Rujuk Bersyarat

Rujuk Bersyarat
Selalu Ada Kesempatan Kedua


__ADS_3

Hari ini adalah hari penutupan Kids Camp, dan sekaligus akan diberikan penghargaan untuk siswa yang berhasil selama mengikuti kegiatan dan kompetisi yang sudah dilakukan. Sehingga, sekarang seluruh siswa dan orang tua pun kembali berkumpul di taman. Sementara keluarga Zaid juga turut berkumpul bersama.


"Selamat siang Mama, Papa, dan anak-anak semuanya. Saya mengucapkan terima kasih untuk partisipasi Mama, Papa, dan seluruh anak di kegiatan Kids Camp selama tiga hari ini. Serta, saya mengapresiasi untuk anak-anak yang memiliki keberanian dan semangat untuk bekerja sama. Nah, di acara penutupan Kids Camp kali ini, saya akan bacakan untuk siswa dan orang tua yang akan memenangi Piala dari sekolah," ucap Miss Debby.


Melihat ada piala yang sudah tersedia di depan, Raka kian bersemangat dan bertanya lirih kepada Papanya. "Pa, kita bisa menang tidak?" tanyanya.


Zaid kemudian merangkul putranya itu. "Kalau pun tidak menang, tidak apa-apa, Raka. Setidaknya kita sudah turut memeriahkan acara ini," balas Zaid.


Raka kemudian menundukkan kepalanya. "Padahal, Raka ingin menang. Namun, kalau tidak menang juga tidak apa-apa deh, Pa ... Raka sudah bahagia karena bisa liburan dengan Mama dan Papa," jawabnya.


Rupanya ada hal lain yang Raka syukuri sekarang yaitu terkiat Papa dan Mamanya yang bisa bersama, menghabiskan banyak waktu bersamanya. Tentu ini adalah hal yang baik untuk Raka, di lain waktu Raka pun ingin memiliki waktu liburan penuh aktivitas bersama dengan Mama dan Papanya.


"Baiklah, saya akan umumkan untuk tiga terbaik yah. Silakan nanti Mama, Papa, dan anak bisa sama-sama maju ke depan," ucap Miss Debby lagi.

__ADS_1


Raka pun sebenarnya juga harap-harap cemas. Bagaimana pun sebenarnya Raka ingin menang dan mendapatkan piala, tapi dia juga teringat dengan nasihat dari Papanya, untuk tidak terlalu memikirkan hadiah. Bisa turut berkompetisi saja sudah bagus.


"Terbaik ketiga adalah keluarga Sean ... silakan maju ke depan Mama, Papa, dan Sean."


Seluruh yang hadir pun memberikan tepuk tangan untuk Sean dan keluarganya. Memang sejauh ini, keluarga Sean begitu kompak dan beberapa kompetisi berhasil dimenangkan oleh Sean. Untuk itu, dia sangat pantas untuk menang.


"Congratulations, Sean," ucap Raka kepada temannya itu.


Setelahnya, Miss Debby membacakan untuk terbaik kedua. "Untuk terbaik kedua adalah keluarga Alona. Silakaan maju ke depan Mama, Papa, dan Alona," ucap Miss Debby.


Sekali lagi semuanya bertepuk tangan dan memberikan sorakan penuh kegembiraan untuk keluarga Alona. Sementara, Raka tampak menghela nafas panjang. Di dalam hatinya, dia sudah begitu yakin bahwa tidak mungkin baginya akan menang.


"Sekarang yang terbaik pertama adalah keluarga yang begitu kompek selama perlombaan kemarin. Menurut anak-anak dan Mama, Papa semuanya, siapa pemenangnya?" ucap Miss Debby lagi.

__ADS_1


Banyak nama yang disebutkan. Salah satunya juga adalah keluarga Raka. Namun, Raka tidak mau terlalu berharap sekarang.


"Selamat ... keluarga terbaik pertama adalah keluarga Ra ... Ka! Selamat untuk Raka, Mama dan Papa," ucap Miss Debby.


Seketika Raka melompat. Dia begitu senang ketika keluarganya menjadi yang terbaik dan menang dalam berbagai kompetisi kemarin. Raka pun memeluk Mama dan Papanya bergantian, terlihat sangat senang.


"Kita menang, Mama dan Papa. Keluarga kita," ucap Raka.


Zaid dan Erina pun tersenyum dan beberapa kali menggelengkan kepalanya karena merasa tidak menyangka akan menjadi yang terbaik.


"Alasan kenapa Raka bisa menang? Selain kemarin seluruh kompetisi Raka menang, keluarga Raka juga terlihat bisa sangat bekerja sama dengan baik."


Sekarang Zaid dan Erina saling pandang. Ya, kerja sama. Membangun rumah tangga adalah tentang kerja sama. Kerja sama suami dan istri. Itu yang selama ini tidak dilakukan keduanya. Banyak kesalahan dan kekurangan masing-masing di masa lalu. Andai di masa depan, keduanya bisa saling bergandengan tangan dan bekerja sama, sudah pasti mereka akan memiliki keluarga yang harmonis.

__ADS_1


__ADS_2