
Tingkah Irwan membuatku malu...bagaimana tidak ?? Tangannya sesekali memainkan rambut ku dengan jepit sisir yang kupakai di rambut ku. " kenapa sih dia suka sekali memainkan rambut ku..." gumamku dalam hati karena risih..." lihat..semua anak di kelas ini memandang ku dengan tatapan aneh ..."
Akhirnya jam pelajaran pun berakhir...saat nya pulang.." yeeee....akhirnya pulang juga..." pekik Vida sambil memasang wajah yang ceria.
Semua murid dari beberapa kelas berhamburan keluar , jelas terlihat di lorong sekolah sesak di penuhi siswa putih abu abu..aku memilih untuk duduk sejenak di kelas sambil menunggu lorong sekolah agak lenggang .
Langkahku berjalan menuju lorong sekolah setelah sampai di gerbang " Vida...bareng yuk..." ucap Nining sambil merangkul ku.
Vida dan Nining adalah tetangga sejak kecil jalan menuju rumah mereka searah..sehingga sering sekali untuk mereka berangkat dan pulang bareng.
Kami berjalan sambil mengobrol dan tak lupa ada seplastik es teh di tangan kami...sembari berjalan kami mengobrol dan sesekali menyedot es teh yang kami beli saat di depan sekolah tadi.
Tiba tiba langkahku terhenti saat Nining menanyakan sesuatu hal " Vida..."
" Hemmm..." jawabku.
" aku denger kamu dekat dengan Irwan ya..." huhh....bagaimana dia tau...
" ehhh...iya lah aku dekat..dia kan teman sekelasku..he..he... " sahut ku menutupi semua nya.
" bukan itu maksutku...aku dengar kau akrab dengan Irwan , " terka Nining.
__ADS_1
Aku hanya diam berpura pura menikmati es teh yang aku beli tadi.
" hei...jawab dong..aku kan bertanya padamu..kau ini kenapa sih ??? " tetar Nining
" nggak koq ..ya memang kita akrab tapi kan karena kita temenan..." sahutku gugup sambil nyengir.
" kamu nggak ada perasaan kan sama Irwan ??? " kembali Nining mengintograsi ku
" nggak lah.." huh..memang nya siapa aku sampai berfikir untuk suka padanya..sudah jelas perbedaan kami bagai punguk merindukan bulan , gumamku dalam hati.
" bagus lah kalau kamu nggak menyimpan perasaan padanya " tegas Nining seakan akan memperingatkanku untuk tidak main main dengan perasaan. "Kamu bantu aku ya...comblangin Irwan dengan Yuni..." ucap Nining.
" haaa...." ucapku kaget sambil melotot.." nggak mau..." tegasku.
" ayolah...please.." sambil memohon memegang tanganku dengan memasang wajah iba
" kau tau... Yuni itu sudah menaruh rasa suka pada Irwan sejak mereka duduk di sekolah menengah pertama , Yuni pernah menyatakan cinta nya pada Irwan , tapi Irwan sama sekali tidak merespon nya .." Nining mulai bercerita tentang Yuni
'Hahhh...apa...kenapa dia menyatakan cinta nya lebih dulu pada cowok..dia kan wanita, apa nggak malu...' gumamku dalam hati
" Irwan itu cowok yang dingin..walaupun dia menjadi cowok populer di sekolah tapi dia tidak pernah tergila gila pada wanita...jarang sekali dia akrab dengan perempuan.." lanjut Nining
__ADS_1
" makanya aku juga heran kenapa kamu bisa dekat dan akrab dengan Irwan..secara kamu kan cupu..." ejek Nining sambil nyengir.
Vida merasa tersingung dengan ucapan Nining
Tapi dia pintar dalam menguasai perasaannya sehingga sama sekali tidak terlihat kalau dia sedang kesal.
Sesampainya di rumah pikiran ku terusik untuk menyimpulkan apa yang di ceritakan Nining tadi.
"Sekarang aku tau...kenapa Yuni menatapku seperti itu saat aku bersama Irwan...
Ternyata dia menyukai Irwan
Tapi...kenapa Irwan menolak nya ya..padahal Yuni adalah gadis yang pandai cantik berkulit putih dengan rambutnya yang indah bergelombang " pikiran Vida mulai sotoy menerka nerka jawaban dari pertanyaannya sendiri.
" huh...bodo amat sich..mau ada hubungan apa dengan mereka..itu kan bukan urusanku.." ucap Vida menggerutu sendiri.
" eh...tapi aku kan harus jadi mak comblang nya mereka..bagaimana ini...kalau aku tolak permintaan Nining malah akan membuat dia bertambah curiga padaku "
Haaaaa.....masa bodoh...kenapa jadi rumit begini sich...." teriak Vida tertahan sambil menepuk nepuk kepalanya.
Bersambung....
__ADS_1
😉😉😉😉