau turun, em... yah, intinya kita lihat sesuai kemampuan saja!”


Kata Vettel.


Lalu, mereka sudah menentukan dengan adil, siapa saja tim utama, dan siapa saja tim cadangan.


Jadi, disini ada 5 tim utama, dan 5 tim cadangan,


5 tim utama, di antaranya ada Michelle, Vanya,


Vettel, Zayn, dan Hanzo


Dan ada 5 tim cadangan yaitu Soraya, Laura, Clara, Bankai, dan Rendra.


Yah, Clara dan Laura hanya mengajak kemarin, sebenarnya itu perintah dari Vettel, jadi mereka juga tidak harus menjadi tim utama.


“Hmm, dilihat-lihat, katanya Soraya sangat pandai main basket, tapi kenapa dia memilih menjadi tim cadangan, dan juga Bankai, dia sepertinya menjadi figur utama pria kelas C, dan sok elegan, tapi dia malah memilih menjadi tim cadangan”


-bisik Vanya kepada Michelle


Soraya yang mendengar jadi malu dan pura-pura tidak mendengar, ya, dia sangat konyol


“Oke kawan-kawan, kita mulai latihannya!”


“Oke!”

__ADS_1


...End Chapter 2....


__ADS_2