Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
JADI MAKCOMBLANG PART 3


__ADS_3

Hari ini Vida begitu bersemangat melangkahkan kaki nya menuju sekolah


Sambil berjalan Vida tersenyum senyum sendiri , kembali mengenang tulisa puisi puisi yang di tulis oleh Irwan di buku nya...


" dasar cowok aneh..." gumamnya sambil senyum senyum


" hayo senyum senyum sendiri...kenapa hayooo....jatuh cinta ya ??? Sama siapa ??? " tetar Nining tiba tiba mengkagetkan Vida


" ihhh....sejak kapan kamu datang ??? Tiba tiba di belakangku..." kata Vida nyengir mengalihkan pembicaraan


" heemmmm...mulai pintar mengalihkan pembicaraan ternyata..." kata Nining sambil mencibir kecut


" ihh...nggak koq " kata Vida pelan


[ kalau Nining tau tentang apa yang terjadi kemarin , bisa gawat...]


" o iya...bagaimana hasil kamu mak comblangin Yuni ? Apa sudah ada kemajuan ? " tanya Nining sambil berusaha menyamai langkah Vida.


" eh nggak tau Ning...padahal aku sudah berusaha banget lho...tapi Irwan tetep aja cuek..malah dia selalu ngerjain aku setiap aku bahas Yuni " cecar Vida membela diri


" o ya...." kata Nining sambil melirik tak percaya


" kenapa ??? Kau tidak percaya padaku ?? "


Sahut Vida


" aku hanya memastikan aja koq..kau kan temanku , aku percaya kalau kau tak akan menjadi pagar makan tanaman " singgung Nining


[ huh...sudah ku duga kan dari awal kalau ini akan rumit...oh Nining sahabat ku kenapa sih aku yang kau minta untuk jadi mak comblang antar Yuni dan Irwan...kenapa nggak yang lain saja , bagaimana kalau aku yang nantinya akan jatuh hati padanya ....]


Gumam Vida sambil gemas menutup wajahnya


Mengobrol sambil berjalan ternyata memang bisa membuat perjalanan menjadi lebih cepat.


Tak terasa langkah kaki kami sudah masuk di gerbang sekolah , sampai lorong sekolah Vida dan Nining harus berpisah karena ruang kami yang berbeda


Vida meneruskan langkah nya menyusuri lorong sekolah

__ADS_1


Menuju ruang kelasnya yang terletak di pojok sisi sekolah


" ih...kenapa dia duduk di bangkunya Dinuk ?? "


Gumam Vida bertanya dengan dirinya sendiri


" Dan Dinuk pindah ke bangkunya Irwan ?? Apa sih yang terjadi..? "


" Din..kamu koq duduk di situ ?? " tanya Vida pada Dinuk yang tengah asik duduk bersebelahan dengan Topik , ya...Topik adalah cowok idola nya Dinuk...lihat...dia kelihatan seneng banget duduk di situ.


" eh Vida...Irwan memintaku untuk bertukar tempat duduk..katanya cuma sehari aja koq...nggak pa pa ya..." ucap Dinuk blak blak an sambil memohon...


Sesaat Vida melirik Irwan , Vida curiga kalau mereka berdua memang bersekongkol..


[ huh...dasar...memang kalian fikir aku tidak tau kalau kalian bekerja sama...]


Gumam Vida kesal


Vida menarik bangku nya supaya ada jarak dengan bangku yang di duduki Irwan


" kreekk...." Irwan menarik kursinya mendekati Vida


" ihh...kamu ini kenapa ... kalau begini bagaimana aku bisa bergerak " protes Vida sambil sedikit menahan kursi Irwan supaya tidak terlalu dekat.


" mamang nya kenapa sih...aku kan nggak ngapa ngapain..."


" tenang saja ... aku nggak akan kurang ajar padamu...aku bukan cowok yang seperti itu..jadi kamu nggak usah khawatir " ucap Irwan sambil tersenyum manis..


[ huh...mulai deh tebar pesona ]


Suara riuh antara Vida dan Irwan ternyata mengundang perhatian Yuni


Dia menoleh ke belakang sambil tersenyum kecut


Vida yang menyadari itu langsung gusar dan menerka nerka


[ aduh...Yuni pasti salah paham ]

__ADS_1


Di tengah aktifitas nya mengerjakan tugas


Sesekali Vida dan Irwan terlibat obrolan pendek


Vida mulai menerka nerka kalau sebenarnya Irwan mendekati dirinya hanya untuk memanas manasi Yuni , membuat Yuni cemburu.


" hei..." bisik Vida pada Irwan sambil mendekatkan wajah nya " kau belum menjawab pertanyaanku kemarin...kenapa kau menolak Yuni ?? "


Irwan berhenti sejenak karena kaget Vida akan menanyakan hal itu lagi , tapi sesaat Irwan tak menjawab dan melanjutkan menulis.


" heiii..." Vida kembali menyenggol tangan Irwan dengan tangannya...berharap Irwan terganggu dan akhirnya akan menjawab pertanyaannya.


" apa pentingnya jawaban itu untuk mu heh..." jawab Irwan sinis sambil mendekatkan wajahnya seraya berbisik...


[ ternyata kau belum menyerah ya Vida... untuk mendekatkan aku dengan Yuni ]


Vida balik menjauhkan diri nya dari Irwan saat sadar wajah mereka terlalu dekat.


Vida sadar resiko apa yang akan ia dapat saat dia nekat mencomblangi Irwan dan Yuni.


Resiko terbesar yang pasti dia akan tanggung


Tentang hati nya...dia takut kalau kebersamaannya bersama Irwan akan membuat nya jatuh cinta pada Irwan.


Tapi kalau dia menolak , pasti akan terjadi salah paham antara dia , Yuni dan Nining.


[ huh...permainan ini semakin membuatku tersiksa... ]


Vida yang pantang menyerah untuk mencomblangi Irwan dan Yuni


Memanfaatkan kedekatannya sekarang dengan Irwan


Dan Irwan tau itu...tapi Irwan sama sekali tidak menjauhi Vida


Karena mungkin dia merasa nyaman saat bersama Vida.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2