
Sepanjang perjalanan , hati Vida benar benar tertahan
Dia menahan untuk tidak salah paham pada perilaku Tio padanya
cukup cerita ku dengan Irwan...jangan sampai terulang lagi
" ini helm nya .. " ucap Vida menyerahkan helm nya setelah sampai di rumah
" habis ini langsung istirahat ya...lihat..mukamu pucat sekali...kau pasti kecapek an.." jawab Tio
huh..aku pucat karena respon sikap mu padaku...bukan karena kecapek an...
Setelah membersihkan diri
Vida langsung memilih untuk beristirahat di kamarnya
Dia termenung lama menatap atap kamarnya
Entah kenapa semua seperti ter replay
Semua yang ada di Irwan itu ada di diri Tio
Membuat Vida semakin susah untuk move on
Sesaat termenung , mata Vida tiba tiba menangkap sebuah buku tebal yang telah usang di atas almarinya
Entah sejak kapan buku itu ada di situ
" ini kan buku kenangan semua murid di sekolah..."
" ada foto , alamat dan no hp ....." ucap nya lagi sambil membolak balik buku itu
" ya tuhannn....aku menemukannya..." pekik Vida girang seperti menemukan harta karun
Vida membolak balik buku kenangan itu satu per satu
Ada beberapa nama siswa yang dia kenal , tapi...nama Irwan tak kunjung dia temukan...
" buku setebal ini...namanya terselip di mana sih..." ucap Vida mulai panik
Setelah menjelajah dengan matanya , akhirnya nama yang dia cari di temukan
" akhirnya...." ucapnya senang
" Irwannn...akhirnya aku menemukanmu..." ucap nya lagi
Vida tak menunggu lama , dia langsung memgambil hp butut nya dan mulai menelfon nomor yang ada di buku itu
" semoga nomornya masih aktif..." harapnya
NOMOR YANG ANDA TUJU..SEDANG TIDAK AKTIF....nut...nut...nut...
" ya tuhann...tolong sekali ini lagi...kenapa nomornya sudah tidak aktif..." cemas Vida
Vida tidak menyerah begitu saja
Dia mencari nama nama teman Irwan
" kalau nomor Irwan sudah tidak aktif...mungkin nomor teman teman dekatnya dulu masih bisa di hubungi..." ucap nya tidak menyerah
Vida menghubungi nomor teman teman Irwan satu per satu
Satu...dua..tiga teman sudah di hubungi
Tapi mereka tidak tau keberadaan dan no hp Irwan
__ADS_1
Sampai pada satu teman Irwan ...
" Topik..ya Topik pasti tau tentang Irwan..."
Vida langsung menghubungi nomor Topik
V ● " Hallo selamat sore ....apa benar ini nomor nya Topik ?? "
T ■ " iya benar...ini siapa ?? "
V ● " Topik...ini aku Vida...teman sekolahmu dulu...kau masih ingat ?? "
T ■ " Vida ?? Oww..Vida nya Irwan ?? "
Vida nya Irwan ??? Heeh...
Sesaat hati Vida pilu mendengarnya...mata nya tiba tiba penuh dengan air
T ■ " halo...kau masih di sana ?? "
V ● " ehh..iya..maaf..."
T ■ " ada apa menelfonku ?? "
V ● " ehh...maaf sebelumnya...aku hanya ingin tau tentang kabar nya Irwan...apa kau tau bagaimana kabar nya ?? "
Tidak ada suara yang menyahut
V ● " Topik ?? Halo..."
T ■ " he..he..iya...aku mendengarmu..."
V ● " kau tau tidak ?? "
T ■ " maaf..aku tidak tau Vid..."
V ● " kau bohong ya..."
T ■ " maafkan aku Vid..."
V ● " oke...kalau nomo hp nya ? Masa iya kamu tidak tahu ?? Kau kan teman sekaligus tetangganya ?? "
T ■ " aku tau...tapi sekali lagi maaf kan aku Vid...aku tidak bisa memberitahumu...
V ● " kenapa ?? "
T ■ " Irwan mengingatkanku untuk tidak membagi nomor hp nya pada siapa pun..termasuk padamu...
apa ?? Kenapa ?? Kenapa dia seperti itu padaku ??
V ● " kau pasti bohong...mana mungkin Irwan seperti itu padaku "
T ■ " aku tidak bohong Vid..Irwan yang sekarang...berbeda dengan yang dulu...dia berpesan padaku..untuk tidak menceritakan apapun tentang nya padamu .."
Vida benar benar lemas
Hingga tangannya tak mampu lagi menggenggam hand phone
Sehingga menjadi terputus dengan suara di sana
Air yang tadi nya hanya membenam di dalam matanya...tumpah mengalir di pipinya
Masih terngiang kata kata terakhir yang di ucapkan Irwan padanya
TUNGGU AKU.....
__ADS_1
ya tuhaannn...apa yang sebenarnya terjadi...setelah aku mendapatkan jalan untuk mengetahui keberadaan pujaan hatinya , kenapa berujung dengan kenyataan yang pahit seperti ini ??
Vida menangis sepanjang malam
Kenangan nya dengan Irwan dulu , tiba tiba hadir kembali di pikirannya...semua seperti mimpi...
Kegigihannya selama ini untuk menunggu Irwan
Benar benar membuat hancur hatinya...
Rasa marah kecewa dan kebencian bercampur jadi satu
Malam ini pun di lalui Vida dengan hati yang hancur
KE ESOKAN HARI NYA >>>>>>>
Vida malas sekali untuk bangun
Hari ini , dia berniat untuk menghabiskan waktunya di kamar
Dia tidak ingin bertemu siapa pun , tak terkecuali Tio
Matanya yang masih sebam terlihat jelas kalau dia tengah bersedih
Tiba tiba hp nya berbunyi
" aku akan menjemputmu pergi bekerja " ■ TIO
" maaf...hari ini aku libur , jadi tidak perlu menjemput ku " ● VIDA
" apa kau sakit ?? Aku akan kesana..." ■ TIO
" Jangan...tidak usah...hari ini aku mau sendiri...tidak mau di ganggu " ● VIDA
tut...tut..tut....
Vida menutup telfonnya
Tio yang heran melihat tingkah Vida yang tidak biasa menjadi khawatir
Dan dia bertekad untuk mengunjungi Vida
Tio segera menyambar motornya dan bergegas melaju ke rumah Vida
Beberapa menit setelah sampai di rumah Vida
" permisi...Vida..." ucap Tio
" eh..nak Tio...ada apa ?? " balas ibu Vida
" Vida ada bu ?? " tanya Tio
" maaf ya nak...Vida sedang tidak enak badan..dari semalam dia mengunci pintu kamarnya...ibu tidak berani mengganggunya..." jelas Ibu
" begitu ya..." ucap Tio sambil menatap pintu kamar Vida
" sebaiknya kau pulang dulu saja ya...nanti kalau Vida sudah baikan kau datang lagi kesini..." bujuk Ibu
Sebenarnya Tio tidak rela meninggalkan rumah Vida begitu saja sebelum memastikan keadaan Vida
Tapi mau bagaimana lagi , kalau dia tetap di sana pun percuma
Vida orang yang keras , kalau tidak ya tidak...
Akhirnya..Tio pun pergi meninggalkan rumah Vida .
__ADS_1
Bersambung...
😉😉😉