
Langkah nya tak sesemangat kemarin.
Hari ini rasa nya terlalu malas untuk ke sekolah
Mengingat ada beban tugas untuk nya mencomblangi Irwan dan Yuni
" huhh...kenapa sih aku harus terlibat dalam urusan mereka .. " gumamku sambil terus berjalan lesu.
Gerbang sekolah sudah sampai di depan mata
Mau tidak mau aku harus masuk
Kaki ku melangkah menyusuri lorong sekolah
Saat aku masuk ke kelas seperti biasa Irwan sudah duduk di bangku ku. Entah apa alasan sikap nya itu , mengingat ucapan Nining kemarin membuat ku ciut untuk menanggapi gelagat Irwan " aku nggak boleh baper pada nya...dia mungkin hanya senang mengerjaiku..." gumamnya sambil berjalan menuju tempat duduknya.
" plok..." Vida menaruh dengan keras tas di meja nya , berharap Irwan akan segera pergi dari tempat duduknya.
" kau ini kenapa ??? Belum sarapan ..wajahmu terlihat kusut sekali..." ucap Irwan sambil memegang kening Vida sebelum akhirnnya Vida bergerak mundur untuk menjauh.
Vida sama sekali tidak mengubris ucapan Irwan , dia malah lebih memilih untuk duduk di kursi yang masih kosong sambil diam seribu bahasa.
Bel berbunyi menandakan pelajaran pertama akan segera di mulai
Tapi suasana hati Vida masih sama , dia memilih diam kali ini.
Bukan Irwan namanya kalau dia menyerah begitu saja , Irwan menusuk nusuk bahu Dinuk " sstt...stt..." Dinuk menoleh ke arah desusan itu " apa ??? " balasnya. " temanmu itu kenapa ?? Apa dia sedang sakit ?? " kepo Irwan
Dinuk tidak membalas pertanyaan Irwan , dia hanya mengangkat ke dua bahunya yang menandakan kalau dia tidak tau.
Vida diam sambil mengerjakan tugas tugas bahasa sastra dari bu Endang , di mejanya bertebar buku buku tugas , catatan , buku pr macam meja pribadi yang tak tertata rapi.
Irwan berdiri sambil setengah memajukan badannya sambil tangannya mencoba mengambil salah satu buku Vida yang berserakan. " yaapp...dapat..." kata Irwan senang.
__ADS_1
Vida terkejut melihat tingkah Irwan , dia berusaha meraih kembali bukunya tapi tidak berhasil " kau mau apa sih dengan buku ku ".. ketus Vida kesal membuat teman teman kelasnya menoleh padanya tak terkecuali Yuni.
" pinjam sebentar saja kenapa sih...aku hanya ingin melihat seperti apa tulisanmu..." kata nya sambil mengangkat satu alisnya.
Cihh...katakan saja kalau mau mencotek..nggak usah banyak alasan seperti itu... ucapku dalam hati..
Kenapa juga dia harus mencontek pekerjaanku, dia kan lebih pandai dari ku , tapi kalau bukan untuk mencontek lantas untuk apa
Vida kembali fokus pada tugas nya
Mencoba mengabaikan buku yang tadi di ambil Irwan.
Setelah beberapa menit " bruukkk..." Irwan melempar kembali buku Vida ke meja nya.
Dan sontak membuat Vida kaget sehingga tulisannya pun tercoret. Vida menoleh ke arah Irwan sambil menggerutu " dasar tidak sopan..."
Hati nya terpancing ingin tau apa yang sebenarnya di lakukan Irwan dengan bukunya
" eheeemmm....." terdengar suara Irwan berdehem membuat semua mata menoleh padanya
Vida berpura pura tidak tau...Vida menunduk sambil terus menulis tugasnya menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah karena terkesima.
" apa sih maksutnya menulis semua kata kata puisi itu...apa dia sengaja membuat aku baper...sehingga aku berfikir kalau dia menyukaiku " gumam Vida di ujung bangku saat jam istirahat
Tak beberapa dia menggerutu
Irwn muncul di pintu , Vida yang menyadari itu menjadi salah tingkah sehingga gelagat nya menjadi tampak lucu di depan Irwan.
Irwan duduk mendekat ke arah Vida
Irwan sengaja duduk di bangku milik Dinuk sekarang posisi mereka saling berdekatan membuat Vida salah tingkah
" kau ini kenapa sih...selalu mengganggu ku " ketus Vida kesal
__ADS_1
Irwan tidak menjawab pertanyaan Vida tetapi malah mengambrukan dadanya di meja sedang tangan nya menopang kepala menghadap Vida..
Vida menundukan kepalanya ke buku novel yang dia baca sambil pura pura cuek saat Irwan menatapnya
kau ini kenapa sih...jantung ku berdegub kencang dan kaki ku gemetar...oh tuhan tolong aku....
" kau suka puisinya ?" Tanya Irwan memecah keheningan
" puisi ?? Puisi apa ?? " balasku pura pura tidak tau
apa..dia bahkan pura pura tidak tau tentang puisi itu...padahal jelas jelas dia sudah membaca nya...pandai sekali kau ya menyembunyikan perasaanmu gumam Irwan dalam hati.
Vida mencoba memutar akal bagaimana caranya supaya Irwan segera pergi dari hadapannya ,kalau sampai Yuni melihat ku dengab Irwan bisa salah paham dia,
lalu tiba tiba muncul ide nakal di pikiran Vida " heii...kamu dapat salam tuh dari Yuni " ucap Vida dengan percaya diri
Irwan yang mendengar nya terperanjat kaget
bagaimana dia bisa tau tentang Yuni gumamnya dalam hati.
" Yuni siapa ??? Aku tidak kenal..." ketus Irwan mengelak
" kenapa sih kamu tidak menerimanya...dia kan cantik dan pintar " ucapku berusaha menekan Irwan
" kau ini sotoy ya..." sambil menunjuk keningku " kalau tidak tau jangan ikut ikutan jadi mak comblang " sahutnya kesal sambil berlalu pergi.
" ehh...kenapa dia tau kalau aku mau comblangi dia dengan Yuni ?? "
Seperti peramal saja..
Bersambung....
😉😉😉😉
__ADS_1