
...Chapter 9...
Tok tok tok!
“Michelle, main bareng yuk!” -Soraya mengetuk pintu kamar Michelle
“Woe buaya darat!, kau masih belum bangun?!”
Teriak Soraya
“😳😥” ekspresi Vanya yang mendengar akan hal itu
“Apa mungkin Michelle pergi keluar?, lagipula, dia selalu bangun pagi-pagi sekali” -Kata Vanya
“Tidak sepertimu..” sambung Vanya sambil mengecilkan suaranya.
“CIH!, apa katamyuuuuu?!” Soraya berteriak
“Sudahlah, ayo kita cari dia” -Vanya
“Huh!” -Soraya.
“Hei!” tiba-tiba ada dua orang laki-laki yang mengagetkan mereka
“Aaaaaaa lamak lamak lamak!” -Soraya kaget
Begitu juga dengan Vanya.
“Yohan! Nathan!” -Soraya kesal
“Ternyata kalian..” sambung Vanya
“Hehehe, ya maaf..” -Yohan dan Nathan
“Oh ya, kalian sedang apa di depan pintu kamar Michelle?” Tanya Yohan
“Oh, tadi kami mencari Michelle buat maen bareng, tapi malah tidak ada” -Soraya
“Benarkah?, lalu bagaimana?” -Nathan
“Eee, pake nanyak lagi lu, nyarik lah!” Ketus Soraya
“😰” -Nathan.
-Michelle-
Suasana hati si es yang tenang itu pun menjadi sangat kacau, tapi Michelle tetap berusaha tenang dan tidak menghiraukannya.
Lalu Michelle berjalan meninggalkan gerombolan orang yang mengejeknya tadi.
“Cekrek!.”
__ADS_1
“Twng” Handphone Vanya berbunyi
“Uh?” -Vanya
“Hah?!” Vanya terkejut
“Ada apa?” -Yohan
“Lihat ini!” -Vanya
“Ini Michelle bukan?!” -Soraya
Terlihat di handphone Vanya, notifikasi sosmed
Seseorang baru saja memposting foto Michelle dengan caption “Tolong, saya kelaparan!”
Dan foto itupun seketika langsung viral, banyak like dan komen berturut-turut terus menambah
“Kasian sekali, hahaha!, lucunya!, pemakan es, eh orang miskin ya?, tolong carikan makanan sisa ditempat sampah donk!” Komentar aneh-aneh muncul dari orang-orang.
“Sialan!” Ketus Nathan
“Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi” -Vanya
“Kita harus cari Michelle sekarang!” -Yohan
“Memang kita dari tadi mencarinya!” -Soraya
“Bisa-bisanya dia bercanda disaat seperti ini” -Nathan
“Hh, eh, lihat tempat ini saja” -Yohan
“Ayo kita ke arah Mekdi!” -Vanya
(Y/N Mekdi: tempat makan yang sangat langka:v)
Michelle melihat handphone nya yang dipenuhi oleh notifikasi foto yang terpasang foto dirinya.
Dan dia sempat terdiam beberapa saat.
“Jangan dengarkan kata orang lain, mereka hanya memujimu, mereka iri denganmu, dan percayalah, bahwa sesungguhnya kau lebih hebat dari mereka!”
Tiba-tiba Michelle teringat ucapan dari seseorang.
Seseorang itu seperti tidak terlihat atau hitam dimata Michelle.
“Siapa... dia...” Ucap Michelle dalam hati
“Kenapa pikiranku terasa aneh jika mengingat orang yang aneh itu..” Sambungnya.
“Hei Budar! apakah kau baik-baik saja?!” Teriak Soraya dari kejauhan
__ADS_1
(T/N Budar: buaya darat)
“Ga nyambung!” -Vanya, Nathan, Yohan
“Ya! Kami sangat mengkhawatirkan mu” Sambung Vanya
“Aku baik-baik saja, terimakasih.”
-Michelle
“Benarkah?” -Yohan, Nathan
“Yah” -Michelle
Seseorang yang melihat foto tersebut menggertakkan gigi seperti tidak menyukai jika Michelle di olok-olok.
“Main yuk” -Soraya
“Nani?” -Vanya
“Apa kek gitu” -Soraya
“Aku sedang tidak ingin bermain” -Michelle
“Ah, kenapa?” -Yohan
“Apakah ada masalah?” -Nathan
“Tidak” -Michelle
“Michelle, main sama kita lah, plis!” -Soraya
“Oh iya, emeng-emeng, kalian tau ngga?, soal murid baru SMA kelas 2?, katanya dia populer banget lho!”
-Soraya
“Tidak, dan tidak ingin tahu.” -Michelle
“Hei, kau bisa menyesal nanti kalau kau tidak ingin tahu, katanya, sepertinya dia kaya, dia berasal dari-”
Soraya belum selesai bicara..
“Apa?!” -Vanya
Michelle terkejut
“Ah, aku lupa apa nama keluarganya” -Soraya
“Huh!” -Vanya
...End Chapter 9....
__ADS_1