Sahabat Rasa Pacar

Sahabat Rasa Pacar
Rahasia Nining


__ADS_3

Malam ini Vida tidak bisa tidur , dia masih memikirkan sikap Tio padanya .


" Ya Tuhan..., bagaimana bisa ini terjadi !! "


Gumam Vida sambil meraba bibir nya tak percaya


" Dia menciumku..., ini ciuman pertamaku ..."


Hati nya bergejolak tak karuan , antara percaya dan tidak percaya , semua bagai mimpi .


Sementara itu di rumah Tio , dia juga tengah termenung di teras .


" Menyesali ??? Mungkin...,Tapi kenapa aku suka "


Tio hanya tersenyum sendiri membayangkan kembali ,


" sikap ku tadi pada nya apa sudah keterlaluan ya ??? "


Tio tengah menduga duga sendiri


Pikirannya sedang kacau , sama seperti Vida .


Bagaimana kalau dia membenciku ?? Astaugfirullah..., kenapa pikiranku jadi kacau begini...


Besok aku harus minta maaf pada nya


Pagi pagi sekali Tio sudah bersiap siap untuk kerumah Vida .


" Hari ini aku akan minta maaf pada nya "


Tak berapa lama , Tio telah sampai di rumah Vida .


Dia sengaja tidak mengucap salam atau pun mengetuk pintu .


Tio ingin diam diam menunggu Vida di teras .


" Kalau dia tau aku datang , pasti dia akan mengusirku , lebih baik aku tunggu di luar saja sampai dia keluar "


Setelah hampir 15 menit Tio menunggu , akhirnya sosok yang di tunggu nya muncul di pintu .


" Kau..., kenapa kau di sini ?? " Ucap Vida kaget .


Vida tertunduk sangat malu , melihat Tio dia menjadi ingat kembali hal yang telah terjadi semalam di Bukit Cinta .


" Kau tidak perlu repot repot mengantarku , aku bisa pergi sendiri " ucap Vida sambil berlalu pergi .


" Vida..., dengarkan aku dulu..., aku minta maaf padamu atas kejadian semalam " ucap Tio sambil berjalan mengejar Vida


Tapi Vida tidak menghentikan langkahnya , dia tetap melanjutkan langkahnya .


" Oke ..., baik kalau ini mau mu !! Aku juga akan berjalan kaki mengantar mu " Tegas Tio


Tio menyamakan langkahnya di samping Vida ,


Dia berniat tidak akan berhenti berusaha sampai Vida memaafkannya .


Vida yang merasa risih karena terus di ikuti oleh Tio , akhirnya menghentikan langkahnya .


" Kau pulanglah..., hari ini aku nggak ingin melihat mu dulu , kejadian semalam masih membuat ku trauma " ketus Vida sambil menunduk


" Hari ini aku datang untuk meminta maaf padamu , maafkan aku "


Ucap Tio lirih


" Aku sudah memaafkan mu , tapi untuk menyesuaikan kembali ..., aku belum bisa , jadi tolong untuk beberapa hari kedepan ..., ijinkan aku sendiri dulu " Pinta Vida


Tio mengerti apa yang di rasakan Vida .


Dia juga tau , kalau kelakuannya semalam sangat keterlaluan .


Tapi semua itu dia lakukan karena reflek , tidak sengaja .


Bodoh nya aku !! Seharus nya aku tidak melakukan itu


Tio benar benar menyesal atas sikap nya pada Vida .


Sekarang dia memang harus mengalah dulu , untuk tidak menggangu Vida .


Tapi perasaannya tidak dapat berbohong , baru setengah hari tidak bertemu dengan Vida , rasa rasa ada yang kurang .


Akhirnya Tio memutuskan untuk diam diam melihat Vida ,


Sebenarnya apa yang terjadi denganku ?? Kenapa baru sehari saja tidak bertemu rasa nya seperti rindu , apa mungkin aku mulai menyukai nya

__ADS_1


Ahhh..., terserah lah..., masa bodo apa yang akan terjadi nanti nya , aku tidak bisa seperti ini terus..., menjadi pengecut menghindari perasaanku sendiri


Hati dan pikiran Tio benar benar di buat kacau , dia sendiri sebenarnya masih ragu dengan perasaanya , apakah ini cinta atau hanya karena dia sudah terbiasa dengan keberadaan Vida .


Tio sendiri sadar , dia masih menyimpan rasa cinta pada seorang gadis .


Bahkan sampai saat ini , Tio belum bisa melupakan gadis itu , walaupun sudah jelas jelas hubungannya dengan gadis itu telah mendapat tentangan dari sepihak .


Tio tengah duduk di kantin dekat tempat kerja Vida .


Entah kenapa dia berada di sini .


Saat ini aku seperti orang bodoh , menunggu di sini tanpa kejelasan , tapi aku tidak peduli..., saat ini hanya ini lah yang ingin aku lakukan !! Hanya dia lah yang ingin aku temui


Tak berapa lama , terlihat para karyawan keluar dari pintu gerbang , nampak sosok gadis yang sedari tadi dia tunggu .


Tio begitu lega dan senang melihat Vida .


" Vida...." panggi Tio


" huhhh..., kau kenapa kesini lagi ?? Bukankah tadi pagi kau sudah setuju untuk membiarkan aku sendiri dulu ?? Kau ingkar janji !! " ketus Vida kesal


Anak ini benar benar batu...


Tio hanya diam mendengar amarah Vida , seperti anak kecil yang sedang di marahi ibunya , Tio hanya menunduk diam .


Melihat respon Tio seperti itu , Vida menjadi tidak tega .


" heehh..., ayo kita pulang " ucap Vida


Tio yang mendengar itu sangat senang .


Karena dengan diamnya , bisa membuat luluh hati Vida .


Kadang memang hanya perlu diam ketika menghadapi amarah nya


" Iyaa..., ayo kita pulang ..." jawab Tio senang sambil menyerahkan helm kepada Vida .


Mereka pergi berboncengan


Vida memegang pinggang Tio untuk berpegangan , tapi kali ini Tio tidak berani merespon terlalu jauh .


Dengan sikap nya seperti ini , sudah cukup bagiku


Vida turun dan melepaskan helm nya .


" Ini..." ucap Vida sambil menyerahkan helm nya .


" Maaf , karena sudah membuatmu menunggu seharian di kantin " lanjut Vida


" Iya..., tidak apa apa..." jawab Tio senang .


Malam ini Tio pulang dengan hati yang senang , entah karena apa ?? Dia juga tidak tahu .


Di sisi lain , Vida juga merasa terhibur dengan respon Tio yang hanya diam dan menunduk saat dia sedang marah tadi .


" Dia tampak lucu jika seperti itu " gumam Vida sambil tersenyum


Vida membaringkan tubuh nya ke ranjang , hari ini dia merasa sangat lelah .


Rasa lelah nya seperti telah melepaskan separo dari tenaganya .


Dia menatap langit langit kamar nya .


Tidak tau kenapa , tiba tiba nama Irwan muncul di pikirannya .


Dia begitu saja tidak mau di ketahui keberadaannya tanpa alasan yang jelas , bahkan nomor hp nya pun di rahasiakannya , pasti ada sesuatu yang dia tengah sembunyikan


Vida ingin sekali mencari tau


Tapi dari mana ??


Semua teman nya dulu sudah dia hubungi , tapi tidak ada yang tau .


Apa iya aku harus bertanya pada Nining ?? Tapi..., nggak ahh...percuma ...


Di tengah tengah kebingunggannya , tiba tiba handphone nya berbunyi


" iya hallo ..." sapa Vida


" Hai Vid..., apa kabar ?? " Pekik orang di seberang sana .


" Ehh..., iya ..., kabar baik , ini siapa ya ? " tanya Vida

__ADS_1


" Aku Fitry..., masa kamu lupa ?? Aku teman sekolah kamu yang dulu " cecar Fitry gemas


Vida diam sejenak , mencoba mengingat nya


Maklum lah..., belakangan ini hanya nama Irwan yang selalu melintas di otaknya .


Hampir seperti tidak ada masa kadaluarsanya .


" Hallooo..., Vidd..., kau benar benar tidak ingat ?? " Ucap Fitry kesal .


" Eh iya..., aku ingat , Fitry yang cabi kan ? Yang pemperani dan galak " Ucap Vida sambil tertawa .


" Dasar kau ini ..., yang kau ingat hanya sisi perilaku ku saja ya ..., bukan orang nya " Protes Fitry .


" Ha....ha....ha....tidak..., bukan seperti itu , aku cuma bercanda " Jawab Vida


" Setelah sekian lama , kenapa baru kali ini kau menelfonku ?? Pasti ada sesuatu kan ?? " Terka Vida


" Memangnya tidak boleh menelfon mantan teman ?? " Ejek Fitry


Mereka pun terlibat obrolan panjang .


Bagi Vida tidak ada salah nya kalau dia menanyakan tentang Irwan pada fitry .


Setahuku , Fitry dulu tinggal satu kampung dengan Irwan kan ..., tidak ada salahnya kalau aku menanyakannnya , barangkali saja dia tau sesuatu


Gumam Vida dalam hati


" Fit..., ngomong ngomong kau pernah tidak dengar kabar dari Irwan ? " Tanya Vida hati hati.


" Irwan ?? Kenapa tiba tiba kau bertanya tetang Irwan ?? " Selidik Fitry .


" Tidak apa apa ..., aku cuma ingin tau kabarnya saja " Jawab Vida berbohong


" Apa jangan jangan kau di suruh Nining untuk menanyakan ini ?? " Selidik Fitry lagi


" Nining ?? Apa hubungannya dengan Nining ? " Jawab Vida heran


" Kau tidak tau ?? Nining itu kan mantan nya Irwan !! " Jawab Fitry


" Hah ??? Mantan ??? " Tanya Vida kaget


" Iya mantan..., kau tidak tau ??? " Jawab Fitry.


" Kau ketinggalan berita !! " Ucap Fitry lagi .


Bagai di sambar petir di siang hari .


Tangan Vida gemetar , dan hatinya bergemuruh , seperti ada serangan yang mendadak .


" Sejak kapan mereka pacaran ?? " Tanya Vida lagi .


" Setahuku sejak mereka berada di satu fakultas " Jelas Fitry


Benar kan dugaanku selama ini , dia benar benar menyembunyikannya dari ku


Vida sungguh geram mendengar kenyataan itu.


Selama ini dia menyisihkan hatinya untuk menunggu Irwan seperti yang sudah dia katakan , tapi apa balasannya ??


Mereka sungguh licik


Vida tidak bisa lagi membendung air mata nya .


Dia benar benar syok mendengar kenyataan ini .


" Vida..., kau tidak apa apa ?? Hallo ..., " Panggil Fitry .


" Ehmm..., aku tidak apa apa ..., besok kita sambung lagi ya..., aku sedang ada urusan " Ucap Vida berbohong dan langsung menutul telfonnya


Vida menangis sejadi jadi nya .


Dia marah dan kecewa karena merasa telah di khianati oleh dua orang yang dia cintai .


Satu sahabatnya dan satu kekasihnya .


Ingin sekali pergi mencari Nining dan memakinya , tapi dia urungkan demi nama baik ibunya .


Saat ini yang bisa Vida lakukan adalah menangis .


Irwan !!! Kenapa kau tega sekali padaku ...


Bersambung

__ADS_1


😉😉😉


__ADS_2