Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
Biarkan Tetap Ada


__ADS_3

Setelah mendengar semua tentang Irwan dan keluarganya , Vida mencoba untuk menerima takdir nya...bahwa dia tidak mungkin bisa bersama sama dengan Irwan dengan tanda kutip menjalin hubungan lebih serius lagi.


tak apalah kalau pun hanya sebagai sahabat...yang penting saat ini aku bisa terus bersama sama Irwan...walaupun hanya sebagai S A H A B A T


Vida berjalan menuju kelas nya , matanya menyapu semua sudut kelas..tapi pagi ini tak di lihat sosok yang dia cari


" biasa kalau aku datang , dia sudah ada di bangku ku...kenapa hari ini Irwan tidak ada ya...kemana dia ??? "


Gumam Vida sambil melihat jam tangannya


Vida berjalan menuju bangkunya...disitu sudah ada Dinuk dan Anik


Di bangku baris belakang juga sudah ada topik , Oki dan satu teman lainnya...


Cuma bangku Irwan yang masih terlihat kosong.


Vida mulai gelisah melihat jam sudah menunjukan jam 7 , tetapi Irwan tak kunjung muncul di pintu...


Vida terus melihat ke arah pintu...berharap sosok laki laki yang dia tunggu akan segera datang.


" kenapa dia tidak datang ??? Apa yang terjadi dengannya ??? Apa kata kata nya kemarin itu adalah sebuah tanda kalau dia akan pergi pindah sekolah ??? "


Vida bergumam terus...wajah nya menunjukan begitu panik


Topik yang mengawasinya sedari tadi langsung menegurnya


" Irwan sakit...makanya hari ini dia tidak berangkat..." kata Topik datar


" sakit apa ?? " tanya Vida


" nggak tau..kata ayahnya sih demam.." balas Topik


Bisa sakit juga dia ... kasihan..


Padahal sebentar lagi ulangan akhir semester...bagaimana kalau dia ketinggalan pelajaran ??


Fikiran Vida hari ini benar benar tidak bisa berkonsentrasi


Pikirannya kemana mana mengkait kaitkan keadaan saat ini dengan obrolan Irwan kemarin


Sakitnya Irwan sampai di telinga Yuni


Dia berniat untuk menjenguk Irwan sore nanti bersama teman teman yang lain


Dia pun mengajak Nining bersamanya


Vida yang mendengar nya langsung ikut nimbrung tanpa basa basi


" aku ikut ya Yun..?? " sela Vida


Yuni terlihat tidak suka melihat Vida , tetapi dia berusaha tersenyum saat di depan teman teman yang lain


Yuni tidak mau di anggap sebagai teman yang tidak baik karena memusuhi Vida


" iya..boleh..kita berangkat habis ashar " ucap Yuni datar


Vida terlihat senang sekali , karena nanti sore dia akan bertemu dengan pujaan hati nya...sahabat nya...trimakasih tuhan...


Bel sekolah berbunyi...tanda sekolah selesai


Vida bergegas pulang , tapi di jalan dia bertemu dengan Nining dan Yuni


" hai..." sapa Vida lirih , dia tahu kalau bertemu dengan mereka berdua adalah sebuah masalah


" hai Vid...pulang bareng yukk..." ajak Nining


Sepanjang perjalanan Vida merasa kikuk dan takut...

__ADS_1


Kalau kalau Nining kembali mengintrograsi nya .. apalagi sekarang ada Yuni ...


Tapi ketakutan itu tidak terjadi


" aku ada tugas sastra hal 20 ... di kelas kalian pasti lebih dulu kan ??? Boleh aku pinjam ?? "


Tanya Nining pada ku dan Yuni


Demi mengalihkan pikiran Nining agar tidak membahas Irwan


Vida menawarkan buku sastra nya untuk di pinjamkan ke Nining


" ini pinjam punyaku saja..aku sudah selesai koq..." jawab Vida dengan percaya diri


Nining menerima niat baik Vida dengan senang


Dia mengambil buku yang di sodorkan Vida


Sambil terus berjalan Nining membolak balik buku Vida lembar per lembar


" ihhh...apa ini ??? Siapa yang menulis ini semua...indah banget..." seru Nining berhenti membolak balik lembaran buku Vida


Karena sekarang matanya tertuju pada deretan kamut kamut yang indah


" Love and peace for you...." ucap Nining membaca tulisan di buku Vida


" ciieee.....siapa ini yang menulis Vid ??? " ciee..ciee..." seru Nining mengejek


Yuni yang penasaran juga ikut menoleh ke tulisan yang sedang di baca Nining


" ehh...ini kan tulisannya Irwan..." ketus Yuni sambil melirik Vida


Vida yang tau kalau sekarang dia dalam keadaan tertekan pun langsung menge less


" ehh..mana sih ??? Mana tulisannya ??? " tukas Vida berpura pura kaget..


" masak sih ada tulisan seperti itu di buku ku...siapa coba yang usil menulis kayak gini..."


Nining dan Yuni melirik Vida dengan tatapan curiga


" beneran kamu nggak tau tentang tulisan ini ? "


Tanya Nining belum percaya


" beneran ...serius..." jawab Vida meyakinkan


" kamu ini benar benar ya...pandai sekali nge less..." tuduh Yuni geram


" tidak mungkinlah kamu tidak tahu, jelas jelas tiap hari aku tau sikap mu pada Irwan " tambah Yuni


" kamu ternyata musuh dalam selimut ya vid..." tambah Nining


" kamu tega makan teman sendiri..." tambah nya sambil terus menekan Vida


Vida yang merasa tertekan berusaha membela diri


" aku bener bener nggak tau...sumpah.." jelas Vida


" aku sudah berusaha mencomblangi Irwan dengan Yuni , tapi maaf kalau memang belum ada hasilnya " Bela Vida


" oke...kali ini kita percaya padamu...tapi awas aja kalau aku lihat kamu kembali akrab pada Irwan...kita bukan teman mu lagi.." ancam Nining


huh...sial banget aku hari ini...kenapa aku ceroboh sekali sih...meminjamkan buku itu pada Nining


Waktu yang di nantikan pun tiba


Habis ashar Vida dan teman teman yang lainnya pun akan pergi menjenguk Irwan

__ADS_1


Tapi Vida juga tidak merasa nyaman karena ada Nining dan Yuni .


Kami berjalan beriringan menuju rumah Irwan


Perasaan Vida dag dig dug tak karuan


Entah sebab apa...dia jadi ingat cerita Irwan tentang kakaknya , yang tidak suka melihat Irwan menjalin hubungan dengan wanita yang berbeda keyakinan dengan Irwan.


Dan disini hanya aku yang berbeda keyakinan


oh tuhannn...salah kah dengan perasaan ini ??


Setelah berjalan cukup jauh


Sampailah Vida dan teman teman nya di halaman rumah Irwan


Tiba tiba Nining mendekati Vida


" ingat ya vid...jaga sikap mu..." ketus Nining " beri kesempatan dan ruang untuk Yuni bersama Irwan ... " tambah Nining


Perasaan Vida rasanya sangat bergemuruh , matanya mulai terlihat mendung karena tak tahan menahan sakit di hatinya...


kenapa ??? Kenapa aku harus bertemu dengan Irwan...kenapa Irwan sangat baik padaku ???


Hati Vida benar benar merasa sakit sekali...


andai saat ini Irwan tau...pasti dia akan membelaku


Gumam Vida sambil menahan mendung di matanya


Rumah Irwan tidak terlalu besar , sehingga tidak mungkin untuk kami semua masuk


Yuni dan Nining bergegas masuk


Dan Vida memilih untuk menunggu di luar


[ Entahlah...walaupun aku berjuang untuk tetap bersama nya tetap tidak mungkin akan bersama , karena perbedaan yang ada pada kami ]


Irwan terkejut melihat teman teman nya datang menjenguk nya , tapi tatapannya seperti mencari cari seseorang .


" hai Irwan...bagaimana kesehatanmu sekarang ?? " tanya Yuni sok peduli


" alhamdulillah ... udah mendingan.." jawab Irwan , tapi matanya terus menembus keramaian teman teman nya , mencari sosok yang ingin dia lihat...


" kamu cari Vida ?? " tanya Nining


" tuh...dia nggak mau masuk..dia malah memilih untuk menunggu di luar " ujar Nining mencela Vida


Irwan hanya terdiam , dia tau persis siapa Vida


Pasti dia punya alasan kenapa bersikap seperti ini


Acara menjenguk Irwan pun usai satu persatu kami berpamitan


Vida hanya menganggukan kepala saat tatapan Irwan bertemu dengan matanya


Tak ada suara apapun keluar dari Vida dan Irwan


Vida hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda berpamitan


Hati Irwan menoreh tanda tanya besar... apa yang terjadi dengannya ??


Vida pun sama...tak kuasa menahan gejolak hati nya...sesaat setelah sampai di kamarnya , tangisnya pun pecah tak terbendung...


oh tuhan.. kuatkan aku...


untuk Yuni dan Nining..kumohon...biarkan cinta ini tumbuh dengan apa adanya...jangan kalian memintaku untuk menjauhi nya...biarkan walau hanya sebagai sahabat...

__ADS_1


Bersambung....😉😉😉


Jangan lupa like dan koment nya....


__ADS_2