
Masih terusik di pikiran ketika ibu kepsek mulai membagi kelas dan menyebut nama murid satu persatu.
Aku akan menempati ruang yang mana? a , b , c atau d ?
siapa teman teman ku nanti? apakah mereka anak anak yang nakal atau tidak?
Pikiran itu terus bergemuruh di otakku.
oh tuhan...semoga engkau masih berpihak kepadaku...
Perkenakan nama ku Vida hari ini aku akan pindah ke kelas dua menengah, semua terlihat normal adanya, sampai namaku di sebut oleh bu kepsek untuk ikut menempati ruang kelas D.
Eits....bukan karena aku bodoh ya...tapi kata kepsek nama nama yang di pilih adalah secara acak jadi bukan karena pintar atau bodoh,he...he..he...
Hari ini adalah hari pertamaku masuk ke kelas yang baru.
Sepanjang perjalanan ku tapakan kaki ku sambil berimajinasi mengkhayal hal hal yang bahkan terdengar lucu.
bagaimana ya aku harus bersikap nanti ?bagaimana kalau ternyata mereka nanti adalah siswa siswa yang nakal sok keren dan modis ?
Huhh...pikiran ini menggaguku sepanjang perjalananku ke sekolah. Bagaimana tidak kuatir, aku sendiri adalah sesosok manusia kecil yang kuperr nya nggak ketulungan,aku selalu kurang percaya diri bila berhadapan dengan orang baru.
Langkahku sudah sampai di lorong sekolah,
__ADS_1
sebentar lagi aku akan sampai huhh..,bagaimana ini!
Sekejap pun aku tidak berkedip,mataku terus mencuri pandang berusaha mencari tau situasi di kelas baru ku.
Mencoba mengumpulkan rasa percayadiri ku.
Dan benar saja,saat langkah pertama ku masuk ke dalam kelas
plook !!
Ada seseorang yang melemparku dengan secuil kapur tepat mengenai pelipisku.
adduhhhh!!!
menyengir kesakitan sambil memegang pelipisku.
ucapku dalam hati,
Sambil menahan sakit di keningku.
Mataku berkeliling berusaha mencari siapa yang tadi dengan seenak nya melempar kapur di keningku. Ya, aku melihat sesosok anak laki laki yang bertubuh besar putih dan tampan menurutku sedang melihatku yang kesakitan dengan wajah yang merasa bersalah .
"Aku yakin pasti dia yang melempar kapur ke keningku, huhh..,awas saja kamu ya,aku akan memasukan mu dalam kategori orang yang menyebalkan dalam hidup ku" Gumamku sambil menatap tajam padanya.
__ADS_1
Sambil menahan sakit di kepala ku,aku berjalan mencari bangku kosong untuk ku duduki.
"Hei...kenapa dengan keningmu ?" Pekik seorang siswa wanita sekelasku.
Dia bernama Aprilia, dia juga penghuni baru di kelas 2 D , wajah nya terlihat cemas karena ternyata keningku sampai berdarah.
"lihat kening mu berdarah" Ucapnya sambil menggandengku untuk duduk di bangku kosong sebelah nya.
"Ehh...apa keningku sampai berarah?" Ucapku sambil kembali ku pegang keningku untuk memastikan kalau dia tidak berbohong.
"Apa yang terjadi dengan mu?siapa yang membuatmu seperti ini ?" Cecar nya.
"Aku tidak tahu siapa yang melakukan nya , tiba tiba ada yang melemparku dengan kapur". Jawabku sambil terus ku pelototi bocah laki laki yang duduk di seberang bangku ku.
"Ahh..,sepertinya aku tau siapa yang melakukannya!!" Jawabnya menerka nerka.
"Siapa ?" Kataku.
Aprilia beranjak dari tempat duduknya dan entah kenapa instingnya sama dengan ku,dia berjalan menghampiri bocah laki laki yang sejak tadi duduk dengan anteng nya.
"Heeii!!" Teriak Aprilia sambil mendorong bahu bocah laki laki itu dengan jari nya.
"Kau kan yang sudah melempar kapur sembarangan, sampai membuat kening teman ku berdarah ?" Cecar nya mengintrograsi.
__ADS_1
Dengan gayanya yang tomboy serta badannya yang tinggi gemuk,membuat bocah laki laki itu benar benar kaget dan salah tingkah , entah karena takut apa merasa bersalah.
Tidak tau apa yang mereka ocehkan di seberang bangku sana, yang aku tau sesekilas wajah bocah laki laki itu menatap ku penuh rasa bersalah, seakan ingin meminta maaf tapi apa daya tidak ada keberanian.