Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
ungkapan cinta


__ADS_3

Vida langsung menuju kamarnya , tubuhnya kini serasa tidak ada tenaga , begitu lemas tidak ada tenaga


" oh Tuhan , buat aku menjadi amnesia !! aku tidak mau seperti ini terus !! ini sungguh menyakitkan !! hiks "


Vida terbaring di ranjangnya , pertemuan nya kembali dengan Irwan malah membuatnya semakin terguncang


kenapa hatiku masih sesakit ini ?? malah lebih sakit dari pada yang dulu ...


Air mata nya pecah tak terbendung


wajah dan semua tentang Irwan kembali hadir di pikirannya


Aku membencimu Irwann !!!!


harus nya aku tak mengenalmu...


Melihat tingkah laku anaknya yang mengunci pintu kamarnya , Ibu Vida tau kalau saat ini suasana hati anaknya sedang tidak baik


tapi sesekali Ibu mengetuk pintu kamar Vida untuk memastikan kalau anak nya baik baik saja


" Nak..., kalau kau sudah enak kan , segera keluar dan makan ya...ibu sudah menyiapkan makanan untukmu "


Vida bahkan tidak menjawab ucapan Ibunya


kenapa air mata ini tidak mau berhenti !!


kenapa aku bodoh sekali sih...


dia kan sudah menikah dan meninggalkan aku , kenapa aku masih saja menangisinya ?? hiks..


Vida menangis lama sekali , sampai dia pun tertidur


semoga setelah bangun nanti , aku akan menjadi amnesia...Oh Tuhan tolong kabulkan permintaanku...


Ke esokan hari nya


Tok...tok...


" Nak.., bangun sudah pagi , nanti kau telat "


ucap Ibu sambil mengetuk pintu kamar Vida


" Iya bu , aku segera keluar !! " Jawab Vida


Vida tengah bersiap untuk bekerja


aku amnesia..., aku amnesia...,

__ADS_1


Vida berusaha menghipnotis pikirannya sendiri


berharap dia benar benar lupa pada Irwan


tidak hanya lupa pada wajah dan diri Irwan , tapi juga lupa pada perasaannya


Tak berapa lama , Tio datang untuk menjemputnya


Vida mencoba memasang senyumnya pada Tio


Mulai hari ini , aku harus bisa terbiasa dengan nya


" Kau sudah siap ?? " Tanya Tio


" Sudah.., ayo berangkat " Ucap Vida semangat


Tapi Tio tau , kalau senyum Vida ini berbohong


kau tidak bisa berbohong , matamu lebih bisa berkata jujur dari pada senyumu


Tio lalu menyerahkan helm untuk di pakai Vida , lalu mereka pun berangkat


Sepanjang perjalanan , entah apa yang Vida fikirkan


Tapi tangannya terus memeluk Tio


apapun yang terjadi padamu saat ini , aku tidak peduli


yang pasti aku senang kau yang seperti ini


" Tio ..." panggil Vida pelan


" Hemm..." jawab Tio


" Tentang perjodohan kita , apa kau masih tidak setuju ?? " Tanya Vida sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Tio


heh.., apa yang dia katakan ?? kenapa tiba tiba membahas soal itu ??


" Memang kenapa ?? kau mau di jodohkan dengan ku ?? " Balas Tio sambil tertawa


" Setelah ku pikir pikir , tidak ada salahnya kan kita mencoba nya " Jawab Vida sambil terus memeluk Tio


Motor yang mereka kendarai terus melaju pelan


Tio berharap akan lama untuk sampai ke tempat kerja Vida


Supaya dia bisa terus merasakan hangat nya pelukan Vida

__ADS_1


" Kau ini aneh , menikah koq coba coba !! memang nya pernikahan itu sebuah permainan ?? " Ucap Tio sambil terus melajukan motor nya


" Bukan menikah !! tetapi kita coba dulu untuk menjalin sebuah hubungan " Jawab Vida malu malu


Tio sengaja menepi dan menghentikan motor nya


" Ehh.., kenapa berhenti di sini ?? memang sudah sampai ?? " Pekik Vida dan melepaskan tangannya yang sejak tadi melingkar di pinggang Tio


Tio melepas helmnya , lalu turun dari motornya


" Jadi sekarang kau ingin mengajak ku ber pacaran ?? heh ?? " Goda Tio sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Vida


" Ihh..., ada apa kau ini ?? kenapa kau menatapku seperti itu !!! " Pekik Vida sambil mendorong dada Tio


" Oke , kalau kau mau seperti itu ..., aku akan menerimamu " Jawab Tio sambil terus cengengesan


Huh...dasar!! aku salah bicara !! kenapa sekarang aku yang terkesan agresif !!!


aduhh..., malu banget !!!!


" Ah sudahlah , ayo jalan lagi !! aku akan terlambat kalau kau tidak segera mengantarku " Ucap Vida mengalihkan pembicaraan


Tio selalu tanggap dengan sikap Vida


mereka pun lalu melanjutkan perjalanan


Tapi kali ini , Vida menahan hati nya untuk tidak lagi memeluk Tio


Dia kini tengah malu sekali


" Kenapa tidak berpegangan lagi ?? " Goda Tio sambil menarik tangan Vida untuk melingkar ke pinggangnya


huh..., dasar !! sebenarnya kau suka kan kalau aku peluk


Tak selang beberapa menit , mereka pun sampai di tempat kerja Vida


Vida langsung turun dan melepaskan helm nya


" Trimakasih ya..." Ucap Vida sambil tersenyum menyerahkan helm nya pada Tio


Tio hanya tersenyum melihat Vida


aku tidak tau apa yang menyebabkan sikap mu berubah begitu padaku , tapi apa pun itu aku tidak peduli , setidaknya sekarang kau bersama ku


Vida mencoba menjalani hari nya dengan sebahagia mungkin


Ini memang tidak mudah , tapi aku yakin pasti bisa..., pura pura bahagia itu sulit !!!

__ADS_1


aku amnesia !! aku amnesia !!!!


__ADS_2