
Vida masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Fitry .
Tapi tidak mungkin kalau Fitry berbohong , apa untung nya bagi dia ??
Tapi kalau memang benar , kenapa Irwan tega sekali dengannya ??
" Semua pasti ada alsannya ..., aku harus mencari tau kebenarannya " gumam Vida .
Semalaman Vida terus murung , matanya kembali sebam .
" oh Tuhan ..., aku sendiri tidak tau kenapa aku masih saja belum bisa melupakannya !! Padahal hatiku sudah berkali kali terluka...,hiks" Ucap Vida dengan menangis .
KE ESOKAN HARI NYA >>>>>
Seperti biasa , pagi ini Tio sudah datang untuk menjemput Vida .
Sebenarnya Vida sedang tidak ingin bertemu Tio , tapi..., rasa rasanya tidak adil kalau dia harus melampiaskan kekesalannya kepada Tio , bagaimana pun juga ..., dia sudah begitu baik padanya .
" Hai...." Sapa Tio
" Matamu sebam ..., apa yang terjadi ?? Kau tidak apa apa ?? " Tanya Tio khawatir .
" Tidak..., aku tidak apa apa..., ayo kita berangkat !! " Ajak Vida sambil berjalan .
Tio yang tahu keadaan Vida , tidak mau lagi bertanya .
Dia takut akan semakin menambah kesedihannya .
Tio hanya mengikuti ajakan Vida .
" Ini pakai helmnya dulu " Ucap Tio sambil menyerahkan helm .
Setelah memakainya , Vida pun membonceng Tio , mereka berlalu pergi .
Entah karena sedang terbawa perasaan galau dan kecewa , tangan Vida tiba tiba melingkar ke pinggang Tio , lalu menyandarkan kepalanya di punggung Tio .
Tio yang menyadari itu mencoba untuk diam membiarkannya , dia tau ..., mungkin saat ini Vida tidak dalam keadaan baik .
Entah apa yang Vida rasakan , tapi untuk saat ini ..., memeluk Tio seperti ini membuatnya menjadi lebih tenang .
Tio sengaja memperlamban laju motornya .
Karena jujur..., dia menyukai Vida yang seperti ini , yang mau memeluknya..., walau entah karena alasan apa .
Hampir 30 menit perjalanan , Vida terus mengeratkan tangannya .
Tapi Tio merasa ada yang aneh , punggung nya terasa basah .
" Vida..., kau menangis ?? " Ucap nya pelan
Tapi Vida tidak menjawab .
Pelan pelan ..., Tio mencari tempat untuk berhenti sejenak ,
__ADS_1
Vida terkejut karena tiba tiba Tio menghentikan laju motornya , padahal ini belum sampai di tempat kerja .
Vida pun segera melepaskan pelukannya , lalu menghapus air matanya
" Kenapa berhenti ?? " Tanya Vida .
Tio hanya diam menatap Vida , sebenarnya dia tidak ingin bertanya tentang hal yang membuat nya menangis .
" Kau baik baik saja ?? " tanya Tio .
" I...iya..., aku baik baik saja " Ucap Vida sambil menunduk .
" Aku cuma..., sedang malas berangkat kerja " Ucap Vida lagi .
" Katakan ..., kau mau aku bagaimana ?? " Tanya Tio .
" heehhh..., bawa aku ke suatu tempat yang tenang " Pinta Vida
" Baik..., kita jalan sekarang " Jawab Tio
Mereka lalu melanjutkan perjalanan .
Bukan ke tempat kerja , namun Tio membawa ke tempat yang tenang seperti yang dia minta .
Sepanjang perjalanan , Vida hanya diam dan terus memeluk Tio .
Dia tidak peduli dengan apa yang di pikirkan Tio padanya.
Setelah beberapa menit perjalanan , akhirnya mereka sampai ke suatu tempat
Vida tidak menyangka , kalau Tio akan membawanya kesini .
Tempat ini ..., adalah tempat di mana Tio menciumnya .
Setelah memparkir motornya , mereka berjalan melalui jalan setapak , hingga mereka mencapai puncak Bukit Cinta .
Vida dan Tio duduk di tempat yang sama , di atas padang rumput yang sejuk .
" Aku suka tempat ini " Ucap Vida lirih sambil tersenyum .
" Trimakasih kau sudah mengajak ku kesini " Tambahnya .
Vida membuang tatapannya lepas
Dia mengambil nafas panjang dan tiba tiba berteriak .
" Aaaaaaa !!!!!! Aku benci kau !!!! " Teriaknya .
Tio terkejut melihat tingkah Vida , tapi dia hanya diam membiarkan Vida seperti itu .
Mungkin dengan begini , dia menjadi lega
" Hehhh..., hehhh..., huh..., " Desah Vida merasa lega .
__ADS_1
Seperti seakan akan telah melepas sesuatu yang memberatkannya .
" Kau sudah lega ?? " Tanya Tio .
" Hehh..., iya..., sangat lega " Ucap Vida sambil tertawa .
" Kau tadi berteriak , kau membenci seseorang ..., siapa ?? " Tanya Tio
" Kamu tidak perlu tahu..., maaf bukannya aku
Tidak ingin memberitahumu..., tetapi lebih baik memang kalau kau tidak tahu " Jelas Vida
" Huh..., baiklah kalau kau tidak mau bercerita , tidak masalah " Ucap Tio sambil tersenyum .
" Tio...." Panggil Vida .
" Iyaa..." Balas Tio sambil menatap Vida .
" Maaf ya..., tadi aku lancang memelukmu " Ucap Vida sambil menunduk menahan malu .
" Hehh..., tidak apa apa..., aku yang seharusnya berterima kasih padamu " Jawab Tio sambil tertawa .
huh...apa ?? Berterima kasih ?? Untuk apa ?? Apa jangan jangan kau senang kalau aku memelukmu ??
" Sejak kita bertemu , kau begitu jutek padaku ..., selalu menjaga jarak ..., padahal kita kan akan menikah " Ucap Tio mulai usil .
" Heh..., menikah ?? Yang benar saja ..., Bukankah kau menolak perjodohan kita !! " Ketus Vida kesal .
" Aku bercanda ..., jangan marah lagi " bujuk Tio .
" Mau pulang ..., atau masih ingin di sini ?? " Tanya Tio sambil menatap Vida
" Boleh tidak sebentar lagi..., aku masih ingin di sini ..., lagian ini kan masih siang " Rengek Vida sambil menggandeng tangan Tio .
Tio langsung menyetujui keinginan Vida.
Entahlah , Tio merasa bahagia melihat Vida tersenyum .
Walau dulu aku menolak perjodohan kita , tapi entah kenapa ..., akhir akhir ini aku merasa nyaman bersamamu , jujur ..., aku senang kau yang seperti ini ..., aku senang kau merepotkanku ..., aku senang kau mulai membuka diri untuku..., Vida..., aku mulai menyayangimu
Setelah puas menikmati keindahan Bukit Cinta , Vida dan Tio pun pulang .
Vida membonceng Tio dan berpegangan di pinggang Tio .
Tangan Tio pun mulai usil menarik tangan Vida untuk kembali memeluknya .
Huh..., dasar genit ..., sepertinya kau memang senang ya di peluk
Vida pun hanya menurut , dan kembali membenamkan kepalanya di punggung Tio .
Kembali menikmati wangi aroma tubuhnya , yang entah sejak kapan begitu dia sukai .
Bersambung...
__ADS_1
😉😉😉😉