
Hari ini adalah hari minggu , kali ini Vida ingin menghabiskan waktu nya di rumah saja
" Akhir akhir ini banyak sekali kejadian yang menguras tenaga dan pikiranku , khusus hari ini aku ingin bersantai saja di rumah . Rebahan adalah hal yang paling menyenangkan "
Tiba tiba , Kling .., suara pesan masuk di hp Vida
" Aku menunggu mu di depan "
" Tio !! mau apa lagi sih dia ?? " Ketus Vida
Vida pun keluar kamar dengan bajunsantai nya
celana pendek dan kaos
Terlihat Tio sudah duduk di teras rumah nya sambil bermain gitar
" Kau mau apa datang kesini ?? ini kan hari minggu ..., aku tidak bekerja " Kata Vida sambil duduk di samping Tio
" Karena justru ini hari minggu , kau tidak ingin jalan jalan " Tanya Tio
" Aku malas sekali hari ini , lagi pula tiap hari aku kan sudah jalan jalan " Jawab Vida sambil menyandarkan tubuh nya lemas di kursi
Tio hanya tersenyum mendengar jawaban Vida
" Kau belum jawab pertanyaanku , ada urusan apa kemari ?? " Tanya Vida
" Tidak ada , kenapa memangnya ?? aku cuma pengen liat kamu " Goda Tio sambil tersenyum
Idihh..., mulai dehh...
huh , dia benar benar menyebalkan
selalu membuatku terbang , membuaku baper
" Oww..., tapi aku ngantuk " Jawab Vida pura pura mengantuk.
Dia tidak ingin larut dalam rayuan Tio
Vida tidak ingin tertipu lagi
" Ya sudah , tidur saja di bangku ..., nanti aku nyanyikan lagu nina bobok untuk mu " Jawab Tio
Tuh kan..., gombal lagi...
ihhh...dasar playboy !!!
Vida hanya terdiam duduk lesu di sebuah bangku terasnya
sedangkan Tio terus asyik memainkan gitar nya
__ADS_1
setelah beberapa menit dengan keadaan yang canggung , Tio pun membuka percakapan
" Vid..." Panggil Tio
" ehhmmm...,kenapa ?? " Jawab Vida
" masalah perjodohan kita , aku sudah memutuskannya " Kata Tio
" Baguslah kalau sudah sadar , jangan di paksakan kalau tidak mau !! " Jawab Vida
Aku sudah menduga kau akan menolaknya , sudahlah begini juga lebih baik
" Aku memutuskan untuk menerima perjodohan ini " Kata Tio membuat kaget Vida
" Hahh !!! tadi kau bilang apa ?? menyetujui ?? apa aku tidak salah dengar ?? " Ketus Vida terperanjak dari duduk nya
" Maaflan aku , tapi aku tidak mau menyesal karena terlalu lama berfikir " Kata Tio
Vida masih syok dengan keputusan Tio
dia tidak menyangka , kenapa begitu cepat dia memutuskan untuk menerima perjodohan ini , sedangkan baru kemarin kita melakukan uji coba berpacaran
" Maaf kan aku , sebelumnya memang aku menolak perjodohan ini karena aku merasa kau orang asing. Tapi setelah beberapa hari bersamamu , aku merasa nyaman " Ungkap Tio
" Dan lagi..., setelah aku melihat mu kemarin bersama pria lain di taman , entah kenapa aku merasa cemburu !! aku merasa takut kehilanganmu !! " Tio menjelaskan semua nya tentang perasaannya
" Kau membuntutiku ??!! " Ketus Vida kesal
Vida yang mendengar penjelasan Tio begitu syok , dia tidak menyangka akan seperti ini
jantung Vida berdegup kencang
seluruh tubuhnya gemetar apalagi setelah Tio menggengam tangannya seakan memohon
Vida hanya menunduk tak berkata apapun
dia sendiri pun juga bingung mau menjawab apa
semua ini terjadi begitu cepat , aku harus bagaimana ??
oh Tuhan , aku pun tidak ingin menyakiti perasaannya
" Aku tau kau pria baik , tapi asal kau tahu ..., aku tidak sebaik kau pikir " Ucap Vida memberanikan diri untuk menjawab
" Dalam segi pendidikan , aku anak yang kurang beruntung !! dalam segi paras aku wanita yang buruk rupa !! Aku anak seorang janda miskin !! aku bahkan tidak seiman dengan mu , apa yang membuatmu memutuskan untuk menerima perjodohan ini ??!! hah ??!! " Cecar Vida begitu marah
" Cari lah wanita lain yang lebih baik , aku tidak mau kau menyesal nantinya karena telah memilihku !! hiks.." Vida tak kuasa menahan sesak di dadanya hingga akhirnya dia pun menangis
Tio diam membiarkan Vida meluapkan semua isi hati nya
__ADS_1
Dia ingin sekali memeluk Vida , tapi tak ada keberanian untuk itu
" Aku tidak peduli dengan semua kekuranganmu , asal kau menyetujui saja untuk bersamaku ..., aku pasti akan menjaga dan membimbingmu " Ucap Tio lirih
sebenarnya aku juga mulai menyukai mu Tio , tapi perbedaan kita terlalu banyak
" Aku tidak perduli dengan semua perbedaan kita , sejauh atau seburuk apa pun itu !! aku akan menerimanya " Tio berusaha meyakinkan hati Vida
Vida memberanikan diri untuk menatap.mata Tio , dia ingin tau seberapa jujur ucapannya.
Mulut boleh berbohong , tetapi mata tidak akan berbohong .
Setelah beberapa menit mereka saling bertatap pandang
" Aku melihat kejujuran di mata kamu , aku ingin bertanya lagi padamu ..., apa benar kau akan menerima semua kekurangan dan perbedaan ku ?? " Tanya Vida lirih
" Jujur..., aku masih takut untuk kembali sakit karena mencintai " Tambah Vida
" Aku berjanji demi hidup ku , kalau aku berbohong , aku siap menebusnya demi nyawaku " Tegas Tio meyakinkan Vida
" Tapi sebelum itu , aku mau bertanya sesuatu hal..., karena bagiku ini lah yang paling penting " Kata Tio
" Apa ?? " Jawab Vida
" Mau kah kau menjadi mualaf? ikut keyakinan bersamaku ? karena bagiku dari semua perbedaan mu , ini lah yang paling utama yang ingin aku pastikan darimu " Tanya Tio
" Tapi sekali lagi aku bilang , aku tidak memaksamu ..., kalau kau tidak mau juga tidak apa apa " Kata Tio lagi
Vida menghela nafas yang panjang , dia tau kalau saat nya sudah tiba
" Ibu pernah berkata padaku , kalau semua keyakinan itu baik . Selama itu untuk kebaikan , aku bersedia ..., asal kau yang membimbingku " Kata Vida
Tio benar benar bahagia mendengar jawaban Vida
sekarang dia merasa lega , karena setidaknya jawaban Vida sudah mewakili sebuah ikatan yang serius
Tio mengeluarkan sebuah cincin dari saku nya
" Maaf , ini aku membelinya di alun alun waktu itu ..., ini memang bukan cincin emas , tapi aku ingin menandai mu dengan ini ..., suapaya tidak ada yang mengambilnya dari ku " Kata Tio sambil tersenyum
Vida yang melihat tingkah Tio seperti itu menjadi tertawa geli
dia bahkan tidak menyangka kalau Tio akan bersikap seperti itu
Oh Tuhan...,sejak kapan dia mempersiapkannya ?? aku bahkan tidak pernah berani berfikir kalau kau akan menerimaku
Vida merasa bahagia sekali
kali ini dia merasa dirinya berharga
__ADS_1
setelah sekian lama dia merasa terpuruk karena telah terbuang