
Sejak pindah ke kelas 12
Vida sudah jarang sekali bertemu dengan Irwan
Tidak seperti dulu lagi , yang tiap hari selalu bersama
Tapi kadang sesekali Irwan menyapa Vida , lewat jendela belakang kelas
Kantin yang terletak persis di belakang kelas Vida , sehingga tampak sangat jelas bagi Vida melihat siapa saja yang ada di kantin
" haii....." tegur Irwan lewat jendela
Vida yang melihat itu hanya tersenyum kecut...dia tau hubungan dia dengan Irwan tidak sehangat dulu
" hai juga...." balas Vida tidak merubah posisi duduk nya
" koq nggak ke kantin ??? " tanya Irwan
" eh iya...nanti...lagi tanggung nich..." jawab Vida sambil menunjukan buku novel yang dia baca
" kamu masih senang baca novel ya... kamu nggak berubah..." ucap Irwan
" kamu juga pasti masih malas mencatat ... " terka Irwan lagi
memang apa yang berubah ?? Seperti ini lah aku...bahkan perasaanku saja tidak berubah sama sekali...meskipun aku sudah berusaha
" tidak lah...kalau aku malas mencatat , memang siapa yang akan membantuku mencatat " jawab Vida sambil tersenyum..
bahkan buku buku yang berisi tulisan tangan mu masih aku simpan
" hei Ir...yuk balik ke kelas..." tegur teman Irwan sambil menarik tangannya
" eh...kau ini kenapa sich....hei Vid...aku balik ke kelas dulu ya...bye..." ucap Irwan sambil berlalu pergi
Yah...seperti inilah kenyataan yang harus di terima oleh Vida
Semua sudah berubah 180 derajat
Dan aku harus bisa membiasakan diri dengan semua ini
Nexs >>>>>>>
Satu hahun kemudian
Hari ini adalah hari kelulusan , semua anak berbondong bondong pergi menuju mading
Untuk melihat pengumuman nama nama anak yang lulus
Vida pun tak ketinggalan menuju mading
Mata nya mulai meraba deretan tulisan di mading mencari namanya ,
" Irwan....heh..kenapa yang terlihat malah nama mu...." gumam Vida tertawa geli
Vida berusaha mencari namanya ditengah desak desakan tubuh teman temannya yang juga ingin mencari nama mereka , untuk memastikan kalau mereka lulus
" Vida...hei kau lulus ...nama mu ada di mading...selamat ya..." pekikan orang di sebelah Vida membuyarkan konsentrasi nya
" Irwan ??? Eh...masak sich...mana ?? Dari tadi aku cari namaku tidak ketemu..." sahut Vida kaget...karena ternyata yang menemukan namanya adalah Irwan
" dasar kau ini...mungkin matamu lelah karena kebanyakan membaca novel...ha..ha..." jawab Irwan mengejek.
__ADS_1
" huh...kau ini..." sahut Vida kesal sambil terus menatap mading mencari kebenaran ucapan Irwan.
" Ini lho beb...." sahut Irwan sambil merangkul Vida , menunjuk barisan namanya
ehh...apa ini...kenapa kau bersikap seperti ini di depan banyak teman
Teman teman yang melihat langsung bersorak
" cieee...cieee...."
Vida yang malu langsung melepaskan rangkulan Irwan
Irwan tak memperdulikan Vida yang malu , dia sama sekali tidak terpengaruh dengan sorakan teman temannya
" aku pikir kau tidak lulus...." ucap Irwan sambil tertawa
" apa ??? Kau mengharapkanku tidak lulus ya...sepertinya kau senang kalau aku tidak lulus " jawab Vida kesal
" bukan begitu...kau kan malas kalau mencatat...kau juga suka mencontek...ha..ha.." Irwan tertawa geli mengenang masa lalu saat Vida di marahi oleh guru
" kau ini memang menyebalkan...." sahut Vida sambil berlalu pergi tak menghiraukan Irwan
dasar...dia meremehkanku...memang sih aku malas mencatat dan berfikir...tapi itu kan dulu...itupun karena dia juga...dia memanjakanku ... mencatatkan semua tugasku...
Vida membereskan peralatan sekolahnya dan langsung beranjak pulang
Karena hari ini hari terakhir dia bersekolah
huh...selamat tinggal sekolahku... selamat tinggal kenanganku...
Vida melangkah keluar kelas menuju gerbang sekolah
" ehhh...itukan Irwan...kenapa dia berdiri di situ ?? Sedang apa dia ?? " gumam Vida karena melihat Irwan berdiri di gerbang sekolah , seperti tengah menunggu seseorang.
aku tau hari ini adalah hari terakhir ku melihatmu... harus nya aku memanfaatkan hari ini sebaik mungkin...tapi...aku takut...aku takut malah akan menjadi bebanku selepas aku meninggalkan sekolah ini
" heiii..." teriak Irwan memanggil seseorang
Vida tak menoleh sedikitpun , karena dia berfikir bukan dia yang di panggil
" Vidaa...." teriak Irwan lagi
" eh..dia memanggilku ?? " gumam Vida ragu
Vida menoleh ke arah Irwan
" kau ini tuli ya...aku memanggilmu dari tadi kau tidak mendengar ??? Aku juga sudah menunggu mu lama di sini...kenapa kau lama sekali ..." cecar Irwan
" kau menunggu ku ?? Memangnya kenapa ??"
Tanya Vida gemetar
" sini ikut dengan ku..." ucap Irwan sambil menarik tangan Vida
" ehhh...kau mau bawa aku kemana sich ??? " suara Vida bergemuruh mengikuti langkahnya
Setelah sampai di warung batagor yang biasa Vida nongkrong saat pulang sekolah , Irwan berhenti
" berikan alamat rumahmu ??? " pinta Irwan
" alamat rumah ??? Untuk apa ??? " tanya Vida bingung
__ADS_1
apa dia meminta alamat rumahku karena suatu saat dia mau mengirimkan surat undangan pernikahannya ??
ihhh....kenapa aku berfikir sejauh itu sih...lantas kalau bukan untuk itu ?? Lalu untuk apa ??
" heiii....kenapa kau bengong..." ketus Irwan sambil menuding pipi Vida
" ehh...nggak koq...aku cuma bingung...untuk apa alamat rumah ku ??? " Vida bertanya lagi
" sudah jangan banyak tanya...ini ...tulis alamat rumahmu di sini..." kata Irwan sambil menyodorkan selembar kertas dan bulpen
Vida menuruti perintah Irwan , walaupun jujur...dia masih bingung untuk apa Irwan meminta alamat rumahnya
Setelag selesai menulis , Vida menyerahkan kertas itu kembali ke Irwan
" ini bukan alamat palsu kan ??? Awas ya kalau kau memberikanku alamat palsu padaku...." ancam Irwan
Vida hanya menghela nafas karena kesal
" setelah lulus kau mau melanjutkan kemana ?"
Tanya Irwan sambil menatap Vida
" hehh...melanjutkan kemana ?? Aku akan kerja lah..." ketus Vida berterus terang
" kau tidak ingin kuliah ??" Tanya Irwan lagi
Vida hanya tersenyum kecut , menikmati getirnya nasib
" kau ini meledeku ya... aku kan anak seorang janda miskin...ibuku hanya bekerja sebagai penjahit...dari mana aku mendapatkan uang untuk kuliah !! " tetar Vida kesal
Irwan merasa bersalah , karena menanyakan itu...seharusnya aku tidak menanyakan ini padanya...lihat...dia jadi berubah sedih...
" tunggu aku ya...." ucap Irwan sambil meraih tangan Vida
tunggu ?? Memangnya mau kemana ??
Vida bingung melihat perkataan Irwan
" aku akan selesaikan kukiahku sesuai permintaan kakaku , setelah itu aku akan kembali menemui mu..."
Ucap Irwan meyakinkan Vida
menemuiku ?? Untuk apa ??
ahh sudahlah...dia pasti bercanda...angan angan nya terlalu besar...
Vida hanya menganggukan kepala sambil tersenyum , supaya laki laki di depannya ini senang.
" ya sudah...sekarang kau pulang ya...hati hati di jalan...ingattt....tunggu aku...." kata Irwan lagi sambil mengusap kepala Vida
Vida hanya tersenyum , hati nya mulai kacau lagi , baper lagi...
Tapi dia segera menepisnya...ya...anggap saja ini sebagai kenangan indah terakhir bersama Irwan
Irwan melangkah meninggalkan Vida...dan Vida juga berjalan pulang
Selama di jalan , Vida tak henti hentinya di buat bingung oleh sikap Irwan
" menunggu ??? Memang dia mau apa ?? Kenapa aku di suruh menunggu ?? "
Bersambung.....
__ADS_1
😉😉😉