
Selang satu bulan kemudian, Erina ingin jalan-jalan ke mall sebentar. Bumil itu mengaku ingin jalan-jalan dengan suaminya. Selain itu, Erina mengaku ingin membeli skincare miliknya yang habis.
"Nanti kamu kecapekan loh, Yang," kata Zaid.
Itu Zaid katakan karena perut Erina sudah kelihatan lebih membuncit. Zaid hanya khawatir jika istrinya itu nanti kecapekan.
"Kan pelan-pelan, Mas. Jarang juga kan, aku lebih senang di rumah dan nempelin kamu," kata Erina merajuk.
Apa yang dikatakan Erina memang ada benarnya. Selama masa kehamilan ini, Erina lebih senang berada di rumah. Ke butik saja seringkali hanya waktu setengah hari saja. Begitu Raka sudah pulang sekolah, biasanya Erina juga memilih untuk pulang ke rumah.
"Ya sudah, pake flat shoes saja, Sayang. Sama nanti kalau kecapean ya istirahat dulu," balas Zaid.
Akhirnya sekarang Zaid mengajak Erina jalan-jalan ke Mall. Akan tetapi, Raka memilih di rumah. Dia hanya meminta untuk dioleh-olehin Burger saja.
"Makasih, Mas ... maunya Bumil sudah dikabulkan," kata Erina.
"Demi Bumil apa pun juga akan kulakukan," balas Zaid.
Erina tersenyum, dia tak segan untuk mengapit lengan suaminya. Sementara, Zaid juga senang dengan Erina yang menjadi senempel ini dengannya. Kalau dulu Erina dingin, sekarang Erina yang manja justru membuat Zaid suka.
Sekarang, Erina benar-benar ke store make up. Seperti permintaannya sebelumnya bahwa skincare miliknya habis. Sehingga, sekarang Erina benar-benar membeli skincare paket lengkap.
__ADS_1
"SaVa Beauty Care?" tanya Zaid.
"Iya, aku memang ganti pake SBC kok, Mas. Aman untuk Bumil. Apalagi hasil kerja sama dengan Kak Sara juga bagus, aku jadi make skincare dia."
Sejak Sara memesan seragam untuk karyawan Coffee Bay miliknya, rupanya hubungan keduanya berkembang dengan baik. Bahkan Erina juga menjadi mencoba Sava Beauty Care milik Sara. Selain itu, hasilnya bagus dan pastinya aman untuk Bumil.
"Syukurlah, kamu mendapatkan teman yang baik," balas Zaid.
Suaminya hanya berkomentar seperti itu. Zaid sangat tahu siapa Sara Valleria. Masa lalunya dan bagaimana Sara membangun Coffee Bay dari nol, Zaid sangat tahu. Justru Zaid senang ketika istrinya berteman dengan orang-orang yang baik.
"Dulu kamu cinta banget sama Kak Sara ya, Mas?" tanya Erina.
"Kok bisa begitu sih Mas?" tanya Erina lagi.
"Ya, bisa. Kan melepaskan saja. Aku sudah jatuh cinta banget sama kamu, Sayang. Makanya, jangan aneh-aneh lagi. Selalu dampingi suamimu ini," balas Zaid.
Usai itu, Zaid langsung meminta skincare yang Erina beli. Setelahnya, Zaid membayar semuanya. Bahkan Zaid sendiri yang membawakan paper bag milik Erina
"Beli apa lagi, Yang?" tawar Zaid sekarang.
Erina menggelengkan kepalanya. Dia sudah cukup dengan membeli skincare saja. Toh, untuk yang lain Erina merasa tidak perlu membeli.
__ADS_1
Di saat itu, tanpa sengaja keduanya berpapasan dengan Erick. Pria yang memiliki dendam dan perasaan tak suka dengan Erina itu pun kemudian mendekat ke Erina. Namun, semakin lama Erick mendekat, dia bisa melihat sembulan perut Erina.
"Erin," sapa Erick.
Suara Erick yang khas tentu Erina mendengarnya. Berusaha santai, Erina pun menghentikan langkah kakinya saja.
"Wah, kamu hamil, Rin? Hati-hati nanti kalau kamu baby blues, suamimu ke luar kota loh. Atau kalau menyapih baby, suamimu ke luar kota lagi."
Mulut Erick dengan begitu nyinyirnya mengatakan semua itu. Hingga, Zaid menghela napas panjang, menekankan kepada hatinya sendiri untuk bisa lebih sabar.
"Udah, Rick. Gak usah berbicara kayak gitu. Gue heran deh, loe itu cowok atau emak-emak kang gosip sih?" tanya Erina dengan sewot.
Jujur saja, seketika Erina menjadi kesal dengan Erick. Namun, dari sini Erina pun belajar sesuatu bahwa salahnya juga dulu bercerita apa pun kepada Erick. Sekarang, barulah Erina terkena getahnya.
"Gue punya mengingatkan, Rin. Jangan sampai loe nangis-nangis sendiri," balas Erick.
"Sorry, Rick. Lebih baik loe urusin aja urusan loe. Gak baik ikut campur rumah tangga orang lain," sahut Zaid.
Usai itu, Zaid menoleh ke istrinya. "Yuk, Sayang ... kita pergi."
Tidak ingin menanggapi Erick terlalu lama, Zaid lebih memilih untuk mengajak Erina pergi. Yang ada Erick hanya akan mengatakan ujaran kebencian saja. Sementara, itu terdengar sangat menyebalkan. Lebih baik untuk segera pergi dan menjauh dari Erick.
__ADS_1