ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM

ROYAL SCHOOL AND EIGHT KINGDOM
CHAPTER 36. Binatang Buas


__ADS_3

...Chapter 36...


Prajurit meniup terompet



“Pangeran datang-!”


“Michael!!”


“Michelle!!”


“Ya” -Michael dan Michelle melambaikan tangan


Setelah Raja menyampaikan pidatonya yang cukup panjang, ia pun meresmikan jika kerajaan ini sekarang ada di tangan Michael.


Sorakan dan kesedihan datang


“Kami akan selalu mengenangmu Raja Ratu!!”


Leonard turun ke bawah dan menemui teman-temannya


“Leonard, kau yakin ingin pergi?” -Ayah Hanzo


“Ya”


“Bagaimana dengan pernikahan anak kita?, hadir tanpa kau dan nyonya?, pasti kasihan Michelle” -Ayah Vettel


“Tentu saja akan berlanjut jika mereka sudah siap, haha” -Leonard


“Jaga dirimu ya”


“Tentu saja-!”


“Gabriella, lama tak berjumpa, sekali berjumpa harus berpisah lagi ya?” Ibu dari teman-teman Michelle dan Michael berpelukan dengan Ratu


“Ya, sangat menyedihkan..”


“Ini benar-benar sangat indah!” -Laura


—•❄️


Beberapa jam kemudian..


“Ayah, kami berangkat” -Michael


“Hati-hati, jangan lewatkan dansa kerajaan minggu depan” -Gabriella


“Baiklah”


“Raja, Ratu, aku juga akan menemani Michelle” -Jaegar


“B-benarkah?”


“Ya, percayakan padaku”


“Pastikan kau membawa ini, Michael” -Gabriella


“Hm”


“Ayo!”


Mereka menaiki kuda dan berangkat


“Pertama, kita akan mencari tempat berlindung dulu” -Michael


“Baiklah”


—•❄️


“Hati-hati Michelle..” -Vettel


“Vettel, lanjutkan ceritanya” -Hanzo


“O-oh, ya”


—•❄️


“Kau punya rencana?”


“Tentu saja”


“Apa itu?”


“Ada, Michael sayang, tunggu aku ya”

__ADS_1


—•❄️


“Hutan ini besar sekali” -Laura


“Ya, BESAR!!!!” -Soraya berteriak dan tidak sengaja jatuh dari kudanya


“AWW!!!”


“Eh?!” -Jaegar dan Lucas


“Dibelakang!!!” -Vanya


“Soraya!! Cepat naik!!” -Michelle


Sammy turun dan segera membantu Soraya menaiki kudanya


“Eh, terimaksih”


“Ayo cepat!!” -Laura


“Percepat lari para kuda!!” -Vino


Tidak sengaja mereka dikejar oleh puluhan hewan buas


“Di depan ada goa!!” -Jaegar


“Tapi mereka pasti akan ikut masuk!” -Soraya


Michael berputar dan memacu kudanya lari ke arah hewan-hewan buas tersebut


“Kakak!!” -Michelle berputar


“Cepat masuk goa!!” -Michael


“Ta-


“Michelle! Cepat kesini!! Dia itu hebat” -Dovi membantu mengarahkan kuda Michelle


“Ya, kakakmu pasti baik-baik saja, tenanglah” -Jaegar


Puluhan hewan berhasil terpancing Michael dan berlari ke arah jembatan rapuh yang berada di tengah hutan


“Huh–”


Michael menarik nafas


“Rrrrrr!!!”


Di tengah jembatan saat ingin melompat ke tepi, satu hewan berhasil memegang ekor kuda Michael


Michael terkejut dan segera melompat dari punggung kuda


“Eh!”


Tangannya menggapai batang pohon yang berada di pinggir jurang tersebut


Sambil menengok belakang, kuda dan para hewan buas yang jatuh ke jurang tersebut, lalu kudanya dimakan.


—•❄️


“Bagaimana dengan Michael senpai? Apa dia masih hidup?” -Laura ketakutan


“Tentu saja!!!” -Michelle menamparnya


“Huh”


“Hrrr” -Salah satu dari puluhan hewan buas tadi ternyata berhasil masuk ke Goa, ukurannya se serigala kecil


“Ha? Siap?” -Dovi


“Ya!”


“HIAA!!!” -mereka menangkap hewan tersebut memakai kayu dan jaring yang mereka bawa


“Kamera?!” -Jaegar


—•❄️


“Hah.. hah..”


Batang kayunya hampir saja patah


“E–!!”


Tangan kiri Michael mengayun memegangi tangan kenan nya dan naik ke atas dengan sempurna

__ADS_1


“Hah..Hah…ah”


“Huh, hampir- saja”


Michael berlari menuju Goa yang dimasuki teman-temannya tadi


“Huh..”


Michael mendengar suara hewan buas dan melihat darah yang berada di pintu masuk goa


“Tch” Michael terkejut


Ia pun segera masuk ke dalam dengan hati-hati


“Buk!” Dovi mengagetkannya


“Kalian baik-baik saja?” -Michael


Semua menengok


“Tentu saja, bagaimana denganmu?” -Lucas


Michael mengangguk


“Syukurlah” -Sammy sambil memperlihatkan hasil tangkapannya


“Hei, ini” -Jaegar


“Kamera?!” -Laura


“Ya, sudah rusak” -Jaegar


“Ini adalah mata dari hewan tadi” -Dovi


“Begitu–”


“Sudah, kita harus mencari tempat yang lebih aman”


-Lucas


“Ya, kau benar”


“Lah? Dimana kudamu Michael?” -Sammy


“Tadi ada sedikit kecelakaan” -Michael menjawab sambil menaiki kuda yang Michelle tunggangi


Kuda yang besar itu bisa ditunggangi 2 orang sekaligus


“Tapi kau baik-baik saja kan?!” -Laura


“Hm”


—•❄️


“Wah, mereka ini menarik juga”. -Seseorang melihat video Michelle dan teman-temannya tadi


“Sayangnya berhenti disini”


“Ya, kau benar”


“Huh, sebentar lagi mereka akan hancur”


“Hahahha”


—•❄️


Malam pun tiba..


Michelle memainkan pedangnya, mengarahkan ke langit dan berkata


“Aku akan bertarung dengan pedang ini”


“Tidak, dengan para sahabatku, dan menjelajahi seluruh dunia, bersama mereka, aku sudah tidak sendiri”


“Melompat dari bintang ke bintang”


“Papa, Mama…”


“Aku-”


“Cepat pakai baju, makan lalu tidur” -Michael mematahkan pembicaraannya sambil menurunkan pedang itu


“B-baiklah”


Jika bukan Michael, pasti Michelle sudah menepang bokong orang itu, dia merasa malu karena berbicara sendiri, karena setahu orang dia tipe yang pendiam dan cool.

__ADS_1


...End Chapter 36....


__ADS_2