
Malam ini Vida tidak bisa tidur , dia masih memikirkan sikap Tio padanya .
" Ya Tuhan..., bagaimana bisa ini terjadi !! "
Gumam Vida sambil meraba bibir nya tak percaya
" Dia menciumku..., ini ciuman pertamaku ..."
Hati nya bergejolak tak karuan , antara percaya dan tidak percaya , semua bagai mimpi .
Sementara itu di rumah Tio , dia juga tengah termenung di teras .
" Menyesali ??? Mungkin...,Tapi kenapa aku suka "
Tio hanya tersenyum sendiri membayangkan kembali ,
" sikap ku tadi pada nya apa sudah keterlaluan ya ??? "
Tio tengah menduga duga sendiri
Pikirannya sedang kacau , sama seperti Vida .
Bagaimana kalau dia membenciku ?? Astaugfirullah..., kenapa pikiranku jadi kacau begini...
Besok aku harus minta maaf pada nya
Pagi pagi sekali Tio sudah bersiap siap untuk kerumah Vida .
" Hari ini aku akan minta maaf pada nya "
Tak berapa lama , Tio telah sampai di rumah Vida .
Dia sengaja tidak mengucap salam atau pun mengetuk pintu .
Tio ingin diam diam menunggu Vida di teras .
" Kalau dia tau aku datang , pasti dia akan mengusirku , lebih baik aku tunggu di luar saja sampai dia keluar "
Setelah hampir 15 menit Tio menunggu , akhirnya sosok yang di tunggu nya muncul di pintu .
" Kau..., kenapa kau di sini ?? " Ucap Vida kaget .
Vida tertunduk sangat malu , melihat Tio dia menjadi ingat kembali hal yang telah terjadi semalam di Bukit Cinta .
" Kau tidak perlu repot repot mengantarku , aku bisa pergi sendiri " ucap Vida sambil berlalu pergi .
" Vida..., dengarkan aku dulu..., aku minta maaf padamu atas kejadian semalam " ucap Tio sambil berjalan mengejar Vida
Tapi Vida tidak menghentikan langkahnya , dia tetap melanjutkan langkahnya .
" Oke ..., baik kalau ini mau mu !! Aku juga akan berjalan kaki mengantar mu " Tegas Tio
Tio menyamakan langkahnya di samping Vida ,
Dia berniat tidak akan berhenti berusaha sampai Vida memaafkannya .
Vida yang merasa risih karena terus di ikuti oleh Tio , akhirnya menghentikan langkahnya .
" Kau pulanglah..., hari ini aku nggak ingin melihat mu dulu , kejadian semalam masih membuat ku trauma " ketus Vida sambil menunduk
" Hari ini aku datang untuk meminta maaf padamu , maafkan aku "
Ucap Tio lirih
" Aku sudah memaafkan mu , tapi untuk menyesuaikan kembali ..., aku belum bisa , jadi tolong untuk beberapa hari kedepan ..., ijinkan aku sendiri dulu " Pinta Vida
Tio mengerti apa yang di rasakan Vida .
Dia juga tau , kalau kelakuannya semalam sangat keterlaluan .
Tapi semua itu dia lakukan karena reflek , tidak sengaja .
Bodoh nya aku !! Seharus nya aku tidak melakukan itu
Tio benar benar menyesal atas sikap nya pada Vida .
Sekarang dia memang harus mengalah dulu , untuk tidak menggangu Vida .
Tapi perasaannya tidak dapat berbohong , baru setengah hari tidak bertemu dengan Vida , rasa rasa ada yang kurang .
Akhirnya Tio memutuskan untuk diam diam melihat Vida ,
Sebenarnya apa yang terjadi denganku ?? Kenapa baru sehari saja tidak bertemu rasa nya seperti rindu , apa mungkin aku mulai menyukai nya
__ADS_1
Ahhh..., terserah lah..., masa bodo apa yang akan terjadi nanti nya , aku tidak bisa seperti ini terus..., menjadi pengecut menghindari perasaanku sendiri
Hati dan pikiran Tio benar benar di buat kacau , dia sendiri sebenarnya masih ragu dengan perasaanya , apakah ini cinta atau hanya karena dia sudah terbiasa dengan keberadaan Vida .
Tio sendiri sadar , dia masih menyimpan rasa cinta pada seorang gadis .
Bahkan sampai saat ini , Tio belum bisa melupakan gadis itu , walaupun sudah jelas jelas hubungannya dengan gadis itu telah mendapat tentangan dari sepihak .
Tio tengah duduk di kantin dekat tempat kerja Vida .
Entah kenapa dia berada di sini .
Saat ini aku seperti orang bodoh , menunggu di sini tanpa kejelasan , tapi aku tidak peduli..., saat ini hanya ini lah yang ingin aku lakukan !! Hanya dia lah yang ingin aku temui
Tak berapa lama , terlihat para karyawan keluar dari pintu gerbang , nampak sosok gadis yang sedari tadi dia tunggu .
Tio begitu lega dan senang melihat Vida .
" Vida...." panggi Tio
" huhhh..., kau kenapa kesini lagi ?? Bukankah tadi pagi kau sudah setuju untuk membiarkan aku sendiri dulu ?? Kau ingkar janji !! " ketus Vida kesal
Anak ini benar benar batu...
Tio hanya diam mendengar amarah Vida , seperti anak kecil yang sedang di marahi ibunya , Tio hanya menunduk diam .
Melihat respon Tio seperti itu , Vida menjadi tidak tega .
" heehh..., ayo kita pulang " ucap Vida
Tio yang mendengar itu sangat senang .
Karena dengan diamnya , bisa membuat luluh hati Vida .
Kadang memang hanya perlu diam ketika menghadapi amarah nya
" Iyaa..., ayo kita pulang ..." jawab Tio senang sambil menyerahkan helm kepada Vida .
Mereka pergi berboncengan
Vida memegang pinggang Tio untuk berpegangan , tapi kali ini Tio tidak berani merespon terlalu jauh .
Dengan sikap nya seperti ini , sudah cukup bagiku
Vida turun dan melepaskan helm nya .
" Ini..." ucap Vida sambil menyerahkan helm nya .
" Maaf , karena sudah membuatmu menunggu seharian di kantin " lanjut Vida
" Iya..., tidak apa apa..." jawab Tio senang .
Malam ini Tio pulang dengan hati yang senang , entah karena apa ?? Dia juga tidak tahu .
Di sisi lain , Vida juga merasa terhibur dengan respon Tio yang hanya diam dan menunduk saat dia sedang marah tadi .
" Dia tampak lucu jika seperti itu " gumam Vida sambil tersenyum
Vida membaringkan tubuh nya ke ranjang , hari ini dia merasa sangat lelah .
Rasa lelah nya seperti telah melepaskan separo dari tenaganya .
Dia menatap langit langit kamar nya .
Tidak tau kenapa , tiba tiba nama Irwan muncul di pikirannya .
Dia begitu saja tidak mau di ketahui keberadaannya tanpa alasan yang jelas , bahkan nomor hp nya pun di rahasiakannya , pasti ada sesuatu yang dia tengah sembunyikan
Vida ingin sekali mencari tau
Tapi dari mana ??
Semua teman nya dulu sudah dia hubungi , tapi tidak ada yang tau .
Apa iya aku harus bertanya pada Nining ?? Tapi..., nggak ahh...percuma ...
Di tengah tengah kebingunggannya , tiba tiba handphone nya berbunyi
" iya hallo ..." sapa Vida
" Hai Vid..., apa kabar ?? " Pekik orang di seberang sana .
" Ehh..., iya ..., kabar baik , ini siapa ya ? " tanya Vida
__ADS_1
" Aku Fitry..., masa kamu lupa ?? Aku teman sekolah kamu yang dulu " cecar Fitry gemas
Vida diam sejenak , mencoba mengingat nya
Maklum lah..., belakangan ini hanya nama Irwan yang selalu melintas di otaknya .
Hampir seperti tidak ada masa kadaluarsanya .
" Hallooo..., Vidd..., kau benar benar tidak ingat ?? " Ucap Fitry kesal .
" Eh iya..., aku ingat , Fitry yang cabi kan ? Yang pemperani dan galak " Ucap Vida sambil tertawa .
" Dasar kau ini ..., yang kau ingat hanya sisi perilaku ku saja ya ..., bukan orang nya " Protes Fitry .
" Ha....ha....ha....tidak..., bukan seperti itu , aku cuma bercanda " Jawab Vida
" Setelah sekian lama , kenapa baru kali ini kau menelfonku ?? Pasti ada sesuatu kan ?? " Terka Vida
" Memangnya tidak boleh menelfon mantan teman ?? " Ejek Fitry
Mereka pun terlibat obrolan panjang .
Bagi Vida tidak ada salah nya kalau dia menanyakan tentang Irwan pada fitry .
Setahuku , Fitry dulu tinggal satu kampung dengan Irwan kan ..., tidak ada salahnya kalau aku menanyakannnya , barangkali saja dia tau sesuatu
Gumam Vida dalam hati
" Fit..., ngomong ngomong kau pernah tidak dengar kabar dari Irwan ? " Tanya Vida hati hati.
" Irwan ?? Kenapa tiba tiba kau bertanya tetang Irwan ?? " Selidik Fitry .
" Tidak apa apa ..., aku cuma ingin tau kabarnya saja " Jawab Vida berbohong
" Apa jangan jangan kau di suruh Nining untuk menanyakan ini ?? " Selidik Fitry lagi
" Nining ?? Apa hubungannya dengan Nining ? " Jawab Vida heran
" Kau tidak tau ?? Nining itu kan mantan nya Irwan !! " Jawab Fitry
" Hah ??? Mantan ??? " Tanya Vida kaget
" Iya mantan..., kau tidak tau ??? " Jawab Fitry.
" Kau ketinggalan berita !! " Ucap Fitry lagi .
Bagai di sambar petir di siang hari .
Tangan Vida gemetar , dan hatinya bergemuruh , seperti ada serangan yang mendadak .
" Sejak kapan mereka pacaran ?? " Tanya Vida lagi .
" Setahuku sejak mereka berada di satu fakultas " Jelas Fitry
Benar kan dugaanku selama ini , dia benar benar menyembunyikannya dari ku
Vida sungguh geram mendengar kenyataan itu.
Selama ini dia menyisihkan hatinya untuk menunggu Irwan seperti yang sudah dia katakan , tapi apa balasannya ??
Mereka sungguh licik
Vida tidak bisa lagi membendung air mata nya .
Dia benar benar syok mendengar kenyataan ini .
" Vida..., kau tidak apa apa ?? Hallo ..., " Panggil Fitry .
" Ehmm..., aku tidak apa apa ..., besok kita sambung lagi ya..., aku sedang ada urusan " Ucap Vida berbohong dan langsung menutul telfonnya
Vida menangis sejadi jadi nya .
Dia marah dan kecewa karena merasa telah di khianati oleh dua orang yang dia cintai .
Satu sahabatnya dan satu kekasihnya .
Ingin sekali pergi mencari Nining dan memakinya , tapi dia urungkan demi nama baik ibunya .
Saat ini yang bisa Vida lakukan adalah menangis .
Irwan !!! Kenapa kau tega sekali padaku ...
Bersambung
__ADS_1
😉😉😉